Breaking News
light_mode
Sabtu, 10 Oktober 2026
Beranda » Pendidikan » Menghidupkan Kembali Keris: Warisan Leluhur yang Tak Lekang Zaman di Tengah Perubahan

Menghidupkan Kembali Keris: Warisan Leluhur yang Tak Lekang Zaman di Tengah Perubahan

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Keris, sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, menjadi topik utama dalam diskusi publik bertajuk “Keris, Warisan Leluhur yang Tak Lekang oleh Zaman”. Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya ini berlangsung di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, menghadirkan sejumlah tokoh budaya dan sejarah sebagai pembicara.

Diskusi ini dihadiri oleh Basuki Teguh Yuwono, seorang Empu Keris dari Museum Brojobuwono Surakarta, Hidayat sebagai kolektor Keris asal Surabaya, serta Nanang Purwono, seorang pegiat sejarah dan budaya Kota Surabaya.

Keris: Lebih dari Sekadar Benda Fisik

Dalam paparannya, Basuki Teguh Yuwono mengungkapkan bahwa Keris adalah simbol budaya yang memuat nilai-nilai luhur bangsa. “Keris jangan dilihat hanya dari bentuk fisiknya, tetapi maknanya sebagai warisan budaya tak benda (intangible heritage). Keris mencerminkan keteguhan, kewibawaan, dan keragaman bangsa Indonesia,” ujar Basuki.

Ia juga menambahkan bahwa Keris harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan di masa kini dan mendatang. Menurutnya, meskipun era terus berubah, nilai-nilai dalam Keris tidak boleh hilang.

Pentingnya Peran Generasi Muda dan Pemerintah

Salah satu peserta diskusi dari komunitas Pasopati menyatakan perlunya keterlibatan pemerintah dalam mempromosikan Keris kepada generasi muda. Ia menilai bahwa kegiatan seperti pameran dan edukasi budaya perlu diperbanyak agar anak muda memahami pentingnya pelestarian Keris.

Basuki pun mengungkapkan harapannya terkait peran Kementerian Kebudayaan yang baru dibentuk. “Saya berharap kementerian ini bisa menangani isu-isu kebudayaan, termasuk pelestarian Keris, dengan lebih terarah,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga Ketua Umum Sekretariat Nasional Keris Indonesia, sebelumnya menekankan pentingnya pameran, penerbitan buku, dan edukasi di dalam maupun luar negeri untuk mendukung pelestarian Keris.

Baca Juga  Atap Kelas SDN Sidodadi Ambruk: Buruknya Konstruksi Jadi Sorotan DPRD Sidoarjo

Keris dan Jejaknya di Surabaya

Di Surabaya, Keris bukanlah hal baru. Hidayat menjelaskan bahwa sejarah mencatat keberadaan Empu pembuat Keris di beberapa kampung, seperti Ampel Gading dan Pandean. Informasi ini bahkan tercantum dalam serat kuno seperti Asmaradana dan Dandanggula.

Nanang Purwono menambahkan, simbolisasi Keris terlihat dalam sejarah perjuangan masyarakat Surabaya. Salah satu bukti nyata adalah patung Trip di Jalan Gunungsari, yang menggambarkan Keris sebagai senjata yang digunakan para pejuang.

Keris sebagai warisan budaya tak benda

Aksara Jawa: Tradisi Intektual yang Seiring Sejalan dengan Keris

Hidayat juga menggarisbawahi bahwa pelestarian Keris serupa dengan pelestarian Aksara Jawa. Menurutnya, aksara ini adalah bentuk tradisi intelektual yang digunakan para leluhur di Surabaya sejak abad ke-15 hingga ke-19. “Aksara Jawa layak dimasukkan dalam sejarah Kota Surabaya, bahkan menjadi bagian dari Museum Pendidikan,” katanya.

