Ziarah Makam Pendiri NU, Ma’ruf Amin Minta Muktamar Bersih dari Politik Uang
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 32 menit yang lalu
- print Cetak

Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin seusai berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah dan menekankan Muktamar NU harus bebas politik uang serta demokratis. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, ruang.co.id – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin, berharap Muktamar ke-35 NU berlangsung aman dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar diharapkan warga Nahdliyin. Harapan itu ia sampaikan usai berziarah ke makam pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Rabu malam (26/8/2026).
Wakil Presiden ke-13 ini menegaskan bahwa proses pemilihan dalam muktamar harus berjalan bersih dan jauh dari praktik kotor. “Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta hendaknya memilih pemimpin berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan atau iming-iming tertentu. “Semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama, akhlak ulama,” kata Kiai Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf secara khusus menyoroti potensi politik uang dalam kontestasi muktamar. Menurutnya, organisasi sebesar NU tidak pantas dinodai cara-cara transaksional semacam itu. “Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada, karena tidak layak kalau NU seperti itu,” tegasnya.
Sebelum ziarah, Kiai Ma’ruf lebih dulu bersilaturahmi dengan sejumlah kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada siang harinya. Pertemuan itu dihadiri antara lain KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, dan KH Muhibbul Aman Aly.
Dalam pertemuan tertutup itu, para kiai sepuh menyuarakan pentingnya pemerintah memberikan keleluasaan kepada peserta muktamar. Pemilihan pemimpin NU, menurut mereka, harus sepenuhnya menjadi hak dan kedaulatan muktamirin tanpa intervensi pihak mana pun.
Kiai Ma’ruf juga menyampaikan pesan kepada panitia agar menjaga seluruh rangkaian acara tetap kondusif. “Kepada para pelaksana, para panitia supaya menjaga supaya Muktamar ini berjalan dengan kondusif. Jangan terjadi apa-apa dan supaya berjalan secara demokratis dan jujur sesuai dengan akhlak NU,” ungkapnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang. Agenda utamanya adalah pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya. Ribuan peserta dari berbagai daerah telah mulai berdatangan sejak awal pekan ini.
Kehadiran Kiai Ma’ruf di lokasi muktamar sehari sebelum pembukaan dinilai sebagai bentuk dukungan moral. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa gesekan berarti, sekaligus menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
- Penulis: Ruang Gentur

