Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Proyek Beton Baru Retak Suara Warga Sidokerto Tercekik, PUMBSDA dan Anggota Dewan Terdiam Seribu Bahasa

Proyek Beton Baru Retak Suara Warga Sidokerto Tercekik, PUMBSDA dan Anggota Dewan Terdiam Seribu Bahasa

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Proyek betonisasi saluran air dan pavingisasi jalan di depan Balai Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, menuai keluhan serius warga akibat pemasangan U-Ditch bergelombang, tidak presisi, merusak pipa PDAM, dan minim pengawasan, sementara pihak terkait memilih diam.

Keluhan warga mencuat sejak awal pengerjaan. Sepanjang sisi kiri dan kanan badan jalan, U-Ditch terpasang tidak senter, elevasi bahu jalan timpang, dan permukaan tampak bergelombang. Kondisi itu memicu kekhawatiran soal fungsi drainase dan keselamatan pengguna jalan.

“Pemasangan U-Ditch ini bikin pusing. Kanan kiri tidak presisi, bergelombang, seperti asal jadi. Tukangnya memasang seperti asbes teras rumah,” kata seorang pengurus bidang pembangunan RW 3 yang juga pemborong proyek, Selasa (16/13)2025). Ia meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga menilai pengukuran ketinggian bahu jalan tidak akurat. Sisi selatan tampak lebih tinggi dibanding sisi utara. Akibatnya, aliran air berpotensi tidak optimal dan memicu genangan saat hujan.

Dampak proyek tidak berhenti di situ. Seorang ibu rumah tangga di RT 2/RW 3 mengeluhkan terputusnya aliran air bersih akibat pipa PDAM Delta Tirta yang pecah saat penggalian.

“Beberapa hari kami kebingungan memasak dan mandi karena pipa PDAM depan rumah pecah saat penggalian saluran air,” ujarnya.

Sorotan warga kian tajam setelah ditemukan U-Ditch terpasang tanpa cap perusahaan dan tanpa tanda SNI (Standar Nasional Indonesia). Dalam proyek pemerintah, spesifikasi teknis umumnya mensyaratkan material bersertifikat SNI untuk menjamin mutu, dimensi, dan kekuatan beton.

Mengacu standar beton pracetak, U-Ditch lazim menggunakan mutu K-300 hingga K-350 dengan pembuktian sertifikat pabrik dan uji laboratorium. Ketiadaan penandaan memunculkan dugaan penyimpangan spesifikasi. Untuk memastikan mutu beton, uji tekan seperti core drill test menjadi rujukan objektif.

Baca Juga  Kontroversi 'Sandera Ijazah' Antara Perlindungan Perusahaan dan Pelanggaran Hak Buruh

Secara teknis, pemasangan U-Ditch juga semestinya didahului rabat beton (lean concrete), yakni lapisan beton non-struktural bermutu rendah (umumnya K-50 hingga K-100) setebal 3–5 sentimeter sebagai lantai kerja agar elevasi rata dan stabil. Tanpa rabat yang benar, presisi pemasangan mudah meleset.

Ironisnya, proyek yang disorot warga ini nyaris tanpa respons terbuka dari konsultan pengawas lapangan maupun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam (PUMBSDA) Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah warga menilai pengawasan tidak terlihat tegas di lapangan. Padahal dalam rapat bersama perangkat, pengawas, kontraktornya, dan perwakilan warga yang semuanya berjumlah 9 orang, beberapa waktu sebelum pengerjaan proyek.

Sorotan juga mengarah ke wakil rakyat daerah pemilihan setempat. Di sekitar lokasi bahkan terpasang nama anggota DPRD Sidoarjo dari beberapa fraksi, termasuk Komisi B dan Komisi D. Namun, hingga kini, tidak ada pernyataan publik yang menjawab keluhan warga.

Bahkan pula, jalan gang di belakang proyek itu, terdapat nama seorang anggota dewan Sidoarjo, bernama Afdal Muhammad Ihsan dari F-Gab (PKS) dan anggota Komisi B dewan Sidoarjo, yang juga dapiilnya di Dapil Sidoarjo 1. Begitu juga terdapat deretan nama anggota dewan antara lain Kasipah, anggota dari F-PDIP dan Komisi D DPRD Sidoarjo yang punya dapil di Sidokerto. M. Abud, Bashori, Wahyu Lumaksono, dan masih banyak lagi. Herannya, mereka semua “terdiam seribu bahasa” pula, melihat pembangunan proyek betonisasi Saluran air dan pavingisasi jalan balai Desa Sidokerto.

