PENS Adakan FGD dengan BNPB, dan PT TIM Bahas Platform GerakCepatBencana
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

FGD PENS bersama BNPB dan PT TIM membahas platform GerakCepatBencana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PT Techno International Mandira (PT TIM). Forum ini membahas kondisi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, FGD menggali kebutuhan teknologi untuk mendukung pengelolaan kebencanaan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Pascasarjana PENS, pada Rabu, 16 September 2026.
Forum ini mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah. Ketiga unsur tersebut berkolaborasi mengembangkan platform GerakCepatBencana (GCB). Platform ini memiliki tujuan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan kebencanaan di Indonesia.
Dalam pengembangan GCB, PT TIM mengajak PENS berkolaborasi melalui skema Hiliriset Ajakan Industri. Selanjutnya, PT TIM menggandeng BNPB sebagai mitra pengguna. Karena itu, BNPB dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan tantangan penanganan bencana di lapangan.
BNPB Paparkan Kondisi Penanganan Bencana
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol. (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaya, S.H., M.Si., hadir sebagai pembicara utama. Ia menyampaikan insight mengenai kondisi penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Pada sesi pertama, Ary Laksmana Widjaya memaparkan kondisi penanganan bencana di berbagai daerah. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai situasi dan kebutuhan layanan kebencanaan di lapangan.
Kemudian, sesi kedua membahas kebutuhan platform yang mampu mengintegrasikan berbagai instansi pemerintah. Integrasi tersebut mencakup proses monitoring dan penanggulangan bencana. Selain itu, forum membahas tantangan yang dapat muncul dalam penerapan platform terintegrasi.
Pembahasan tersebut memberikan masukan penting bagi tim peneliti PENS dan PT TIM. Dengan masukan tersebut, tim dapat memahami kebutuhan pengguna secara lebih langsung. Informasi dari BNPB juga membantu tim melihat kebutuhan teknologi dalam pengelolaan data kebencanaan.
FGD dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik PENS, Prof. Dr. Moch. Zen Samsono Hadi. Ia mewakili PENS dalam mendukung pengembangan riset yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Selain unsur pimpinan, kegiatan tersebut mempertemukan peneliti PENS dan peneliti dari luar PENS. Mahasiswa, BNPB, serta mitra industri juga mengikuti forum tersebut.
Lintas Disiplin Kembangkan Platform GerakCepatBencana
Ketua peneliti Dr. Ir. Prima Kristalina, M.T. memimpin pembahasan pengembangan platform GerakCepatBencana. Tim penelitian melibatkan berbagai disiplin ilmu dan institusi.
Peneliti dari Research Group Mobile Network and Pervasive Computing PENS ikut mengembangkan riset tersebut. Tim juga melibatkan peneliti dari Program Studi Elektronika dan Teknik Komputer PENS.
Selain itu, peneliti dari Universitas Syiah Kuala dan Politeknik Negeri Lhokseumawe turut berkolaborasi. Mahasiswa bimbingan Disaster Management dari Program Studi Telekomunikasi dan Teknologi Rekayasa Internet PENS juga mengambil bagian dalam penelitian.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut mempertemukan berbagai keahlian teknologi. Dengan pendekatan tersebut, tim berharap dapat menjawab tantangan layanan kebencanaan di lapangan.
Menurut Prima Kristalina, FGD menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pengguna dengan pengembangan teknologi. Oleh karena itu, masukan BNPB dapat membantu tim menyempurnakan platform GerakCepatBencana.
Platform GerakCepatBencana Masuk Skema Hiliriset Ajakan Industri
Pengembangan GerakCepatBencana merupakan bagian dari Hiliriset Skema Ajakan Industri. Program tersebut menjadi salah satu program penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Skema Hiliriset Ajakan Industri membuka kesempatan bagi mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk bekerja sama dengan peneliti dari dunia akademik. Melalui kolaborasi tersebut, para pihak dapat mengembangkan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam penelitian ini, PT TIM yang diketuai Ir. Bintang Joeliarso, MBA menjadi mitra industri. PT TIM mengajak PENS mengembangkan platform GerakCepatBencana.
Selanjutnya, PT TIM menggandeng BNPB sebagai mitra pengguna. BNPB memberikan masukan terkait kebutuhan layanan kebencanaan. Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi tim dalam mengembangkan platform GCB.
Kolaborasi ini menerapkan pendekatan triple helix. Pendekatan tersebut mempertemukan akademisi, dunia industri, dan pemerintah dalam satu ekosistem pengembangan teknologi.
Dengan model tersebut, tim dapat melihat kebutuhan pengguna sejak awal penelitian. Selain itu, proses pengembangan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi. Tim juga mempertimbangkan kebutuhan operasional di lapangan.
PENS, PT TIM, dan BNPB Perkuat Kolaborasi
Melalui FGD, tim peneliti PENS menggali kebutuhan pengguna secara langsung. Sementara itu, PT TIM memperoleh insight mengenai pendekatan layanan bagi operator kebencanaan nasional.
Di sisi lain, BNPB menyampaikan berbagai persoalan dalam pengelolaan data kebencanaan. Informasi tersebut dapat menjadi masukan bagi tim dalam mengembangkan GerakCepatBencana.
Kolaborasi PENS, PT TIM, dan BNPB selanjutnya diharapkan menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Tim juga berharap hasil penelitian tidak berhenti pada tahap pengembangan.
Dengan demikian, skema Hiliriset Ajakan Industri dapat mempertemukan kekuatan riset perguruan tinggi, kebutuhan industri, dan kebutuhan masyarakat.
Pengembangan GerakCepatBencana menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut. Pada akhirnya, teknologi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung layanan kebencanaan dan membantu pengelolaan data secara lebih terintegrasi.
- Penulis: Ruang Wawan

