Jumlah Pencari Kerja di Sidoarjo Tembus 76 Ribu, Fakta TPT Mengejutkan Tembus Tertinggi Se-Jatim
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Jumlah pencari kerja Sidoarjo tembus 76 ribu jiwa, fakta mengejutkan, sorotan tertinggi TPT data resmi BPS Sakernas terbaru. (Ilustrasi Foto By AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Kabupaten Sidoarjo kembali mencatat angka mengejutkan. Sebanyak 76.063 jiwa resmi tercatat sebagai pengangguran terbuka.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencatat, total angkatan kerja Sidoarjo mencapai 1.172.557 jiwa.
Dari jumlah itu, 1.096.494 jiwa berhasil bekerja. Namun, beban pencari kerja tetap tinggi. Sidoarjo memikul angka terbesar di Jawa Timur.
Datakita mencatat sebanyak 71.459 pencari kerja aktif di tahun 2023. Sedangkan di tahun yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sempat menyentuh 8,05 persen, dan menempati peringkat tertinggi se- Jatim.
Meski begitu, tren menurun terlihat jelas. TPT Sidoarjo turun ke 6,49 persen pada 2024, dan kini 5,75 persen hingga Agustus 2025 yang masih peringkat tertinggi se- Jatim. Namun untuk selama tahun 2026, BPS belum menorehkan jumlah angka TPT dan prosentasenya.
Fenomena pengangguran terpelajar mendominasi dan bervariatif. Sarjana menyumbang angka tertinggi, 25,10 persen pengangguran. Banyak lulusan menunggu lowongan, sesuai kriteria keinginan dan harapannya.
SMK menyumbang 24,20 persen pengangguran. Mismatch kurikulum dengan kebutuhan industri modern menjadi penyebab utama.
SMA umum menyumbang 22,40 persen. Minimnya keahlian terapan siap pakai membuat mereka sulit terserap.
Sementara lulusan SD ke bawah justru lebih cepat terserap sektor informal. Data menunjukkan, keterbatasan ekonomi memaksa mereka bekerja apa saja.
Regulasi terkait ketenagakerjaan diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. UU ini menegaskan hak warga atas pekerjaan layak dan merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikannya.
Terkorelasi dengan hal tersebut, BPS juga mencatat data makro terbaru. IPM Sidoarjo mencapai 83,35 poin, status sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi melaju 5,63 persen.
Industri manufaktur menyumbang 48,57 persen PDRB. Penyerapan tenaga kerja terbesar berasal dari lulusan SMK dan SMA.
Namun, persaingan lulusan sarjana tetap ketat. Lantaran pasar kerja lokal belum mampu menampung semua tenaga akademis.
Fakta ini membuktikan tantangan serius bagi Sidoarjo. Urbanisasi dan ekspansi industri, belum sepenuhnya menjawab ketimpangan pasar kerja.
- Penulis: Ruang Nurudin
