Rafi Menang Musorkablub KONI Sidoarjo, Ada yang Masuk Angin?
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

M. Rafi Wibisono memenangi arena Musorkablub KONI Sidoarjo, estafet komando dipundaknya hadapi Porprov Jatim. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pengurus KONI Sidoarjo, akhirnya resmi terselenggara. Gelanggang Olah Raga (GOR) Sidoarjo, menjadi saksi bisu dinamika arena tersebut Pada Rabu (26/8/2026).
Pertemuan penting ini digelar di kompleks Stadion Gelora Delta. Agenda utama forum adalah memilih nakhoda baru untuk masa depan olahraga daerah.
M. Rafi Wibisono akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Sidoarjo. Ia meneruskan kepemimpinan periode 2026–2029.
Rafi menggantikan kepemimpinan lama yang sempat mengalami kekosongan. Imam Mukhri Affandy mengundurkan diri akibat gangguan kesehatan.
Posisi tersebut sempat diisi oleh Plt. Imam Purwanto. Sosok yang akrab disapa Haji Irwan itu, batal mencalonkan diri sebagai ketum definitif Musorkablub dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.
Kemenangan Rafi terkunci melalui tahapan verifikasi berkas dukungan cabang olahraga (cabor). Sebanyak 54 cabor terdata memiliki peran dalam proses verifikasi ini.
Penetapan ini tidak melalui mekanisme pemungutan suara langsung. Bukan hasil dari pemungutan suara, maupun dari hasil voting dan aklamasi. Panitia mengumumkan kemenangan Rafi mengantongi 36 surat dukungan resmi dari cabor.
Di sisi lain, nasib tragis dialami oleh Siswaji Abidin. Pria yang akrab disapa Pak Sis itu harus mengurut dada.
Semula Siswaji telah mengantongi 21 surat dukungan dari cabor. Jumlah tersebut sudah memenuhi ambang batas minimal 20 dukungan, hasil kesepakatan panitia penjaringan Musorkablub.
Namun saat pelaksanaan forum, peta dukungan berubah drastis. Dukungan Siswaji menyusut menjadi 15 cabor karena 6 cabor berpaling.
Akibatnya, Siswaji dinyatakan Tidak Memenuhi Persyaratan (TMP). Langkahnya terhenti tanpa sempat bertanding dalam pemungutan suara.
“Ya benar, mas Rafi yang terpilih sebagai Ketum baru. Pak Sis (Siswaji) kehilangan 6 surat dukungan menyeberang ke mas Rafi. Pak Sis kalah karena TMP. Kalau menurut saya, sejak awal pendaftaran mas Rafi sudah unggul jauh, mestinya pak Sis mengundurkan diri sebelum pelaksanaan Musorkablub,” ujar Yusuf Santriyono, Ketua Cabor Catur, yang sejak awal mendukung Rafi.
Perubahan peta dukungan ini memicu kekecewaan dari pendukungnya. Isu keprihatinan mengiringi gugurnya kandidat pendamping tersebut.
“Ada yang masuk angin dalam Musorkablub ini,” ujar singkat salah satu perwakilan cabor pendukung Siswaji dengan nada kecewa mendalam.
“Dalam rivalitas ada yang menang ada yang kalah, wajar aja sih. Ya beginilah KONI dalam Politik, Politik dalam KONI. Saya ucapkan selamat dan sukses buat mas Rafi,” ujar salah satu ketua cabor lain, yang tak mau sebut nama.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo turut memberikan wawasan, atas pentingnya nilai keolahragaan. Aspek integritas menjadi modal utama pembinaan para atlet.
“Semangat besarnya olahraga itu sportivitas dan integritas, target prestasi tidak hanya keahlian teknik saja,” tegas Plt Sekda Sidoarjo, Andjar Surjadianto, usai membuka pelaksanaan Musorkablub KONI Sidoarjo, Rabu siang (26/8/2026).
Sebagai nakhoda baru, Rafi membawa visi “Atlet Unggul, Sidoarjo Juara”. Ia berkomitmen merangkul generasi muda untuk memimpin perubahan.
“Alhamdulillah memberikan ruang luas untuk generasi muda tampil memimpin, karena generasi muda adalah investasi masa depan,” tutur Rafi dalam pidatonya.
Rafi menekankan pentingnya perhatian pada masa depan para atlet. Kesejahteraan atlet purna bakti menjadi fokus utama kepengurusannya.
“Kesejahteraan jangan hanya saat atlet produktif, setelah tidak produktif harus kita jamin pekerjaannya,” ungkap Rafi menyampaikan komitmennya.
Fokus terdekat KONI Sidoarjo adalah menghadapi Porprov Jatim 2027. Persiapan pusat latihan kabupaten akan segera dimaksimalkan.
Rafi optimistis Sidoarjo mampu memberikan kejutan dalam ajang tersebut. Ikhtiar terbaik akan dilakukan untuk meraih prestasi tertinggi.
“Tidak menutup kemungkinan bisa terjadi menggeser posisi Surabaya sebagai juara umum Porprov Jatim 2027,” kata Rafi sqat diwawancara usai acara.
Kini warga Sidoarjo menunggu bukti nyata dari kepengurusan baru ini. Harapan besar bertumpu agar olahraga Sidoarjo makin berprestasi dan transparan.
- Penulis: Ruang Nurudin

