Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Daerah » Proyek Beton Baru Retak Suara Warga Sidokerto Tercekik, PUMBSDA dan Anggota Dewan Terdiam Seribu Bahasa

Proyek Beton Baru Retak Suara Warga Sidokerto Tercekik, PUMBSDA dan Anggota Dewan Terdiam Seribu Bahasa

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Proyek betonisasi saluran air dan pavingisasi jalan di depan Balai Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, menuai keluhan serius warga akibat pemasangan U-Ditch bergelombang, tidak presisi, merusak pipa PDAM, dan minim pengawasan, sementara pihak terkait memilih diam.

Keluhan warga mencuat sejak awal pengerjaan. Sepanjang sisi kiri dan kanan badan jalan, U-Ditch terpasang tidak senter, elevasi bahu jalan timpang, dan permukaan tampak bergelombang. Kondisi itu memicu kekhawatiran soal fungsi drainase dan keselamatan pengguna jalan.

“Pemasangan U-Ditch ini bikin pusing. Kanan kiri tidak presisi, bergelombang, seperti asal jadi. Tukangnya memasang seperti asbes teras rumah,” kata seorang pengurus bidang pembangunan RW 3 yang juga pemborong proyek, Selasa (16/13)2025). Ia meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga menilai pengukuran ketinggian bahu jalan tidak akurat. Sisi selatan tampak lebih tinggi dibanding sisi utara. Akibatnya, aliran air berpotensi tidak optimal dan memicu genangan saat hujan.

Dampak proyek tidak berhenti di situ. Seorang ibu rumah tangga di RT 2/RW 3 mengeluhkan terputusnya aliran air bersih akibat pipa PDAM Delta Tirta yang pecah saat penggalian.

“Beberapa hari kami kebingungan memasak dan mandi karena pipa PDAM depan rumah pecah saat penggalian saluran air,” ujarnya.

Sorotan warga kian tajam setelah ditemukan U-Ditch terpasang tanpa cap perusahaan dan tanpa tanda SNI (Standar Nasional Indonesia). Dalam proyek pemerintah, spesifikasi teknis umumnya mensyaratkan material bersertifikat SNI untuk menjamin mutu, dimensi, dan kekuatan beton.

Mengacu standar beton pracetak, U-Ditch lazim menggunakan mutu K-300 hingga K-350 dengan pembuktian sertifikat pabrik dan uji laboratorium. Ketiadaan penandaan memunculkan dugaan penyimpangan spesifikasi. Untuk memastikan mutu beton, uji tekan seperti core drill test menjadi rujukan objektif.

Baca Juga  Hasil Survei 100 Hari Kerja Subandi - Mimik 81,7% Puas, di Parlemen LKPJ-nya Disorot Fraksi - Fraksi

Secara teknis, pemasangan U-Ditch juga semestinya didahului rabat beton (lean concrete), yakni lapisan beton non-struktural bermutu rendah (umumnya K-50 hingga K-100) setebal 3–5 sentimeter sebagai lantai kerja agar elevasi rata dan stabil. Tanpa rabat yang benar, presisi pemasangan mudah meleset.

Ironisnya, proyek yang disorot warga ini nyaris tanpa respons terbuka dari konsultan pengawas lapangan maupun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Alam (PUMBSDA) Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah warga menilai pengawasan tidak terlihat tegas di lapangan. Padahal dalam rapat bersama perangkat, pengawas, kontraktornya, dan perwakilan warga yang semuanya berjumlah 9 orang, beberapa waktu sebelum pengerjaan proyek.

Sorotan juga mengarah ke wakil rakyat daerah pemilihan setempat. Di sekitar lokasi bahkan terpasang nama anggota DPRD Sidoarjo dari beberapa fraksi, termasuk Komisi B dan Komisi D. Namun, hingga kini, tidak ada pernyataan publik yang menjawab keluhan warga.

Bahkan pula, jalan gang di belakang proyek itu, terdapat nama seorang anggota dewan Sidoarjo, bernama Afdal Muhammad Ihsan dari F-Gab (PKS) dan anggota Komisi B dewan Sidoarjo, yang juga dapiilnya di Dapil Sidoarjo 1. Begitu juga terdapat deretan nama anggota dewan antara lain Kasipah, anggota dari F-PDIP dan Komisi D DPRD Sidoarjo yang punya dapil di Sidokerto. M. Abud, Bashori, Wahyu Lumaksono, dan masih banyak lagi. Herannya, mereka semua “terdiam seribu bahasa” pula, melihat pembangunan proyek betonisasi Saluran air dan pavingisasi jalan balai Desa Sidokerto.

