Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Terkini » Kisah Inspiratif Tunggal Teja Asmara! Dari Kegelapan Menuju Cahaya Islam yang Mencerahkan

Kisah Inspiratif Tunggal Teja Asmara! Dari Kegelapan Menuju Cahaya Islam yang Mencerahkan

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Terkadang, cahaya kebenaran datang melalui jalan yang panjang dan berliku. Namun, bagi mereka yang mencarinya dengan hati yang tulus, Allah akan membimbingnya. Inilah kisah Tunggal Teja Asmara, seorang mualaf inspiratif dari Surabaya, yang menemukan Islam setelah melewati perjalanan hidup yang penuh liku. Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tetapi juga tentang keteguhan hati dan kekuatan iman.

Angin laut Kenjeran berhembus lembut, membawa kenangan masa kecil Tunggal yang penuh perjuangan. Lahir di Surabaya pada Agustus 1983, Tunggal adalah satu-satunya anak laki-laki di antara tiga saudara perempuan: Wulan Mei Lina, Dewi Rati Kristina Wati, dan Sukma Ayu Candra. Mereka tumbuh dalam kemiskinan, di rumah kontrakan sempit berukuran 3×5 meter. Dinding kusam menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

Meskipun hidup dalam keterbatasan, Tunggal merasa cukup. Nasi dengan garam adalah santapan sehari-hari yang mereka nikmati dengan penuh syukur. Di bawah langit malam yang kadang bertabur bintang, kadang mendung kelam, mereka tertawa bersama, berbagi cerita, dan saling menguatkan. Kisah inspiratif ini mengajarkan kita tentang arti kesederhanaan dan kebersamaan.

Ibunda Tunggal, Siti Julaika (Almarhumah), adalah keturunan seorang ulama besar, Kiai Haji Abu Aslar, putra dari Sunan Giri, salah satu Wali Songo. Namun, keputusannya menikah dengan ayah Tunggal, Sholikan, yang bukan pilihan keluarga, membuatnya terusir dari tanah kelahirannya di Blitar. Mereka memulai hidup baru di Surabaya, membangun keluarga di tengah keterbatasan.

Kehidupan di Surabaya tak mudah. Ibu bekerja sebagai buruh cuci ikan grago, sementara Ayah menjadi buruh pembuat panci di Rungkut. Penghasilan mereka nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga suatu hari, sekelompok orang Kristen datang membawa bantuan. Perlahan, keyakinan keluarga Tunggal mulai goyah. Perjalanan spiritual ini menunjukkan betapa rapuhnya iman ketika diuji oleh kehidupan.

Baca Juga  Tak Jauh dari Mapolresta, Bupati Sidoarjo Tutup Tiga Toko Distributor Miras Eceran

Di usia 10 tahun, Tunggal sudah terbiasa mendengar doa-doa yang asing baginya. Gereja menjadi tempatnya bermain, beribadah, bahkan bolos sekolah. Ia terbuai dalam kenyamanan yang mereka tawarkan, tanpa sadar bahwa perlahan ia semakin jauh dari Islam.

Saat duduk di kelas 5 SDN Bulak Rukem Timur 258 Surabaya, Tunggal tak naik kelas karena terlalu sering menghadiri peribadatan sore hari. Ejekan teman-teman menghunjam batinku, membuatnya merasa kecil dan tak berdaya. “Mana Tuhanmu? Bisa bantu kamu naik kelas?” Pertanyaan itu mengguncang jiwanya. Pergolakan batin ini menjadi titik balik dalam hidupnya.

Saat SMP, Tunggal bertemu seorang teman bernama Agus. Ia tak pernah memaksanya kembali ke Islam, hanya menunjukkan kebaikan melalui sikapnya. Rasa ingin tahu Tunggal tumbuh. Ia mulai mendengar, membaca, dan mencari kebenaran yang selama ini samar baginya.

Suatu hari, Agus mengajaknya mondok di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Losari, Jombang. Di sana, Tunggal menemukan ketenangan. Ia belajar Al-Qur’an, hadits, dan makna Islam yang sesungguhnya. Setiap sujudnya terasa lebih dalam, setiap ayat yang dibaca menenangkan hatinya. Pondok pesantren menjadi tempat ia menemukan cahaya kebenaran.

