Kenali Alarm Tubuh: Urine Bocor Saat Batuk, Haruskah Cemas?
- account_circle Ruang Ilham
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Urine bocor saat batuk atau tertawa bukan hal sepele. Kenali langkah awal mendeteksi disfungsi dasar panggul demi kualitas hidup perempuan yang lebih baik. Ilustrasi Foto By AI ChatGPT
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Munculnya urine tanpa disadari saat batuk, tertawa, atau mengangkat beban berat kerap dianggap gangguan sepele. Namun, dokter spesialis obstetri dan ginekologi memperingatkan, kondisi tersebut bisa menjadi “alarm” dari melemahnya otot dasar panggul atau Pelvic Floor Dysfunction (PFD) yang memerlukan perhatian serius.
Peringatan ini disampaikan oleh dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, SpOG, FAUCICOG, MM, MARS, dalam seminar media bertajuk “Comprehensive Aesthetic and Wellness” di Jakarta pada 18 Juni yang lalu. Ia menjelaskan, otot dasar panggul ibarat jaring yang menopang organ vital dan mengatur mekanisme buang air. Sabtu, (04/7).
“Gejala klasiknya adalah urine bocor saat batuk, melompat, atau tertawa. Bahkan, dalam beberapa kasus, pasien tidak bisa menahan buang angin atau justru sulit buang air besar,” ujar Yeni.
Menurut Yeni, melemahnya kekuatan jaring otot tersebut dipicu oleh berbagai tekanan. Proses kehamilan dan persalinan normal menjadi faktor dominan, diikuti oleh obesitas, penurunan hormon estrogen seiring penuaan, hingga riwayat pembedahan di rongga panggul.
“Disfungsi dasar panggul ini sudah menjadi krisis kesehatan global yang tersembunyi. Ini bukan lagi soal estetika, melainkan inti dari kualitas hidup seorang perempuan,” tegasnya.
Yeni menyoroti bahwa banyak penderita enggan melapor karena menganggap inkontinensia sebagai takdir pasca-melahirkan atau bagian alamiah dari penuaan. Hal ini menciptakan fenomena under-reporting yang massif.
“Tantangan terbesar kita adalah meruntuhkan stigma. Banyak perempuan malu bersuara. Padahal, semakin dini terdeteksi, penanganan dengan pendekatan multidisiplin akan jauh lebih efektif,” papar Yeni.
- Penulis: Ruang Ilham

