Eks Sopir Truk Donor 130 Kali, Jadi Penjaga Stok Darah di HUT PMI ke-81 Sidoarjo
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Slamet Kamaluddin (69) Pensiunan pengemudi truk LPG antar kota antar provinsi rute Tanjung Perak Surabaya–Denpasar, konsisten mendonasikan darahnya sejak berusia 27 tahun. Motivasi utamanya sangat sederhana, yakni menjaga stamina serta kesehatan fisik. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Tubuh Slamet Kamaluddin (69) masih tampak bugar. Warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini kembali menorehkan jejak kemanusiaan dengan mendonorkan darahnya yang ke-130 hingga September 2026.
Pensiunan pengemudi truk LPG antar kota antar provinsi rute Tanjung Perak Surabaya–Denpasar tersebut, konsisten mendonasikan darahnya sejak berusia 27 tahun. Motivasi utamanya sangat sederhana, yakni menjaga stamina serta kesehatan fisik.
“Setiap kebijakan rentan bulan donor darah saya selalu mendonorkan. Hanya ingin sehat saja badannya. Selama rutin berdonor, saya belum pernah punya penyakit dalam seperti diabetes dan penyakit dalam lainnya,” tutur Slamet mantap, usai menerima penghargaan Pendonor Darah Ke- 125 kali dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yang disematkan oleh Bupati Subandi, di Pendopo Delta Wibawa, pada Sabtu (19/9/2026).
Meskipun disiplin menjaga ritme donor dua bulan sekali, pria tiga anak ini mengaku sempat beberapa kali ditolak petugas lantaran kondisi fisik kelelahan.
“Pernah ditolak karena kecapekan dan tensi naik 160. Donor pagi ditolak, setelah istirahat sejenak, malamnya saya donor di bus PMI depan GOR Sidoarjo,” kenangnya.
Slamet Kamaluddin, satu dari ratusan pendonor darah Sidoarjo yang mendapatkan penghargaan piagam dan cinderamata dari Bupati Sidoarjo, dikumpulkan di Pendopo Delta Wibawa. Mereka dari pendonor Ke- 50, 75, 100, hingga 125 kali.
Keteguhan para pahlawan darah kemanusiaan tersebut, mendapat apresiasi tertinggi pada peringatan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) Ke-81 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Dalam kesempatan seremoni acara itu, Bupati Sidoarjo menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pendonor rutin, atas kontribusi besarnya dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.
“Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas dukungan pendonor. Panjenengan semua adalah pahlawan sosial yang menjaga keselamatan warga Sidoarjo,” puji Bupati.

“Selain kami berikan penghargaan dan cinderamata, terhadap pendonor Ke- 125 kali kami beri hadiah sepeda gunung. Jangan dilihat hadiahnya, tapi manfaatnya digunakan bersepeda supaya pendonor lebih sehat lagi,” ujar Subandi.
Pejabat Forkompimda dan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, hadir dalam acara HUT PMI tersebut. Dalam kesempatannya, mereka juga menyematkan piagam penghargaan kepada para pendonor mulai yang ke 50 kali hingga 100 kali.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan publik terkait hal tersebut. Kehadiran stok darah yang melimpah, menjadi tumpuan utama penanganan medis darurat daerah.
Pengurus Ketua Bidang Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sidoarjo, M. Asik Yusa, membeberkan dinamika ketersediaan darah daerah secara terperinci.
“Hingga Oktober 2026, akumulasi pendonor mencapai 28.000 kantong. Sementara pemanfaatan medis sampai semester pertama mencakup 24.000 kantong,” ungkap Asik Yusa.
Menurut keterangan pihak UTD PMI Sidoarjo, di tahun 2025, jumlah pendonor darah sebanyak 47.113 orang, produksi darah sebanyak 11.2391 kantong. Sedangkan kebutuhan darah sebanyak 65.148 kantong.
Sedangkan di tahun 2026 semester 1 (jan-juni), jumlah pendonor 29.088 orang. Produksi darah sebanyak 51.744 kantong, sedangkan kebutuhan darah hingga saat ini (September 2026) sebanyak 34.074 kantong.
Data Distribusi dan Keamanan Kantong Darah UTD PMI Sidoarjo (2026)
Indikator Pelayanan Darah Keterangan / Capaian Data Sumber Data Valid
- Total Perolehan Donor ~28.000 Kantong Darah UTD PMI Sidoarjo
- Realisasi Pemanfaatan ~24.000 Kantong Darah UTD PMI Sidoarjo
- Jaringan Kerjasama (MoU) 49 Rumah Sakit (30 Sidoarjo, 19 Luar Daerah) UTD PMI Sidoarjo
- Proporsi Golongan Darah O (40%), B (30%), A (20%), AB (10%) UTD PMI Sidoarjo
Tingkat Kontaminasi/Pemusnahan 0,9% (Uji Saring IMLTD) Peraturan Menteri Kesehatan RI
Ketersediaan stok darah di Sidoarjo saat ini, dalam kondisi sangat stabil dan kualitas darahnya masih terjaga aman. Asik Yusa lebih jauh menjelaskan, seluruh sampel darah wajib lolos uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) melingkupi Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan Sifilis.
Hal tersebut selaras berdasarkan Permenkes No. 91 Tahun 2015, tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah, darah reaktif IMLTD wajib dimusnahkan guna menjamin keamanan pasien.
Asik Yusa menambahkan, pemakaian darah terbesar secara konsisten didominasi oleh golongan darah O yang mencapai 51 persen dari total permintaan medis.
“Golongan darah O paling tinggi pemakainnya. Kebutuhan medis daerah terkover baik lewat jaring kerja sama 49 rumah sakit,” jelas Asik.
Selain memenuhi kebutuhan lokal, UTD PMI Sidoarjo mengolah kelebihan plasma darah menjadi bahan baku obat olahan albumin nasional.
Data dari UTD PMI Sidoarjo menyebutkan, Plasma untuk fraksionasi di 2025 sejumlah 7.272 kantong. Sedangkan di tahun 2026 semester 1, sebanyak 7.136.
“Kami sudah mengirim 19.000 kantong plasma ke fasilitas industri. Langkah ini mendukung kemandirian obat nasional pada 2027 mendatang,” tutup Asik Yusa.
Hak cipta dan kekayaan intelektual karya jurnalistik ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dilarang mengutip, mendaur ulang, atau mereproduksi seluruh isi berita ini tanpa izin tertulis dari Redaksi Ruang.co.id.
- Penulis: Ruang Nurudin

