Breaking News
light_mode
Sabtu, 5 September 2026
Beranda » Daerah » Candi Dermo Menyala, Menguak Benang Merah Pusat Kerajaan Majapahit Ada di Sidoarjo yang Tak Padam

Candi Dermo Menyala, Menguak Benang Merah Pusat Kerajaan Majapahit Ada di Sidoarjo yang Tak Padam

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Di tengah sawah sunyi Dusun Dermo/ Dusun Santren, Desa Candinegoro, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, bata merah tua peninggalan “Candi Dermo” masih tegar.

Bangunan kuno itu bukan hanya sisa sejarah, ia adalah denyut nadi masa lalu yang menolak padam.

Candi Dermo, diperkirakan dibangun pada akhir masa Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.

Hal ini didasarkan pada gaya arsitektur dan bahan penyusunnya, yang serupa alias sama dengan bangunan-bangunan era Majapahit, menggunakan bata merah besar dengan teknik susun rapi tanpa semen.

Hal itu termaktub dalam buku budayawan Suhartono, Agus (2018), Arkeologi Sidoarjo, Dari Candi ke Delta, Lembaga Budaya Jawa Timur, memuat tentang sejarah Candi Dermo.

Secara budaya, Candi Dermo termasuk dalam jejak arsitektur Majapahit di Sidoarjo, yang menunjukkan peralihan dari era Hindu-Buddha menuju pengaruh Islam.

Hal ini bisa dilihat dari struktur bata yang sederhana, menandakan masa-masa surutnya pembangunan candi megah.

Nama “Dermo” sendiri dipercaya berasal dari kata “Derma” atau “Dharma”, yang berarti kebajikan, amal, atau pengabdian.

Dalam tradisi lisan masyarakat sekitar, Candi Dermo dianggap sebagai tempat semedi seorang pertapa Majapahit yang disebut Mpu Dermo, seorang tokoh sakti yang meninggalkan kemegahan istana untuk mencari ketenangan batin.

Menurut cerita rakyat, Mpu Dermo melakukan pertapaan panjang di tempat ini dan mencapai moksa (lepas dari siklus kelahiran dan kematian).

Oleh karena itu, lokasi ini kemudian disucikan dan dibangunlah sebuah candi sebagai tanda penghormatan atas kebijaksanaannya.

Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa Candi Dermo menjadi penanda spiritual terakhir Majapahit di wilayah delta Brantas, simbol akhir kejayaan dan awal perubahan zaman menuju kerajaan Islam di pesisir utara Jawa.

Baca Juga  Sejarah Kota Padang: Dari Perkampungan Nelayan hingga Kota Metropolis

Dalam kisah sejarah pula, Candi Dermo juga dikatakan sebagai bangunan candi penanda gerbang/ pintu masuk pusat keraton kerajaan Majapahit.

Data dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud (2023) menunjukkan, struktur Candi Dermo dibangun pada abad ke-14 Masehi dengan teknik bata merah khas Majapahit.

Di sekelilingnya ditemukan fragmen arca, yoni, dan saluran air suci, bukti kuat fungsi ritual spiritual pada masa itu.

Warga sekitar menyebut tempat ini sebagai “tanah tapabrata”, tempat pertapa Majapahit bernama Mpu Dermo mencapai moksa.

Kini, generasi muda Dermo mulai menghidupkan kembali warisan ini. Mereka membersihkan area situs setiap bulan dan menyiapkan festival budaya Majapahit tahun depan.

Candi Dermo bukan hanya tumpukan bata merah. Candi ini sebagai nyala abadi peradaban, pengingat bahwa sejarah tak pernah hilang, hanya menunggu generasi berani untuk menghidupkannya kembali.

Penelitian etno-astronomi dan analisis arah/ azimuth pada Candi Dermo menunjukkan, ada orientasi terukur pada struktur candi yang berkaitan dengan arah mata angin (kajian azimuth/ arahan kompas di lokasi). Ini memberi dasar bahwa arsitek kuno. Mungkin memperhitungkan arah mata angin saat membangun.

Beberapa artikel dan tugas ilmiah lokal mendapati konsep geometri dan pola bangunan, yang merefleksikan pemikiran ruang beraturan (susunan teras, fragmen di empat sisi), yang bisa diinterpretasikan sebagai penanda orientasi ke empat penjuru.

Ada variasi lain dalam penamaan lokasi di Desa Candinegoro, Dusun Santren / Dusun Dermo, dan data koordinat yang dipakai, konsistensi lokasi/koordinat menguatkan kekuatan klaim “Titik Nol” dengan pemetaan terintegrasi.

Dalam acara “Bincang Sejarah” di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Kelurahan Pucanganom, Kota Sidoarjo, Satriagama Rakantaseta, peneliti muda asal Sidoarjo telah membenarkan, di tengah – tengah titik pusat bangunan Candi Dermo, merupakan “Titik Nol” dari empat arah kutub, bukan di Yogyakarta.

Baca Juga  Sejarah Pertempuran Surabaya 10 November: Perjuangan Heroik dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

“Pada bangunan fisik candi, terdapat empat pintu saling bersilang, dan keempat pintu itu mengarah pada arah mata angin kutub Utara, Selatan, Barat dan Timur, ujar Seta, sapaan akrabnya.

