ARJUNU Petakan Strategi Percepatan Jurnal PTNU di Jawa Tengah
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ARJUNU–RJI International Forum on Journal Excellence 2026 yang berlangsung di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang, Sabtu (22/8/2026). (Dok Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Semarang, Ruang.co.id – ARJUNU mulai memusatkan perhatian pada percepatan pertumbuhan jurnal PTNU di Jawa Tengah. Langkah ini diambil setelah pemetaan internal menunjukkan potensi besar wilayah ini belum diimbangi ekosistem pengelolaan jurnal yang memadai dibandingkan Jawa Timur.
Strategi tersebut menjadi benang merah dalam ARJUNU–RJI International Forum on Journal Excellence 2026 yang berlangsung di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang, Sabtu (22/8/2026). Forum ini mempertemukan pengelola jurnal, akademisi, dan editor dari dalam serta luar negeri secara hibrida.
Ketua ARJUNU, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, M.Pd., menjelaskan bahwa Jawa Tengah dipilih bukan semata karena lokasi strategis, melainkan karena hasil pemetaan menunjukkan kesenjangan pertumbuhan jurnal yang perlu segera direspons.
“Kami memang sengaja mulai memperbanyak kegiatan ARJUNU di Jawa Tengah. Dari pemetaan kami, perkembangan jurnal di wilayah ini masih perlu terus didorong, sementara potensinya sangat besar,” ujar Fifi.
Menurutnya, percepatan tidak cukup dilakukan lewat sosialisasi atau pelatihan sporadis. Diperlukan pendampingan editor, penguatan tata kelola OJS, perluasan jejaring reviewer, hingga pembukaan kolaborasi internasional yang lebih konkret.
Rektor Unwahas, Prof. Dr. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., menyambut baik arah strategi tersebut. Ia menegaskan bahwa jurnal ilmiah merupakan bagian vital ekosistem akademik kampus.
“UNWAHAS sendiri saat ini telah mengajukan dua jurnal ke Scopus, dan tentu kita semua berharap keduanya dapat lolos,” kata Helmy.
Kolaborasi dengan RJI juga menjadi penguat strategi ARJUNU. Ketua Umum RJI, Dr. Arbain, M.Pd., menyatakan pengalaman RJI dalam mendampingi pengelola jurnal dapat menjadi modal percepatan di wilayah yang masih berkembang.
“Berbagai pengalaman RJI dalam pengelolaan jurnal, pendampingan editor, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai negara tentu dapat kita bagikan dan kembangkan bersama ARJUNU,” ucap Arbain.
Pembina ARJUNU, Ali Formen, Ph.D., berharap kerja sama ini tidak berhenti sebagai acara tahunan. Ia mendorong lahirnya program bersama yang benar-benar menyentuh kebutuhan editor di lapangan.
“Semoga kerja sama ini dapat terus berjalan dengan baik, semakin berkembang, dan pada akhirnya membawa manfaat yang lebih luas bagi perguruan tinggi, masyarakat, dan umat,” tuturnya.
Forum ini juga menghadirkan panel editor dari Nepal, Pakistan, serta sejumlah editor jurnal nasional. Mereka membagikan praktik terbaik pengelolaan jurnal sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Dengan arah strategi yang lebih terfokus pada pemerataan wilayah, ARJUNU dan RJI berupaya menciptakan simpul-simpul baru pertumbuhan jurnal PTNU. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama peta publikasi ilmiah Indonesia ke depan.
- Penulis: Ruang Gentur

