93 Atlet Pelajar Tarung Derajat Bersaing Rebut 21 Emas di BHS Cup III Surabaya
- account_circle Ruang redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Sebanyak 93 atlet pelajar Tarung Derajat dari 13 provinsi bersaing memperebutkan 21 medali emas di Kejurnas BHS Cup III 2026 Surabaya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebanyak 93 atlet pelajar Tarung Derajat bersaing memperebutkan 21 medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antarpelajar Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup III 2026. Ajang ini berlangsung di GOR CLS Surabaya, 28–30 Agustus 2026, dengan peserta yang datang dari 13 provinsi di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang bukan sekadar untuk mencari juara. Lebih dari itu, BHS Cup III menjadi wadah pembinaan agar atlet pelajar memiliki jam terbang sebelum menembus level senior.
“Ini menjadi satu ajang untuk membina generasi muda menjadi bibit-bibit atlet ke generasi senior,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Sabtu (29/8/2026).
Para atlet yang tampil menonjol diharapkan dapat mengisi proses regenerasi Tarung Derajat nasional. Pengalaman bertanding di level pelajar ini dinilai krusial untuk menghadapi jenjang yang lebih tinggi, termasuk Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Bambang bahkan memproyeksikan atlet-atlet potensial dari ajang ini bisa melaju hingga level internasional, seperti kejuaraan kawasan ASEAN atau SEA Games. Untuk mencapai target itu, ia mendorong pembinaan Tarung Derajat dimulai sejak usia sekolah.
Salah satu langkah nyata yang diharapkan adalah menjadikan Tarung Derajat sebagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah SD, SMP, SMA,” tuturnya.
Menurut Bambang, upaya ini relatif mudah dikembangkan karena Tarung Derajat merupakan cabang olahraga dari satu perguruan. Di Jawa Timur sendiri, jaringan pembinaan KODRAT telah berdiri di 24 kabupaten/kota. Dengan cakupan tersebut, sekolah dinilai memiliki peluang besar untuk menggandeng pelatih atau pengurus KODRAT setempat.
Selain membentuk kedisiplinan dan menjaga kebugaran, Bambang menyoroti manfaat lain dari pembinaan ini. Para siswa berprestasi memiliki kesempatan menempuh pendidikan lebih baik melalui jalur prestasi olahraga.
“Selain bisa mendidik kedisiplinan dan membuat sehat, mereka juga bisa mendapatkan jalur prestasi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sang Guru Rimba Dirgantara memberikan apresiasi terhadap gelaran BHS Cup III 2026. Ia menilai kejuaraan ini memiliki arti historis karena menjadi Kejurnas pelajar pertama yang digelar di luar Jawa Barat.
“Ini baru kali ini diadakan kejuaraan tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jawa Timur mempelopori kejuaraan nasional tingkat pelajar ini,” kata Sang Guru Rimba.
Ia mengapresiasi konsistensi KODRAT Jawa Timur, khususnya Bambang Haryo Soekartono, dalam melanjutkan penyelenggaraan BHS Cup. Harapannya, kejuaraan ini tidak berhenti pada edisi ketiga, melainkan berlanjut secara berkelanjutan.
Sang Guru Rimba menekankan pentingnya kompetisi pelajar seperti BHS Cup untuk memetakan atlet-atlet muda yang siap dikembangkan ke level nasional.
“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru khususnya untuk ke tingkatan nasional nanti,” ucapnya.
Terkait persiapan menuju PON, ia mengungkapkan progresnya sudah mencapai sekitar 80 persen. Fokus saat ini diarahkan pada pematangan nomor-nomor pertandingan. Meski BHS Cup menyasar kategori pelajar dan PON untuk senior, terdapat nomor seni gerak yang dapat diikuti atlet junior sebagai ajang menambah pengalaman.
“Selain ada nomor tarung, di sini juga ada nomor seni geraknya. Beberapa nomor seni gerak bisa diikuti tingkat junior,” tutupnya.
- Penulis: Ruang redaksi

