Gebrakan Catur Pelajar Surabaya, Wonocolo dan Sawahan Berpacu di Jalur Juara
- account_circle Mascim
- calendar_month 27 menit yang lalu
- print Cetak

Suasana pertandingan catur pelajar Piala Wali Kota Surabaya 2026 di Balai Pemuda Surabaya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 di Balai Pemuda sebagai upaya menjaring bibit-bibit pecatur muda dari jenjang SD dan SMP. Ajang yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ini mempertemukan peserta dari seluruh kecamatan se-Kota Pahlawan dengan konsep seleksi berjenjang yang objektif.
Ketua Pelaksana yang ditunjuk KONI Kota Surabaya, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menjelaskan bahwa setiap kecamatan idealnya mengirimkan 60 peserta. Rinciannya, 20 peserta untuk kategori SD kelas 1-3, 20 peserta untuk SD kelas 4-6, dan 20 peserta untuk SMP, baik putra maupun putri. “Dengan kuota 60 peserta per kecamatan, kita bisa mendapatkan 18 juara dari masing-masing kecamatan,” jelas Hesnud di sela pertandingan, Rabu (24/6/2026).
Dari hasil rekapan dua hari penyisihan pada Senin dan Selasa, realita di lapangan menunjukkan kesenjangan partisipasi. Pada hari Senin yang mempertemukan 10 kecamatan seperti Tandes, Asem Rowo, dan Sukomanunggal, Kecamatan Tandes menjadi contoh paling timpang. “Tandes untuk SD kelas 1-3 itu nol, tidak mengirimkan sama sekali, baik putra maupun putri. SD 4-6 hanya 2 putra, dan SMP 7 putra. Total peserta dari Tandes hanya 9 dari target 60 orang,” rinci Hesnud. Akibat minimnya peserta, Tandes hanya melahirkan 5 juara, jauh dari total 18 juara yang seharusnya bisa diperoleh.
Untuk hari Selasa yang mempertandingkan 10 kecamatan seperti Wonokromo, Wonocolo, dan Wiyung, Kecamatan Wonocolo menjadi yang terbanyak dengan raihan 14 juara. Sementara Wonokromo hanya 9 juara, Wiyung 9, dan Karang Pilang 12 juara. Data partisipasi ini menjadi dasar evaluasi pemerataan pembinaan catur di Surabaya.
“Konsep ini sangat bagus untuk sosialisasi dan promosi olahraga catur. Ternyata banyak pelajar di Surabaya yang antusias dan baru pertama kali ikut turnamen. Tapi dari rekapan ini juga terlihat jelas kecamatan mana yang sekolah-sekolahnya aktif mengirimkan peserta,” imbuh Hesnud. Ia menyayangkan meski informasi lomba sudah lama disebar melalui Dispora, Dispendik, hingga Instagram resmi Disbudporapar dan Dispendik Kota Surabaya, jangkauannya ke sekolah-sekolah belum maksimal. “Ini evaluasi penting bagaimana kita bisa lebih masif lagi mensosialisasikan program gratis ini,” tegasnya.
Meski demikian, antusiasme peserta dan wali atlet terpantau tinggi. Banyak dari mereka yang baru tahu informasi ini dari teman atau grup komunitas, bukan dari sekolah.
Pada Rabu ini, penyisihan berlanjut dengan total 11 kecamatan yang dibagi dalam sesi pagi dan siang, menjadwalkan total peserta ideal 300 orang per sesi dari 5 kecamatan. Seluruh juara tingkat kecamatan akan kembali berlaga di Grand Final pada Kamis (25/6/2026) di Balai Pemuda Surabaya. Para pemenang di kategori SD 1-3, SD 4-6, dan SMP putra-putri akan memperebutkan uang pembinaan tunai, medali, dan piagam penghargaan dari Pemerintah Kota.
“Kami berharap Grand Final nanti tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan karakter sportivitas dan mental bertanding. Mereka adalah bibit baru yang nantinya bisa kita bina menjadi atlet profesional,” tutup Hesnud.
Rekap Peraih Juara Tingkat Kecamatan
Senin, 22 Juni 2026
- Sawahan : 12 juara
- Semampir : 9 juara
- Kenjeran : 8 juara
- Sukomanunggal : 7 juara
- Lakarsantri : 7 juara
- Pabean Cantikan : 6 juara
- Krembangan : 6 juara
- Tandes : 5 juara
- Bulak : 5 juara
- Asemrowo : 4 juara
Selasa, 23 Juni 2026
- Wonocolo : 14 juara
- Karangpilang : 12 juara
- Wonokromo : 9 juara
- Wiyung : 9 juara
- Jambangan : 9 juara
- Dukuh Pakis : 9 juara
- Pakal : 8 juara
- Gayungan : 7 juara
- Benowo : 6 juara
- Sambikerep : 5 juara
- Penulis: Mascim