Hal ini terdapat indikasi kuat—dari kajian azimuth, studi geometri, dan narasi lokal—bahwa Candi Dermo memiliki relasi yang signifikan dengan arah mata angin dan fungsi ruang ritual.

Seta menyatakan secara tegas bahwa, “Titik Nol dari Empat Penjuru” meyakini klaim tersebut, secara tetap hipotesis penelitiannya, dengan menggunakan metode pendekatan studi Geologis dan Geografis.

Bahkan, dalam keyakinannya pula, dari Candi Dermo merupakan sebuah benang merah yang menguak sejarah penting, bahwa pusat Keraton Kerajaan Majapahit berada di kawasan Krian, Sidoarjo, bukan di Trowulan, Mojokerto.

“Dari studi penelitian saya dengan pendekatan geografis dan geologis, memang di kawasan Krian, ada sumber yang kuat pula, di Kec. Balongbendo, Tarik dan sekitarnya, Merupakan bagian dalam pusat peradaban Kerajaan Majapahit. Meski saat ini masih belum ditemukan satu situs-pun sebagai artefak ilmu arkeologi sebagai peninggalan warisan kerajaan Majapahit,” ungkap Seta.

Ia menerangkan, “Tapi saya sangat meyakini ada chapter kisah sejarah yang lost (hilang/ lepas) sepertinya terkesan disengaja, tentang penanda lokasi pusat Kerajaan Majapahit. Nanti saya akan melaunching buku saya dan kita bedah bersama, Pusat Keraton Modjopait The Lost Majapahit Important Chapter”.

Dalam keyakinan penelitian Seta, yang juga mengaku hasil penelitiannya itu di dukung oleh Dinas Kepurbakalaan Prov. Jatim dan Sidoarjo, bahwa dari terkuaknya Candi Dermo yang membuktikan tentang peradaban Kerajaan Majapahit masa lampau benar – benar ada di Sidoarjo.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocoran iPhone 17 Pro

    Bocoran iPhone 17 Pro Kamera Boba Tetap, Desain Bingkai Besar, dan Inovasi Metalensa Canggih!

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Meskipun Apple belum secara resmi merilis iPhone 17 Pro, bocoran desain dan fitur terbaru mulai beredar di internet. Banyak penggemar teknologi yang penasaran tentang perubahan apa saja yang akan dibawa oleh iPhone 17 series 2025 ini. Apa yang paling menarik perhatian? Desain kamera boba yang tetap dipertahankan, namun dengan tampilan bingkai besar dan […]

  • 10 Aneka Kue Kering Lebaran Kekinian yang Wajib Ada di Meja!

    10 Aneka Kue Kering Lebaran Kekinian yang Wajib Ada di Meja!

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Hari pertama Lebaran, tamu datang silih berganti, dan mereka langsung melirik meja ruang tamu. Toples kue sudah tertata rapi. Mereka pun mulai membuka satu per satu. Tapi… kue yang ada cuma nastar, kastengel, dan putri salju lagi? Bukannya nggak enak, tapi kadang kita butuh jajan lebaran yang lebih fresh dan kekinian! Saat ini, […]

  • Kampanye terakhir Khofifah-Emil

    Doa dan Sholawat Bersama: Kampanye Terakhir Khofifah-Emil di Jatim Expo

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Hari Kampanye terakhir, pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur nomor 02 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak menggelar doa dan Shalawat bersama puluhsn ribu pendukungnya, di gedung Jatim Expo, sabtu (23/11) siang. Dalam orasinya Baik Khofifah maupun Emil sama sama mengajak pendukungnya untuk memenangkannya dengan tetap mewujudkan pemilu yang […]

  • Mahalini isi soundtrack Film - lirik lagu mencintaimu

    Lirik Lagu Mahalini “Mencintaimu” (OST Film 2nd Miracle In Cell No 7)

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Suara Mahalini yang lembut dan penuh emosi sangat cocok untuk membawakan lagu dengan tema cinta “Mencintaimu”, yang dulu sempat dipopulerkan oleh Krisdayanti. Lirik lagu “Mencintaimu” ini sangat menyentuh hati dan berhasil menyampaikan pesan tentang kasih saying yang sangat tulus. Lirik Lagu Mencintaimu Mencintaimu Seumur hidupku Selamanya Setia menanti Walau di hati saja […]

  • Gubernur Khofifah SEMANOR

    Gubernur Khofifah Rehabilitasi Sarpras untuk Nyalakan Asa Juara Atlet SMANOR Jatim

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan rehabilitasi sarana dan prasarana SMANOR (Sekolah Menengah Atas Olahraga) Jatim, di Sidoarjo, Rabu (17/12), sebagai penguat pembinaan atlet pelajar, agar terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Peresmian ini menandai selesainya renovasi fasilitas inti olahraga dan asrama yang menjadi jantung pembinaan atlet muda Jawa Timur. […]

  • Jadwal Tayang The Legends of the Condor Heroes: The Gallants di Bioskop Surabaya

    Jadwal Film Legends of the Condor Heroes: The Gallants di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siap-siap terhanyut dalam kisah epik pertempuran mempertahankan tanah air! Film “Legends of the Condor Heroes: The Gallants” hadir di layar lebar, menyajikan aksi laga yang memukau dengan latar sejarah yang kuat. Disutradarai oleh maestro film laga, Tsui Hark, film ini membawa penonton ke era Dinasti Song Selatan, di mana Tiongkok menghadapi ancaman besar […]

expand_less