Persebaya Gagal Menang, Bernardo Tavares Ungkap Kesalahan di Gol Garudayaksa
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Alex Martins mencetak Gol saat Persebaya menghadapi Garudayaksa FC
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Persebaya harus berbagi poin dengan Garudayaksa FC setelah pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 berakhir 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9). Sempat unggul melalui Alex Martins, Green Force kehilangan kemenangan setelah lawan mencetak gol balasan hanya beberapa menit kemudian.
Hasil tersebut terasa kurang maksimal bagi Persebaya. Pasalnya, tim asuhan Bernardo Tavares memiliki sejumlah kesempatan sepanjang laga dan bahkan mampu memecah kebuntuan menjelang pertandingan berakhir.
Alex Martins mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-84. Penyerang Persebaya itu memanfaatkan umpan Jefferson Silva dan menyelesaikannya dengan sundulan yang membawa tuan rumah unggul 1-0.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai peluit panjang. Garudayaksa FC menemukan celah melalui situasi bola mati dan mencetak gol penyeimbang lima menit kemudian.
Bernardo Tavares Soroti Gol Penyeimbang
Kehilangan keunggulan pada penghujung pertandingan menjadi perhatian utama Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu menilai ada kesalahan koordinasi ketika pemain Garudayaksa menjalankan sepak pojok dengan skema pendek.
Menurut Tavares, garis pertahanan Persebaya tidak bergerak secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat pemain lawan memperoleh kesempatan untuk mengirimkan bola ke area berbahaya.
“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelasnya.
Tavares juga menilai pemain Persebaya kurang cepat memberikan tekanan kepada pengumpan. Akibatnya, Garudayaksa memiliki waktu untuk mengarahkan bola menuju tiang jauh.
“Kami juga kurang agresif menekan pemain yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu menjadi satu-satunya peluang besar mereka pada babak kedua,” imbuhnya.
Kesalahan tersebut menjadi semakin mahal karena terjadi ketika Persebaya hanya membutuhkan beberapa menit lagi untuk mempertahankan keunggulan.
Banyak Peluang, Hanya Satu Gol
Terlepas dari hasil akhir, Persebaya sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada pertahanan Garudayaksa. Green Force menghasilkan 19 percobaan tembakan dan memperoleh beberapa peluang sepanjang pertandingan.
Namun, jumlah peluang itu belum berbanding lurus dengan gol yang tercipta. Persebaya hanya mampu mencetak satu gol dari Alex Martins.
Miguel Pereira bahkan sempat menjebol gawang Garudayaksa. Akan tetapi, gol tersebut tidak disahkan setelah wasit melakukan pengecekan melalui VAR.
Situasi tersebut membuat efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi Persebaya.
Bernardo Tavares mengakui timnya masih dapat menunjukkan permainan yang lebih baik, terutama pada babak pertama. Ia menyebut Persebaya sebenarnya sudah menciptakan peluang, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.
“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami menciptakan beberapa peluang. Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus. Dan itu terlihat pada pertandingan hari ini,” ujar Tavares.
Tavares Tetap Apresiasi Pemain Persebaya
Meski kemenangan kembali lepas, Tavares tetap menghargai kerja keras anak asuhnya. Ia melihat pertandingan berjalan dalam tempo dan intensitas tinggi.
Persebaya juga unggul dalam sejumlah aspek permainan, termasuk jumlah tembakan dan sepak pojok. Namun, dominasi tersebut belum cukup untuk mengamankan tiga poin.
“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” kata Tavares.
Hasil 1-1 membuat Persebaya harus segera berbenah. Bagi Tavares, pertandingan melawan Garudayaksa memberikan pelajaran penting tentang pentingnya menjaga fokus sampai pertandingan benar-benar selesai.
- Penulis: Ruang Wawan

