Titik Baru CFD Durungbedug Sidoarjo Bangkitkan Roda Ekonomi Rakyat
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

Ribuan warga tumpah ruah, memadati Jalan Raya Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, menyambut antusias pembukaan titik baru Car Free Day (CFD) perdana. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Ribuan warga tumpah ruah, memadati Jalan Raya Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, menyambut antusias pembukaan titik baru Car Free Day (CFD) perdana.
Ruang publik bebas kendaraan ini diinisiasi, untuk mendongkrak perekonomian lokal sekaligus memberikan wadah rekreasi sehat, yang menyatukan seluruh elemen masyarakat desa secara harmonis.
Sebanyak 360 lapak UMKM lokal dan luar desa, berpartisipasi aktif menjajakan aneka produk kuliner tradisional, minuman segar, hingga kerajinan tangan kreatif guna menarik minat kunjung pembeli.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, hadir langsung membuka kegiatan dan mendorong para pelaku usaha, agar memanfaatkan akses permodalan ringan resmi demi mengembangkan skala bisnis.
“Ini pertama kalinya saya menghadiri acara CFD yang diadakan di Desa Durungbedug. Mudah-mudahan acara ini berlanjut seterusnya dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Hj. Mimik Idayana.
Kepala Desa Durungbedug, H. M. Iskaq, menyatakan komitmen pemerintah desa dalam memfasilitasi administrasi warga, serta memastikan penyerapan pinjaman modal melalui lembaga keuangan daerah dapat berjalan optimal.
“Sudah beberapa bulan saya rencanakan. Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten, kegiatan ini bisa terlaksana dengan sukses. Insyaallah, ke depan akan terus berlanjut setiap minggu,” ungkap Iskaq.
Penjual UMKM setempat, Siti, menyampaikan rasa syukur atas tersedianya ruang berniaga, yang sangat membantu peningkatan omzet harian keluarga berkat ramainya pengunjung yang hadir.
“Alhamdulillah lapak saya ramai pembeli sejak pagi. Retribusi kebersihan yang hanya Rp5.000 juga sangat terjangkau bagi kami para pedagang kecil,” tutur Ibu Siti mewakili suara pedagang.
Penyelenggara CFD, Bapak Ahmad, menambahkan bahwa, penataan lapak dilakukan secara tertib dengan melibatkan 300 warga lokal dan 60 pedagang luar desa, demi menjaga keadilan ruang ekonomi.
Sektor pertanian unggulan seperti padi dan sayur mayur turut mendapat panggung promosi langsung, guna memperkuat rantai pasok pangan lokal langsung kepada konsumen akhir secara berkelanjutan.
Berdasarkan regulasi dan data valid Kabupaten Sidoarjo, program pemberdayaan UMKM ini didukung penuh oleh Peraturan Daerah tentang Penguatan Ekonomi Kerakyatan serta fasilitas pembiayaan melalui Delta Artha.
Penyelenggaraan rutin setiap hari Minggu pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini, diharapkan konsisten merawat ruang interaksi sosial, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi desa secara jangka panjang.
- Penulis: Ruang Nurudin

