Mekanisme Usulan Calon AHWA di Lokasi Registrasi Muktamar Ke-35 NU Ditegaskan Gus Yahya
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Gus Yahya tegaskan PWNU, PCNU, dan PCINU bisa buat surat usulan calon AHWA langsung di lokasi pendaftaran Muktamar Ke-35 NU Jombang. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dapat membuat surat usulan calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) langsung di area pendaftaran Muktamar Ke-35 NU. Penegasan ini disampaikan Gus Yahya usai meninjau lokasi registrasi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).
Dalam tinjauan tersebut, Gus Yahya didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni. Kehadirannya untuk memastikan seluruh rangkaian administrasi kepesertaan berjalan tertib dan sesuai aturan organisasi.
Meski pembuatan surat usulan dapat dilakukan di tempat registrasi, Gus Yahya mengingatkan bahwa keabsahan dokumen tidak bisa ditawar. Surat usulan wajib ditandatangani Rais dan Katib serta dibubuhi stempel resmi.
“Area pendaftaran ini sudah steril. PWNU, PCNU, dan PCINU bisa membuat surat usulan calon AHWA di sini, tapi tetap harus ditandatangani oleh Rais dan Katib. Dan distempel,” ujar Gus Yahya.
Ia menambahkan, setelah surat usulan selesai dibuat sesuai ketentuan, berkas tersebut harus langsung diserahkan kepada panitia dalam keadaan tertutup. “Kemudian langsung dimasukkan ke dalam kotak suara dengan amplop tertutup,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Yahya menyaksikan Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Achmad Hasan, menjadi peserta pertama yang memasukkan amplop berisi surat usulan calon AHWA ke dalam kotak suara. Momen tersebut menandai dimulainya proses pengusulan AHWA secara resmi di arena Muktamar.
Usai memantau mekanisme pengusulan AHWA, Gus Yahya melakukan registrasi kepesertaan di Aula KH Jamaluddin Ahmad Center. Setelahnya, ia meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan selama forum tertinggi NU tersebut berlangsung.
Dalam peninjauan venue, Gus Yahya memberikan pengarahan kepada Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh beserta jajaran panitia dan among tamu. Ia menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat membawa nama besar jam’iyah dan para pendiri Pesantren Tambakberas.
“Panjenengan semua ini mewakili bukan hanya PBNU, tapi Jam’iyah Nahdlatul Ulama, dan sekaligus panjenengan semua mewakili Kiai Abdul Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah dari Muktamar ini. Maka khidmah panjenengan sesungguhnya adalah khidmah yang luar biasa nilainya,” tuturnya.
Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak untuk selalu mengenang jasa dan spirit para masyaikh Tambakberas selama menjalankan tugas. “Maka dalam setiap keberadaan kita di tengah-tengah Muktamar ini, jangan sampai kita lupa bahwa di sini bersama-sama kita ada Mbah Hasbullah, ada Mbah Syihah, ada Mbah Wahab, dan para masyaikh Tambakberas yang lain Mbah Hamid, Mbah Fattah, dan lain-lain,” lanjutnya.
Mengutip ajaran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Yahya menegaskan pentingnya menjaga keutuhan dan tujuan organisasi selama Muktamar berlangsung.
“Karena ini adalah jam’iyatu adlin wa aman wa ishlahin wa ihsan. Ini jam’iyah yang memperbaiki. Maka tidak boleh ada sedikit pun tindakan yang berpotensi merusak, karena jam’iyah ini adalah jam’iyah yang memperbaiki,” tegasnya.
Proses registrasi peserta dari unsur PWNU, PCNU, dan PCINU dipusatkan di MTs Bahrul Ulum sejak pukul 10.00 WIB. Para muktamirin dari berbagai daerah tercatat mulai berdatangan untuk menyelesaikan tahapan administrasi kepesertaan.
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 WIB di Lapangan Untung Suropati Tambakberas. Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam agenda pembukaan tersebut.
- Penulis: Ruang Gentur

