Breaking News
Senin, 22 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Siapa yang Diuntungkan Regulasi Baru Persilat 2026? dan Ini Hasil PORKAB Cabor Pencak Silat

Siapa yang Diuntungkan Regulasi Baru Persilat 2026? dan Ini Hasil PORKAB Cabor Pencak Silat

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) bersama PERSILAT (Persatuan Pencak Silat Internasional), resmi menetapkan regulasi terbaru Pencak Silat 2026, berlaku penuh pertengahan tahun, dengan fokus keselamatan atlet, modernisasi pertandingan, dan standar internasional Olimpiade.

Aturan baru menegaskan larangan teknik berisiko tinggi seperti serangan kepala, bantingan berbahaya, dan kuncian ekstrem, demi melindungi pesilat dari cedera serius saat bertanding.

Di kejuaraan PORKAB Sidoarjo 2026 Cabang Pencak yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026), federasi IPSI Sidoarjo mulai menerapkan aturan baru tersebut.

Aturan baru itu berlaku untuk para Juri, Wasit, atlet peserta kejuaraan, termasuk semua organisasi perguruan pencak silat, serta penontonnya.

Aturan itu juga mencakup sistem poin digital berbasis sensor kini diterapkan, membuat penilaian lebih objektif, transparan, dan mudah dipahami penonton, sekaligus mengurangi bias wasit dalam pertandingan.

Etika gelanggang diwajibkan, termasuk salam dan sikap hormat, menegaskan sportivitas sebagai fondasi utama, seiring modernisasi yang menjadikan Pencak Silat lebih atraktif.

Wigati, juri bersertifikat nasional, yang juga saat ini memimpin tim Juri wasit PORKAB 2026, menegaskan, kualitas atlet bergantung pada ketegasan wasit juri, sehingga IPSI Sidoarjo gencar melaksanakan penataran dan sosialisasi aturan baru.

Menurut Wigati, peningkatan SDM wasit juri dilakukan melalui latihan rutin, try out, dan penugasan intensif, agar penilaian gerakan semakin terasah dan profesional.

Aturan baru Pencak Silat 2026, membawa dampak signifikan bagi ekosistem olahraga ini. Fokus utama regulasi adalah keselamatan atlet, sportivitas, dan modernisasi pertandingan.

Pesilat muda menjadi pihak yang paling diuntungkan, karena larangan teknik berbahaya dan kewajiban pelindung tubuh, membuat mereka lebih aman saat bertanding di gelanggang.

Penonton internasional, juga merasakan manfaat dengan sistem poin digital yang transparan, menjadikan pertandingan lebih atraktif dan mudah dipahami secara global.

Wasit kini terbantu teknologi sensor, sehingga beban subjektivitas berkurang dan keputusan lebih objektif, mendukung keadilan dalam setiap pertandingan resmi.

Namun, pesilat senior yang terbiasa dengan teknik keras, kehilangan keunggulan lama, sementara pelatih tradisional harus mengubah strategi latihan dengan biaya adaptasi.

Penyelenggara lokal menghadapi tantangan investasi perangkat sensor digital dan tim medis standar, menambah beban biaya dalam setiap kejuaraan daerah maupun nasional.

Pesilat agresif dengan gaya bertarung eksplosif, kini lebih mudah terkena penalti atau diskualifikasi, sehingga harus menyesuaikan diri dengan regulasi modern.

Aturan baru ini, menguntungkan pihak yang mendorong keselamatan dan modernisasi, tetapi merugikan mereka yang masih bergantung pada tradisi teknik keras.

Sementara, Darso Satyonegoro, Sekretaris IPSI Sidoarjo, menjelaskan terkait PORKAB saat ini, kategori tanding kelas A hingga I sesuai berat badan, serta seni tunggal, ganda, dan regu.

Sebanyak 85 atlet dari 12 perguruan ikut bertanding di PORKAB Sidoarjo 2026, dengan 59 atlet di kategori tanding dan sisanya di kategori seni.

IPSI Sidoarjo mencatat torehan awal positif di Kejurprov 2026, dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu, bukti potensi besar atlet daerah.

Sementara itu dalam rangkaian penutupan, hasil pertandingan mencatat Pagar Nusa mengumpulkan 8 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Posisi kedua ditempati oleh Tapak Suci dengan raihan 5 emas, 6 perak, 4 perunggu, disusul PSHT di urutan ketiga dengan 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.

Kompetisi mempertandingkan nomor tunggal, ganda, dan regu untuk kategori putra dan putri. Sebanyak 128 pesilat dari berbagai perguruan se-Kabupaten Sidoarjo turun bertanding.

Pungkas Ketua IPI Pengda Sidoarjo, Anang Siswandoko, hasil PORKAB ini menjadi tolok ukur dan bahan seleksi utama untuk mempersiapkan kontingen Sidoarjo menghadapi POPDA Jawa Timur 2026 dan PORProv Jatim 2026 mendatang.

“Kami harap semangat ini terus dijaga demi mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi,” pungkasnya.

Dengan regulasi baru ini, Pencak Silat semakin siap bersaing di panggung dunia, memperkuat posisinya sebagai olahraga bela diri menuju Olimpiade internasional.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less