Peninggalan Baru untuk Museum Tugu Pahlawan

Diskusi ini juga mencatat momen bersejarah dengan penyerahan sebilah Keris dari keluarga Kanjeng Pangeran Adipati Aryo Karyonagoro Surakarta kepada Museum Tugu Pahlawan. Kepala Disbudporapar, Hidayat Syah, menerima hibah ini sebagai bagian dari upaya memperkaya koleksi museum dan mengedukasi masyarakat.

Keris bukan sekadar pusaka, tetapi juga simbol budaya yang memuat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Diskusi publik ini menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali warisan leluhur agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi kunci utama pelestarian Keris sebagai warisan budaya tak benda.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyakit musim hujan

    Musim Hujan Datang, Awas 5 Penyakit Mematikan Ini! Begini Solusi Cerdas Menghadapinya

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Musim hujan bukan hanya membawa kesegaran, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Data Kementerian Kesehatan 2023 menunjukkan, kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak 40% selama musim penghujan, sementara leptospirosis dan flu menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Lantas, bagaimana cara melindungi diri dari penyakit musim hujan yang kerap mengintai? Daftar Penyakit Musim […]

  • wisuda predikat cumlaude penerima KIPK mahasiswa Unusa

    Wisudawan Cumlaude Unusa, Bukti Beasiswa KIPK Cetak Generasi Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lebih dari 1.000 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengikuti prosesi wisuda yang diadakan pada Kamis (26/9) di Dyandra Convention Hall, Surabaya. Dari total 1.084 wisudawan, mayoritas penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) berhasil meraih predikat cumlaude. Mereka tersebar di lima fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,95. […]

  • Raperda Fasilitas Pesantren

    Gema Fasilitasi Pesantren di Paripurna DPRD: Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Percepat Raperda Sidoarjo

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suara lantang tentang masa depan pesantren menggema di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (25/10/2025). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pembentukan Raperda Fasilitasi Pesantren yang diinisiasi DPRD. Bupati Sidoarjo Subandi berdiri di podium, menatap deretan anggota dewan dan perwakilan pondok pesantren yang hadir. Ia menyatakan, Raperda ini bukan […]

  • Kebangkitan Tinju Sidoarjo

    Gelora Tinju Sidoarjo Bangkit Lewat Fun Fight Boxing yang Meledakkan Semangat Atlet Muda

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Ledakan antusiasme 84 atlet tinju amatir dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, Jember, Gresik, dan Jombang mengguncang BUMDes Sumber Awong, Desa Lebo, saat Fun Fight Boxing yang digelar Pengcab Pertina Sidoarjo berlangsung pada Minggu (16/11). Agenda perdana itu bukan sekadar pertandingan, tetapi panggung pencarian talenta yang selama ini hilang dari peta prestasi Sidoarjo. Ketua […]

  • BSU 2025

    Kupas Tuntas 5 Jebakan Gagal BSU 2025 Rp600 Ribu untuk Pekerja dan Guru Honorer

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gempita penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 senilai Rp600.000 untuk 17,3 juta pekerja dan 288 ribu guru honorer ternyata menyisakan kekecewaan. Banyak yang justru menemui notifikasi penolakan saat cek status di situs BPJS Ketenagakerjaan. Apa saja jebakan tersembunyi yang bikin aplikasi BSU Anda gagal? Simak analisis mendalam plus langkah darurat menyelamatkan hak subsidi […]

  • logical fallacies

    Debatmu Sering Mentok? Awas Terjebak 14 Jebakan Logical Fallacies Ini!

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernah merasa diskusi dengan pasangan atau rekan kerja berputar-putar tanpa solusi? Anda mungkin sedang menghadapi logical fallacies atau sesat pikir—kesalahan penalaran yang menggerogoti kualitas argumen. Menurut Iswan Saputro, M.Psi., psikolog kognitif, fenomena ini sering muncul di media sosial, ruang rapat, bahkan percakapan sehari-hari tanpa disadari. Tak sekadar bikin debat jadi panas, kesalahan berpikir […]

expand_less