Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Kabinet Merah Putih: Dr Hufron Soroti Tantangan Koordinasi dan Efektivitas

Kabinet Merah Putih: Dr Hufron Soroti Tantangan Koordinasi dan Efektivitas

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Minggu yang lalu, berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra Presiden Joko Widodo. Pelantikan ini dilakukan di Gedung Nusantara MPR-DPR-DPD RI, Jakarta, dan menandai awal dari era baru pemerintahan Indonesia dengan susunan kabinet yang lebih besar dan ambisius dibandingkan kabinet sebelumnya.

Presiden Prabowo juga langsung memperkenalkan Kabinet Merah Putih, yang terdiri dari 48 menteri, 56 wakil menteri, dan 5 kepala badan. Susunan kabinet ini mencerminkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kabinet Jokowi-Ma’ruf yang hanya memiliki 34 menteri dan 17 wakil menteri. Lonjakan jumlah menteri dan wakil menteri ini menjadi sorotan banyak pihak, terutama mengenai efektivitas dan efisiensi pemerintahan baru.

Menanggapi hal ini, Dr. Hufron, SH., MH., pakar hukum tata negara dari Universitas 17 Agustus Surabaya, menjelaskan bahwa secara yuridis, jumlah menteri yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo tidak melanggar hukum. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 yang memperbolehkan penentuan jumlah kementerian berdasarkan kebutuhan pemerintahan yang berjalan.

“Secara hukum, tidak ada batasan jumlah menteri selama sesuai dengan kebutuhan presiden. Ini disebut dengan Rechtmatigheid van bestuur atau legitimasi hukum pemerintah,” ujar Dr. Hufron.

Meskipun diakui dari segi hukum, banyak pihak yang mempertanyakan kemampuan kabinet besar ini untuk bekerja secara efektif. Konsep Doelmatigheid van bestuur atau asas kemanfaatan pemerintahan menjadi krusial dalam menilai efektivitas kabinet baru ini. Kabinet yang besar memberikan peluang pembagian kerja yang lebih spesifik, namun juga menghadirkan tantangan dalam hal koordinasi, sinkronisasi, dan biaya anggaran.

Menurut Dr. Hufron, kabinet ini akan diuji dalam enam bulan pertama, terutama dalam hal kemampuan mereka menunjukkan program-program yang berdampak nyata pada masyarakat. “Tumpang tindih kewenangan antar kementerian menjadi salah satu kekhawatiran utama, terutama jika koordinasi dan sinkronisasi tidak berjalan baik,” tambahnya.

Baca Juga  Apresiasi Pemkab Pasuruan: LAZISMU Berantas Rentenir, Wujudkan SDGs

Tantangan lainnya adalah persoalan sinkronisasi antar kementerian, terutama kementerian yang memiliki lingkup kerja serupa. Misalnya, pemecahan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menjadi beberapa kementerian baru yang berfokus pada isu keamanan dan hak asasi manusia. Dr. Hufron menegaskan bahwa penajaman tugas dan fungsi masing-masing kementerian harus dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kewenangan.

“Koordinasi yang jelas antara kementerian-kementerian seperti Kementerian Hukum dan Kementerian HAM sangat penting. Jika tidak ada koordinasi, program-program strategis pemerintah bisa terhambat,” ungkap Dr. Hufron.

Di samping masalah koordinasi, Dr. Hufron juga mengingatkan akan potensi masalah anggaran akibat pengelolaan kabinet yang besar. “Bertambahnya jumlah kementerian, wakil menteri, dan badan-badan baru akan meningkatkan beban anggaran negara, yang bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi,” jelasnya.

Namun, pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen bahwa kabinet besar ini akan memperkuat efektivitas dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Publik dan pengamat pun akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja kabinet ini dalam menjalankan tugasnya.

Pada akhirnya, meskipun kabinet besar ini menyimpan tantangan tersendiri, Presiden Prabowo optimistis bahwa kabinet ini akan mempercepat pelaksanaan visi dan misi pemerintah. Efektivitas kabinet akan diuji dalam beberapa bulan ke depan melalui hasil yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Way I do

    Lirik dan Makna Lagu Marcos Hernandez “The Way I Do”

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lagu “The Way I Do” oleh Marcos Hernandez rilis tahun 2005. Lagu ini sebuah balada romantis yang mengeksplorasi kekuatan cinta dan ketergantungan emosional. Liriknya menggambarkan perasaan mendalam seseorang yang awalnya tidak ingin terlibat dalam hubungan serius, namun akhirnya jatuh cinta tanpa bisa menghindarinya. Lirik Lagu The Way I Do Your kiss, your […]

  • Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) Official Timnas Indonesia

    Prediksi Line-up Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Timnas Indonesia bersiap menghadapi laga perdana paling menantang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda akan bertemu Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Pertama-tama, pertandingan ini menjadi ujian penting bagi pelatih Patrick Kluivert yang mengemban tugas membawa Indonesia bersaing di […]

  • Milad LAZISMU

    Forum Milad LAZISMU Serukan Dakwah Kemanusiaan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Jakarta, Ruang.co.id – Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Jakarta menjadi saksi haru dan semangat solidaritas dalam Forum Milad LAZISMU, Rabu (23/07/2025). Mengusung tema “Dakwah Kemanusiaan Berkelanjutan dan Inklusif”, forum ini mempertemukan tokoh nasional dan ulama visioner dalam merumuskan arah zakat dan filantropi masa depan. Dalam suasana penuh kekhidmatan, Habib Jakfar menegaskan pentingnya sinergi lintas kelompok dalam […]

  • Gigit Kuku

    Dampak Buruk Jika Sering Menggigit Kuku

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menggigit kuku, kebiasaan yang sering dianggap sepele, namun memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Kebiasaan ini umum terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi juga dapat berlanjut hingga dewasa. Banyak dampak buruk yang akan terjadi apabila sering menggigit kuku. 1. Infeksi Bakteri Menggigit kuku dapat menyebabkan bakteri dan kuman masuk ke dalam mulut dan […]

  • sengketa tanah SHM Mojokerto

    PTUN Surabaya Babat Sertifikat SHM 27 Tahun: Kalahkan Bukti Negara, Menang Dengan Absen di Persidangan?

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemilik sah tanah seluas 9.460 meter persegi di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jonko Pranoto, terpukul dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang membatalkan sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya. Padahal, dokumen itu telah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak 1997 dan diperoleh melalui proses waris yang sah. Kini, Jonko terpaksa […]

  • Coach Bernardo Tavares memimpin latihan di Lapangan C Gelora Bung Tomo (Dok. Official Persebaya)

    Dilema Kuota Pemain Asing Persebaya di Era Bernardo Tavares, Siapa yang Tersingkir?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Persebaya Surabaya tengah berada di fase krusial. Di satu sisi, optimisme tumbuh seiring hadirnya pelatih anyar Bernardo Tavares. Namun di sisi lain, regulasi justru memaksa Bajul Ijo menghadapi dilema pelik sejak awal era baru. Kedatangan dua pemain Brasil, Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva, memang menegaskan ambisi Persebaya menatap Super League 2025/2026. Akan tetapi, […]

expand_less