Breaking News
light_mode
Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Discover to Deliver, Siswa SD Khadijah Wonorejo Ciptakan Payung Otomatis hingga Pangan Inovatif

Discover to Deliver, Siswa SD Khadijah Wonorejo Ciptakan Payung Otomatis hingga Pangan Inovatif

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – SD Khadijah Wonorejo Surabaya memamerkan puluhan proyek inovatif bertema teknologi ramah lingkungan dan pangan kreatif dalam puncak presentasi bertajuk Discover to Deliver di aula sekolah, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang merupakan hasil dari program minat bakat intensif ini menjadi bukti nyata keberhasilan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) dalam mencetak siswa yang mampu berpikir kritis dan solutif sejak dini. Jajaran Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang hadir langsung memberikan apresiasi atas lahirnya inovator-inovator muda dari sekolah tersebut.

Aula sekolah tampak semarak dengan berbagai stan inovasi karya siswa kelas 6. Di stan teknologi, salah satu prototipe yang menjadi sorotan utama adalah Weather Wise Canopy atau Payung Teduh Otomatis, sebuah solusi untuk melindungi warga sekolah dari hujan mendadak. Naura Shafia Annida, perwakilan dari kelompok 1 menjelaskan bahwa alat tersebut menggunakan sensor tetesan air (raindrops sensor) dan motor servo agar dapat membuka kanopi secara otomatis saat mendeteksi rintik hujan, mencegah lantai basah yang berisiko menyebabkan warga sekolah terpeleset.

Kepala Sekolah SD Khadijah Wonorejo, Dr. H. M. Rochman Firdian, menegaskan bahwa program ini jauh melampaui kegiatan akademik biasa. “Program ini bukan sekadar kegiatan akademik biasa, tetapi menjadi proses pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan, memahami masalah, lalu mencari solusi bersama,” ujarnya di hadapan para tamu undangan. Ia menambahkan, pameran ini adalah puncak dari tahapan metode PjBL, yaitu Discover, Define, Design, hingga Deliver, yang memaksa siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga berkreasi dan berkolaborasi.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. Secara spesifik, ia menyoroti pentingnya keberanian siswa dalam mengurai masalah. “Anak-anak hari ini tidak cukup hanya pintar menghafal. Mereka harus mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berani menyampaikan gagasan. Itulah kompetensi 4C, kecakapan abad 21 yang terus kami bangun di sekolah ini,” tegasnya. Febrina juga menginstruksikan agar pendekatan serupa bisa direplikasi untuk mengatasi masalah lokal, seperti pengolahan sampah organik sekolah.

Baca Juga  Revolusi Mengajar di MTsN 3 Surabaya: Cinta dan Deep Learning Jadi Senjata Baru Guru

Selain inovasi teknologi, sektor pangan kreatif juga menjadi sorotan. Siswa berhasil mengolah bahan pangan yang jarang dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual, menunjukkan bahwa mental kewirausahaan juga turut diasah dalam program ini. Suasana presentasi berlangsung interaktif; para siswa dengan percaya diri menjawab pertanyaan dari orang tua dan tamu undangan yang hadir memenuhi ruangan.

Melihat antusiasme tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk memperluas dampak program ini. “Kami ingin sekolah ini menjadi laboratorium hidup. Seperti persoalan sampah, ini harus selesai di lingkungan sekolah sendiri. Anak-anak harus belajar bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari tanggung jawab mereka,” pungkas Febrina Kusumawati. Melalui program ini, SD Khadijah Wonorejo membuktikan bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua mampu membentuk siswa yang tangguh dan berkarakter.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • mekanisme usulan AHWA Muktamar NU

    Mekanisme Usulan Calon AHWA di Lokasi Registrasi Muktamar Ke-35 NU Ditegaskan Gus Yahya

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dapat membuat surat usulan calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) langsung di area pendaftaran Muktamar Ke-35 NU. Penegasan ini disampaikan Gus Yahya […]

  • Jalan Lingkar Timur

    Wabup Mimik Idayana Lobi Pemerintah Pusat, Dana Rp84 M Mengalir ke Jalan Lingkar Timur Sidoarjo

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Keluhan warga soal Jalan Lingkar Timur Sidoarjo yang rusak parah, berbuah nyata setelah pemerintah pusat mengucurkan dana Rp84 miliar untuk lanjutan betonisasi. Ini hasil lobi langsung Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Senin (22/12/2025). Wabup Mimik Idayana turun langsung ke lokasi Jalan Lingkar Timur di Desa Prasung, Kecamatan Buduran, untuk memastikan respons cepat […]

  • Pemain Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025. (c) PSSI Official

    Peluang Timnas Indonesia U-20 di Laga Kedua Piala Asia U-20 2025 Melawan Uzbekistan

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id –  Para Penggemar Sepakbola di Indonesia menanti laga seru antara Timnas Indonesia U-20 dan Uzbekistan di Piala Asia U-20 2025. Pertandingan kedua ini bakal jadi penentu langkah Garuda Muda di turnamen bergengsi ini. Yuk, kita bahas peluang Timnas Indonesia U-20 dalam laga krusial ini! Rekor Pertemuan Sebelumnya Sebelum kita melangkah lebih jauh, yuk kita […]

  • Sertifikat hak warga Balonggabus

    350 Warga Balonggabus Jadi Korban Mafia Properti, DPRD Desak PT. Nyerot Kembalikan Hak SHM

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan warga pembeli rumah kavling Balonggabus, meminta haknya melalui tangan Komisi A DPRD Sidoarjo. Mereka mewakili 350 pembeli rumah kavling yang sejak 2014 bukan dengan pembayaran mengangsur kepada mantan terpidana H. Sholihin pemilik PT. Nyerot Hasanah Mulia, hingga kini belum menerima sertifikat hak milik. Laksana peribahasa, “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula”. “Kami […]

  • Pola Asuh Dulu

    Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin Dibanding Sekarang?

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – “Ah, dulu itu anak-anak kalau nggak disuruh duduk manis sama orang tua, langsung kena jitak!” Pernah dengar kalimat seperti ini dari orang tua atau kakek-nenek kita? Cerita-cerita seperti ini sering membuat kita berpikir, apa iya pola asuh zaman dulu benar-benar lebih disiplin? Atau hanya nostalgia orang tua saja? Sebagai anak generasi milenial […]

  • Cushioning dalam hubungan

    Cushioning dalam Hubungan! Kenali Tanda, Dampak, dan Cara Menghindarinya untuk Hubungan yang Lebih Sehat

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar saling percaya, komitmen, dan komunikasi yang terbuka. Namun, bagaimana jika salah satu pihak hanya memanfaatkan hubungan tersebut sebagai pelarian atau pelampiasan emosional? Fenomena ini dikenal sebagai cushioning, dan sayangnya, hal ini bisa sangat menyakitkan bagi korban. Apa Itu Cushioning? Cushioning adalah situasi di mana seseorang dimanfaatkan […]

expand_less