Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Lifestyle » Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin Dibanding Sekarang?

Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin Dibanding Sekarang?

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id“Ah, dulu itu anak-anak kalau nggak disuruh duduk manis sama orang tua, langsung kena jitak!” Pernah dengar kalimat seperti ini dari orang tua atau kakek-nenek kita? Cerita-cerita seperti ini sering membuat kita berpikir, apa iya pola asuh zaman dulu benar-benar lebih disiplin?

Atau hanya nostalgia orang tua saja?

Sebagai anak generasi milenial atau Gen Z, sering mendengar cerita ini di sela obrolan santai bersama keluarga. Bagaimana dulu mereka harus bangun pagi tanpa alarm, pergi sekolah jalan kaki tanpa mengeluh, dan selalu patuh saat diberi tugas rumah.

Di sisi lain, saat ini kita mendengar orang tua modern lebih memilih pendekatan yang “ramah anak”. Jadi, apa sebenarnya yang membedakan pola asuh dulu dan sekarang, serta mengapa pola asuh zaman dulu terlihat lebih disiplin?

Pengertian Pola Asuh

Untuk memahami perbedaan ini, kita harus tahu dulu apa itu pola asuh. Secara sederhana, pola asuh adalah cara atau metode yang digunakan orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak mereka. Pola asuh ini dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, kebiasaan keluarga, hingga perkembangan zaman.

Zaman dulu cenderung lebih otoriter. Orang tua menjadi figur yang penuh wibawa, dan anak-anak harus mematuhi segala aturan tanpa banyak bertanya. Sebaliknya, pola asuh modern lebih mengutamakan komunikasi dua arah, di mana anak diajak untuk berdiskusi dan memahami alasannya.

Mengapa Pola Asuh Zaman Dulu Lebih Disiplin?

Kalau ditanya mengapa, ada banyak faktor yang memengaruhi. Namun, di bawah ini adalah beberapa hal yang membuat pola asuh dulu tampak lebih “keras” dibanding sekarang:

1. Nilai Budaya yang Kental
Di masa lalu, budaya kita sangat menekankan pentingnya penghormatan terhadap orang tua. Anak-anak yang tidak patuh dianggap tidak berbakti. Inilah yang membuat orang tua zaman dulu merasa perlu untuk menerapkan disiplin ketat.

Baca Juga  Tidak Hanya Love Language, Stress Language Juga Penting

2. Tidak Banyak Gangguan Teknologi
Zaman dulu tidak ada gadget, internet, atau media sosial yang membuat anak mudah terdistraksi. Orang tua juga tidak perlu bersaing dengan TikTok atau game online untuk mendapatkan perhatian anak mereka. Kalau sudah begitu, siapa yang nggak disiplin, kan?

3. Pendekatan “Trial and Error”
Orang tua zaman dulu membesarkan anak tanpa banyak referensi teori parenting seperti sekarang. Mereka percaya pada pendekatan “apa yang berhasil untuk saya, pasti berhasil untuk anak saya”. Kalau disuruh belajar, ya harus belajar. Kalau disuruh tidur, ya jangan ada drama!

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Meskipun pola asuh modern cenderung lebih fleksibel, bukan berarti kita tidak bisa mengambil pelajaran dari metode orang tua kita dulu. Disiplin tetap penting, tetapi bagaimana cara menyampaikannya yang mungkin harus disesuaikan.

Sebagai generasi baru, kita bisa menggabungkan pendekatan disiplin dari masa lalu dengan empati dan pengertian yang lebih besar, seperti yang ditawarkan pola asuh modern.

Pada akhirnya, setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing. Dulu mungkin terkesan lebih disiplin karena pengaruh budaya dan situasi yang berbeda. Namun, pola asuh modern juga memiliki nilai positif dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berbasis komunikasi.

Jadi, apakah pola asuh dulu lebih baik daripada sekarang? Jawabannya bergantung pada bagaimana kita memaknainya.

Yang terpenting, kita bisa terus belajar dari masa lalu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film 1 Imam 2 Makmum

    Sinopsis Film 1 Imam 2 Makmum Dibintangi Fedi Nuril dan Amanda Manopo yang Mengurai Cinta dan Kenangan

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernahkah Anda merasa menjadi pilihan kedua, bahkan dalam pernikahan Anda sendiri? Fenomena ini mungkin terdengar seperti plot drama, namun bagi sebagian orang, ini adalah kenyataan yang harus dihadapi. Film ‘1 Imam 2 Makmum’ yang telah resmi tayang di bioskop Indonesia pada 16 Januari 2025, menawarkan kisah yang mengaduk-aduk emosi. Disutradarai oleh Key Mangunsong […]

  • Bantuan Beras

    Bupati-Wabup Kompak Pantau Bantuan Beras, Tangis Haru Warga Sidoarjo Pecah

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Wajah-wajah haru menyambut kedatangan Bupati Subandi dan Wabup Mimik Idayana, Rabu (30/7/2025). Kedua pejabat ini kompak turun langsung, memantau penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat di sejumlah desa. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian pada warganya yang masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok harian. Bupati Subandi mengunjungi Desa Tebel, Keboansikep, […]

  • Harta Kekayaan Mensos Risma Melonjak Rp 9 Miliar, Dari Walikota Jadi Mensos RI

    Harta Kekayaan Mensos Risma Melonjak Rp 9 Miliar, Dari Walikota Jadi Mensos RI

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), merupakan mantan Wali Kota Surabaya dua periode. Nama Rismaharini kini menguat di Pilgub Jatim, untuk diusung oleh PDI Perjuangan dan nampaknya akan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, tahukan kalian Rek, terkait dengan harta kekayaan dari Mantan Wali Kota Surabaya itu?. Ternyata Risma, memiliki harta […]

  • eksekusi utang Pemkot Surabaya

    Pengacara Unicomindo Layangkan Permohonan Eksekusi Utang Rp104 Miliar Pemkot Surabaya

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kuasa hukum PT Unicomindo Perdana resmi mengajukan permohonan eksekusi pembayaran utang senilai Rp104 miliar kepada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (22/4/2026). Langkah hukum ini diambil menyusul belum terealisasinya kewajiban pembayaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meskipun putusan perkara wanprestasi tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Permohonan tersebut disampaikan oleh Law Firm Java […]

  • Dapur Umum, desa Ngaban

    Bantuan Makanan melimpah dari Dapur Umum Mandiri untuk Warga Korban Banjir Desa Ngaban

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, belum sepenuhnya pulih. Hiruk pikuk relawan masih terlihat, terutama urusan dapur umum. Namun kehangatan terasa saat Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, datang meninjau dapur umum, Jumat (20/6/2025). Ini bukan sekadar kunjungan, namun setidaknya kehadiran pemimpin di tengah relawan dan warga korban banjir menjadi penuh rasa. Meski sementara […]

  • Casio G-Shock DW-5600 x Da-iCE

    Casio G-Shock DW-5600 x Da-iCE Jam Tangan Limited Edition dengan Desain Skeleton Unik dan Packaging Eksklusif

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Casio kembali menghadirkan kejutan bagi para kolektor jam tangan dengan meluncurkan Casio G-Shock DW-5600 x Da-iCE edisi terbatas hasil kolaborasi dengan grup pop Jepang, Da-iCE. Jam tangan ini tidak hanya mempertahankan fitur andalan G-Shock seperti ketahanan air hingga 200 meter dan desain tahan guncangan, tetapi juga menawarkan sentuhan estetika yang unik dan menarik. […]

expand_less