Hipertensi dan Diabetes Ancam Generasi Muda, BPJS Kesehatan Serukan Olahraga Jadi “Vaksin” Alami
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 49 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dan Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menghadiri fun run di Surabaya sebagai kampanye olahraga untuk generasi muda. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ruang.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyoroti meningkatnya ancaman hipertensi dan diabetes yang kini mengintai generasi muda. Sebagai langkah antisipasi, BPJS Kesehatan menyerukan agar olahraga rutin dijadikan semacam “vaksin” alami untuk menangkal penyakit kronis sejak dini.
Seruan tersebut mengemuka dalam kegiatan fun run di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pergeseran tren penyakit tidak menular. Jika sebelumnya hipertensi dan diabetes identik dengan kelompok lanjut usia, kini kedua penyakit tersebut semakin banyak terdiagnosis pada penduduk usia produktif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujar Prihati.
Prihati menegaskan bahwa olahraga tidak boleh diposisikan sekadar sebagai kegiatan seremonial atau tren sesaat. Menurutnya, perlindungan paling efektif terhadap ancaman penyakit katastropik justru terletak pada konsistensi bergerak, bukan semata-mata pada ketersediaan fasilitas kuratif.
“Olahraga tidak boleh hanya dilakukan saat ada acara tertentu. Idealnya dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu hingga tubuh berkeringat. Upaya pencegahan jauh lebih baik dibandingkan harus menanggung risiko penyakit di kemudian hari,” tegasnya.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menilai bahwa kampus memiliki posisi strategis untuk mengamplifikasi pesan hidup sehat tersebut. Dengan populasi mahasiswa yang besar, ITS berkomitmen menjadikan lingkungan akademik sebagai ruang tumbuhnya budaya olahraga.
“Kegiatan ini memberikan energi positif bagi civitas academica ITS untuk semakin peduli terhadap kesehatan. Kami berharap semangat ini terus berlanjut, tidak hanya melalui lari, tetapi juga berbagai aktivitas fisik lainnya,” tutur Bambang.
Tidak hanya pada aspek promotif dan preventif, Bambang juga memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi warga kampus telah terintegrasi dengan Program JKN. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang sehat secara menyeluruh.
“Selain sebagian besar mahasiswa telah menjadi peserta JKN, ITS juga memiliki Medical Center yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan di lingkungan kampus,” pungkasnya.
- Penulis: Ruang Sely

