Arus Peti Kemas TPS Tetap Solid di Tengah Badai Transformasi
- account_circle Ruang Sely
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membukukan kenaikan arus peti kemas 5,06% pada Juni 2026. Ekspor melesat 10,14%, kunci dominasi 83% pangsa pasar. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membuktikan resiliensi kinerjanya dengan membukukan pertumbuhan positif arus peti kemas pada Juni 2026. Di tengah proses peremajaan alat bongkar muat, volume peti kemas anak usaha Pelindo Terminal Peti Kemas ini naik 5,06% secara bulanan, dari 111 ribu TEUs menjadi 116 ribu TEUs. Senin, (20/7/2026).
Pertumbuhan ini ditopang oleh geliat sektor perdagangan internasional yang semakin sehat. Arus ekspor melejit 10,14%, melonjak dari 51 ribu TEUs di bulan Mei menjadi 57 ribu TEUs. Sementara itu, volume impor tetap stabil dengan kenaikan 0,26% ke angka 59 ribu TEUs.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kolaborasi erat di tengah penyesuaian operasional internal.
“Pertumbuhan arus peti kemas pada Juni 2026 secara month-on-month merupakan hasil kolaborasi yang harmonis antara TPS dengan segenap Pelanggan dan Pemangku Kepentingan,” ujar Erika.
Erika menjelaskan, saat ini TPS tengah menjalani transformasi strategis melalui pengoperasian bertahap 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC). Proses transisi ini memerlukan sejumlah penyesuaian teknis untuk memastikan modernisasi peralatan berjalan lancar tanpa mengganggu kualitas layanan.
“Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang TPS untuk memperkuat kapasitas, produktivitas dan keandalan layanan. Kami optimistis setelah masa transisi ini terlewati, kinerja operasional akan semakin meningkat,” jelasnya.
Kepercayaan terhadap konsistensi layanan TPS turut dirasakan oleh para pelaku logistik. Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Husni, menilai langkah TPS dalam melakukan modernisasi memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik di Tanjung Perak.
“Kami melihat komitmen TPS dalam melakukan transformasi operasional dan modernisasi peralatan sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan,” ujar Husni.
Komitmen itu tercermin dalam produktivitas riil. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, kecepatan bongkar muat TPS mencapai rata-rata 51 box/ship/hour, melampaui standar 48 box/ship/hour yang ditetapkan KSOP Utama Tanjung Perak.
Dengan torehan ini, TPS kokoh menguasai 83% pangsa pasar peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak. ALFI Jawa Timur pun berharap kolaborasi strategis ini dapat terus diperkuat untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan menopang pertumbuhan perdagangan nasional ke depan.
- Penulis: Ruang Sely