Padahal, regulasi pengadaan pemerintah mewajibkan kesesuaian spesifikasi teknis dan pengawasan ketat. Penyimpangan mutu berpotensi merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan publik.

Warga mendesak audit teknis menyeluruh, pembuktian mutu material, dan perbaikan total sebelum proyek dilanjutkan. Mereka menegaskan pembangunan desa harus berdiri di atas kualitas, bukan sekadar cepat selesai.

Baca Juga  Bupati Subandi Tinjau Bantuan Beras Pemerintah Pusat, Warga: “Ini Sangat Membantu di Masa Sulit”

“Kami hanya ingin pekerjaan yang benar, aman, dan sesuai aturan. Ini uang publik, bukan milik pribadi,” tegas seorang warga.

Proyek infrastruktur semestinya menghadirkan manfaat, bukan luka. Di Sidokerto, beton telah terpasang namun mendapat penilaian amburadul dan tidak profesional, tetapi kepercayaan warga justru retak.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilih Baju Lebaran yang Nyaman

    Tips Pilih Baju Lebaran Nyaman dan Adem untuk Keliling Seharian

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lebaran momen spesial yang identik dengan silaturahmi dari satu rumah ke rumah lainnya. Pagi di rumah orang tua, siang di rumah saudara, sore di rumah teman, malam kembali ke rumah sendiri—hari yang panjang, penuh kebahagiaan, tapi juga bisa melelahkan. Dan yang lebih melelahkan lagi? Salah pilih baju! Panas, gerah, atau bahkan membuat gerakan […]

  • Peran pondok pesantren Jawa Timur

    Pondok Pesantren sebagai Pilar Moral dan Filter Budaya bagi Rakyat Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Anggota komisi A DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih mengatakan, keberadaan dan peran pondok pesantren di Jawa Timur ini sangat penting artinya bagi pendidikan moral masyarakat di Jawa Timur, baik di masa lalu, masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Sehingga, kalau saja ada kekurangan di satu pesantren tidak bisa digeneralisasikan bahwa semua […]

  • Pelatih Timnas Indonesia U-19

    Pelatih Timnas U-19 Indonesia Siap Ulangi Sukses 2013

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Timnas U-19 Indonesia, siap mengulang sukses di turnamen Piala AFF 2024 yang digelar di Surabaya tanggal 17 juli hingga 29 juli besok. Dalam sesi jumpa pers, pelatih timnas Indonesia Indra Safri mengatakan pihaknya akan berusaha mengulang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 11 tahun yang lalu yakni tahun 2013. Namun demikian Pihaknya […]

  • Muscab PKB Sidoarjo mrmanas

    Muscab PKB Sidoarjo Memanas, Abdillah Nasih “Kuda Hitam” Perebutan Kursi Ketua DPC

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Sidoarjo membahas pemilihan ketua baru, diikuti kader dan elite partai, berlangsung dinamis dengan persaingan empat kandidat kuat, mencakup konsolidasi internal dan arah politik lima tahun ke depan, ditujukan kepada struktur partai dan publik, digelar di favehotel Sidoarjo pada 04/04/2026. Suasana forum sejak pagi hingga malam terpantau kompetitif. […]

  • Kandungan Skincare untuk Pori-Pori Wajah

    Kandungan Skincare untuk Pori-Pori Wajah, Pilihan Terbaik agar Kulit Mulus dan Halus

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Wajah sudah rajin dicuci, tapi kenapa pori-pori masih terlihat besar? Jangan-jangan, kandungan skincare yang dipakai malah bikin masalah pori-pori wajah makin parah! Banyak yang berpikir kalau pori-pori bisa ditutup atau dihilangkan sepenuhnya. Faktanya, pori-pori adalah bagian alami kulit dan tidak bisa benar-benar hilang. Tapi jangan khawatir! Dengan skincare yang tepat, tampilan pori-pori bisa […]

  • Debat perdana Pilgub Jatim 2024

    Cagub Luluk Tantang Khofifah soal Kemiskinan dan Stunting di Debat Pilkada Jatim

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Debat perdana Pilkada Jawa Timur 2024 yang digelar di Graha Unesa, Jumat (18/10) malam, mengangkat tema “Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur.” Acara yang diinisiasi oleh KPU Jawa Timur ini menghadirkan tujuh panelis dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi terkemuka di wilayah Jawa Timur. […]

expand_less