DPRD Jatim Ajak Warga Bersholawat Bareng Habib Syech
- account_circle Ruang redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

DPRD Jatim Ajak Warga Bersholawat Bareng Habib Syech. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – DPRD Jawa Timur menggelar Jatim Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Acara berlangsung di Halaman Gedung DPRD Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (7/10/2026) malam.
Jatim Bersholawat menjadi pembuka rangkaian Hari Jadi Jawa Timur ke-81. Sekretariat DPRD Jatim mengemasnya lewat konsep “Harja Five Vibes” yang mencakup lima agenda bernuansa religi, kenegaraan, budaya, dan napak tilas sejarah.
Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf menyebut peringatan ini milik seluruh warga. “Hari Jadi Jawa Timur ini bukan hanya milik pemerintah atau DPRD, tetapi milik seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (6/10).
Ia mengajak masyarakat hadir dan berdoa bersama. Di tengah efisiensi anggaran, Musyafak ingin peringatan tetap bermakna. “Kita ingin semarak, tetapi tetap bersahaja,” katanya.
Sekretaris DPRD Jatim Moh Ali Kuncoro menambahkan, Jatim Bersholawat baru pertama kali digelar di Gedung DPRD Indrapura. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan terbuka untuk umum. Gubernur, Wakil Gubernur, serta pimpinan dan anggota DPRD Jatim dijadwalkan hadir.
Ali memaknai angka 81 sebagai simbol gerak maju. Delapan dianggap angka infinity, sedangkan satu menunjukkan Jawa Timur sebagai barometer dan lokomotif provinsi secara nasional pada 2026 dan setelahnya.
Agenda kedua adalah Rapat Paripurna Istimewa pada 12 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB. Sekitar 500 undangan disiapkan. Masyarakat umum bisa ikut melalui pendaftaran di kanal resmi dengan kuota 50 orang. Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkonfirmasi menjadi pembicara.
DPRD Jatim juga menggandeng pelaku UMKM untuk menyediakan hidangan makan siang. Langkah ini disebut sebagai bentuk pelibatan masyarakat kecil.
Agenda ketiga berupa pagelaran wayang di halaman Gedung DPRD Jatim. Agenda keempat adalah haul Gubernur Pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Aryo Suryo di Kabupaten Magetan. Rangkaian ditutup pengajian akbar pada 30 November 2026 bersama KH Anwar Zaid dari Bojonegoro.
Ali memastikan seluruh rangkaian tetap semarak meski dalam keterbatasan anggaran. “Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Jawa Timur supaya seluruh rangkaian kegiatan hari jadi bisa berlangsung dengan baik,” pungkasnya.
- Penulis: Ruang redaksi