Padahal, regulasi pengadaan pemerintah mewajibkan kesesuaian spesifikasi teknis dan pengawasan ketat. Penyimpangan mutu berpotensi merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan publik.

Warga mendesak audit teknis menyeluruh, pembuktian mutu material, dan perbaikan total sebelum proyek dilanjutkan. Mereka menegaskan pembangunan desa harus berdiri di atas kualitas, bukan sekadar cepat selesai.

Baca Juga  Wabup Mimik Idayana Tak Mau Islah Dengan Bupati Subandi Terungkap ! Ini Jawabannya

“Kami hanya ingin pekerjaan yang benar, aman, dan sesuai aturan. Ini uang publik, bukan milik pribadi,” tegas seorang warga.

Proyek infrastruktur semestinya menghadirkan manfaat, bukan luka. Di Sidokerto, beton telah terpasang namun mendapat penilaian amburadul dan tidak profesional, tetapi kepercayaan warga justru retak.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urus Dokumen Tanpa Surat RT/RW

    Urus Dokumen Kependudukan Apa Saja Kini Tidak Perlu Lagi Surat RT/RW, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Wajib diketahui! Mengurus sejumlah dokumen kependudukan saat ini oleh pemerintah dipermudah, lantaran tidak lagi membutuhkan surat pengantar dari RT, RW, maupun desa atau kelurahan. Hal ini pernah disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi. Dikatakannya, surat pengantar RT, RW, desa, atau kelurahan hanya diperlukan […]

  • Film Mai

    Film “Mai” Sukses Buat Penonton Baper Masal

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Film “Mai” yang dirilis pada tahun 2024 adalah film sukses asal vietnam dengan genre drama romansa dan keluarga yang menggugah hati. Disutradarai oleh Tran Thanh, sosok Mai (Phuong Anh Dao) dikisahkan menjadi seorang ibu yang menghadapi berbagai tantangan dalam upayanya untuk menjaga dan melindungi keluarganya. Film ini mengeksplorasi tema-tema seperti cinta tanpa […]

  • Kusnadi ajukan Justice Collaborator dan Whistle Blower

    Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim: Kusnadi Sudah Ajukan Justice Collaborator dan Whistle Blower

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur (Jatim) tahun anggaran 2019-2022. Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, menjadi salah satu tokoh sentral yang diperiksa. Kasus ini mendapat perhatian luas karena melibatkan banyak pihak dalam proses penganggaran hingga pencairan dana […]

  • surabaya vaganza 2024

    Tumpah Ruah Warga Surabaya Dalam Surabaya Vaganza, Wali Kota Eri Pastikan Tahun Depan Lebih Menarik

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Warga Kota Surabaya dan luar Surabaya tumpah ruah dalam pagelaran Surabaya Vaganza 2024. Mereka terlihat memadati bahu-bahu jalan di sepanjang rute parade Surabaya Vaganza, mulai dari Tugu Pahlawan hingga ke Alun-Alun Surabaya. Mereka terlihat antusias dan sangat menikmati berbagai penampilan dalam Surabaya Vaganza itu. Event yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota […]

  • Program infrastruktur Jawa Timur Khofifah-Emil

    Relawan Milenial dan Gotong Royong, Debat Ketiga Pilgub Jatim: Strategi Khofifah-Emil Menuju Kemenangan

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 2Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Debat ketiga Pilgub Jawa Timur yang berlangsung di Grand City Mall, Senin (18/11), menjadi momentum strategis bagi pasangan calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak untuk menegaskan capaian dan program unggulan mereka. Acara yang disiarkan langsung oleh dua televisi nasional ini mendapat sorotan positif dari tokoh masyarakat dan generasi milenial […]

  • Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

    Deklarasi Nelayan Surabaya Pacu Ekonomi Biru Nusantara

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebuah gelombang baru optimisme menyapu sektor kelautan dan perikanan Indonesia, dimulai dari Surabaya. Pada Jum’at, (31/10/2024), Aliansi Nelayan Tradisional Kota Surabaya secara resmi mendeklarasikan dukungan penuh mereka terhadap program strategis pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan. Acara bersejarah yang berlangsung di Kantor Sekretariat Aliansi Nelayan Tradisional Gunung Anyar ini bukan sekadar seremonial. Seorang perwakilan […]

expand_less