Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Pendidikan » 197 Mahasiswa PPG Unusa Ikuti Pembekalan Pembina Pramuka, Tri Dharma dan Dasa Dharma Harus Bertemu dalam Diri Guru

197 Mahasiswa PPG Unusa Ikuti Pembekalan Pembina Pramuka, Tri Dharma dan Dasa Dharma Harus Bertemu dalam Diri Guru

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membekali 197 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan kompetensi pembina pramuka melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Langkah ini ditempuh untuk memastikan calon guru tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Kampus C Unusa, Senin (27/7). Dari total peserta, sebanyak 163 mahasiswa mengikuti KMD, sementara 34 lainnya mengikuti KML. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, bersama Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono.

Dalam arahannya, Arum Sabil menegaskan bahwa penggabungan nilai perguruan tinggi dan kepramukaan adalah formula ideal untuk mencetak pendidik sejati. Ia menyebut Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Dasa Dharma Pramuka adalah dua sisi yang tak terpisahkan. “Tri Dharma memberikan kerangka pengabdian seorang intelektual, sedangkan Dasa Dharma menjadi kompas moralnya. Ketika keduanya bertemu dalam diri seorang guru, lahirlah pendidik yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, sekaligus nyata dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menaruh harapan besar pada peserta. Ia menitipkan nama baik institusi di pundak para calon guru tersebut. “Di pundak kalian lah saya titipkan nama besar Unusa. Kegiatan ini menjadi bekal penting dalam membangun karakter diri sendiri dan juga anak didik kalian kelak,” katanya.

Arum Sabil menekankan bahwa pembekalan ini bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat. Menurutnya, guru masa kini harus mampu menjadi teladan di tengah arus informasi digital yang sangat cepat. “Jangan melihat pembekalan ini hanya sebagai jalan memperoleh sertifikat. KMD dan KML merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik abad ke-21,” tegasnya.

Baca Juga  Warna Baru Literasi: Balai Bahasa Jatim Luncurkan Buku Cerita Anak Dwibahasa

Sebagai bentuk aksi nyata, peserta juga didorong untuk menciptakan Gerakan Pramuka Produktif. Salah satu fokusnya adalah penguatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan sekolah atau kampus. Arum Sabil mencontohkan, gugus depan bisa menjadi pusat pembelajaran budidaya tanaman pangan, perikanan, hingga kewirausahaan berbasis potensi lokal. Ia juga mengajak peserta bersiap untuk Perkemahan Wirakarya 2026 melalui program pengabdian masyarakat langsung, seperti renovasi rumah tidak layak huni dan penghijauan.

Melalui pembekalan ini, Unusa menegaskan komitmennya mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga pengabdian. “Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, di situlah Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata,” pungkas Arum Sabil.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahu Gimbal Khas Semarang

    Lumpia Bukan Satu-satunya! 5 Kuliner Khas Semarang yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan ragam kuliner khas yang menggugah selera. Dari makanan berat hingga camilan, Semarang menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa kuliner khas Semarang beserta tempat-tempat terkenalnya. 1. Lumpia Semarang Lumpia Semarang merupakan salah satu ikon kuliner kota ini. Hidangan ini terdiri dari kulit […]

  • Kritik JKSN terhadap Trans7

    Benteng Moral Pesantren Terluka oleh Trans7, Ini Sikap Tegas JKSN

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jaringan Kyai Santri Nasional atau JKSN melayangkan kritik tegas terhadap salah satu tayangan di Media Trans7 yang dinilai telah menyudutkan pesantren. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, selaku Ketua Umum JKSN, secara resmi menyampaikan kecaman keras ini selama kunjungan kerjanya ke Pesantren Amanatul Ummah Humbangraya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menurutnya, tayangan tersebut […]

  • Tangis Nenek Urifah

    Dari Tangis Nenek Renta Urifah, Sidoarjo Gencar Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Air mata bahagia mengalir di pipi Urifah (78), warga Desa Krian, saat kediamannya yang hampir roboh dikunjungi langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Perempuan renta ini tak lagi mampu berjualan gorengan sejak terjatuh di rumahnya. Bersama anak dan cucunya, ia bertahan di tengah dinding rapuh dan atap bocor, menanti keajaiban. Dan hari […]

  • Alun Alun Sidoarjo Baru

    Drama Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo, Ada Murka dan Ancaman hingga Jadi Ikon Cantik dan Kado HUT ke-167

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang co.id – Revitalisasi Alun Alun Sidoarjo kini telah memasuki babak akhir. Setelah melalui proses pengerjaan intensif sejak pertengahan tahun 2024, wajah baru pusat kota “Delta” ini dijadwalkan segera dibuka untuk umum. Rampungnya revitalisasi Alun Alun Sidoarjo menjadi angin segar bagi masyarakat, sekaligus kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 yang diperingati […]

  • Tanda-Tanda Orang Baik yang Sudah Kecewa dan Tak Lagi Sama

    Tanda-Tanda Orang Baik yang Sudah Kecewa, Tak Lagi Sama

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ada orang-orang di sekitar kita yang terbiasa memberi lebih dari yang mereka terima. Mereka mendengarkan tanpa menghakimi, membantu tanpa orang minta, dan tetap ada bahkan ketika tak merasa orang hargai. Tapi, orang baik pun bisa lelah dan kecewa. Ketika kekecewaan datang berkali-kali, perlahan mereka berubah. Mereka tak lagi seperti dulu, meski tak selalu […]

  • Asal-usul Olahraga Bulutangkis

    Asal-Usul Olahraga Bulutangkis dari Poona ke Olimpiade

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bulutangkis adalah olahraga raket yang populer, berasal dari permainan kuno seperti “battledore and shuttlecock” di Cina dan Inggris. Bentuk modern bulutangkis berkembang di India pada abad ke-19 dengan nama “Poona.” Permainan ini terkenal pertama ke Inggris oleh tentara pada tahun 1873 dan dinamai setelah Badminton House di Gloucestershire. Aturan resmi pertama kali […]

expand_less