Tunggal kembali ke Surabaya, melanjutkan sekolah di STM 45 Jojoran. Di tengah kesibukan belajar, ia mengikrarkan syahadat secara diam-diam. Agustus 2001, dengan hati yang mantap, ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya. Ia kembali kepada Islam, kembali ke jalan yang seharusnya dipijaknya sejak dulu.

Namun, ujian tak berhenti di situ. Keluarganya justru semakin jauh dari Islam. Ayahnya, yang selama ini bertahan, akhirnya menyerah dan mengikuti ibunya masuk Kristen. Hatinya hancur ketika adiknya dinikahkan secara sirri tanpa wali. Ia merasa Islam telah mengecewakannya, tanpa menyadari bahwa yang salah bukan agamanya, melainkan ketidaktahuannya akan hukum Islam. Kembali ke Islam adalah keputusan terberat sekaligus terindah dalam hidupnya.

Baca Juga  Risiko Sertifikat Tanah Lama 1961-1997 Pembaruan Data Tanah Adalah Solusi Utama

Hari ini, Tunggal hidup dalam ketenangan bersama keluarganya. Ia mengajarkan makna Islam yang sesungguhnya kepada istri dan anak-anaknya, agar mereka tak terjerumus ke dalam jalan yang pernah ditempuhnya dulu. Ia yakin, hidayah Allah itu seperti fajar—datang perlahan, tetapi pasti.

“Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam…” (QS. Al-An’am: 125)

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • kontroversi poster film Pabrik Gula

    Poster Kontroversial “Pabrik Gula”: Manoj Punjabi Berjanji Tetap Berkarya dengan Rasa Hormat

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Manoj Punjabi, produser kenamaan yang telah melahirkan banyak karya fenomenal, akhirnya buka suara terkait kritik tajam terhadap poster film terbarunya, Pabrik Gula. Poster tersebut dianggap terlalu vulgar oleh sejumlah kalangan, termasuk Lembaga Sensor Film (LSF), yang meminta agar desainnya segera direvisi. Manoj, yang juga CEO MD Pictures, mengungkapkan bahwa desain poster itu […]

  • Info Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Australia di Surabaya

    Info Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Australia di Surabaya

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Nonton bersama (nobar) Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Timnas Australia dalam babak Kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga, di Surabaya Expo Center (SBEC), pada Selasa (10/9/2024). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk ikut dalam kegiatan nobar di SBEC. Sebab, hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan kepada Timnas […]

  • Air Terjun

    Air Terjun di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Jawa Timur, sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Indonesia, tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya tetapi juga dengan pesona alamnya yang menakjubkan, termasuk wisata air terjun yang memikat hati para pengunjung. Ini bisa dijadikan rekomendasi destinasi air terjun yang wajib kamu kunjungi saat berada di Jawa Timur. 1. Air Terjun Coban […]

  • Jadwal film Komang di Bioskop Surabaya

    Jadwal Tayang Film Komang di Surabaya, Kisah Cinta Ode dan Komang Ade

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film “Komang” yang dibintangi oleh Aurora Ribero siap menyapa penonton dengan kisah cinta yang hangat dan penuh warna. Terinspirasi dari lagu populer Raim Laode, film ini mengisahkan perjalanan cinta Ode, seorang pemuda asal Buton, Sulawesi Tenggara, dengan Komang Ade, seorang wanita Bali. Perbedaan budaya dan latar belakang menjadi bumbu utama dalam kisah cinta […]

  • Kolaborasi Elumor dan Garuda Indonesia

    Elumor dan Garuda Indonesia Beri Kejutan Spesial di Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 menjadi semakin berkesan berkat kolaborasi istimewa antara Elumor dan Garuda Indonesia. Melalui program “Elumor Confidence Tour”, kedua brand ini memberikan kejutan spesial berupa rangkaian produk perawatan diri gratis kepada penumpang penerbangan pagi rute Surabaya-Denpasar. Produk unggulan seperti Elumor Brightening Body Wash, Shampoo Non-SLS, dan Deodorant Spray dibagikan untuk […]

  • UMKM Sidoarjo dan Banjarmasin

    Sidoarjo dan Banjarmasin Bersua Merajut Asa, Menghidupkan Denyut Nadi Ekonomi Wong Cilik

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Rumah dinas Wakil Bupati Sidoarjo mendadak hangat, dipenuhi semangat gotong royong dua kepala daerah yang peduli pada nasib wong cilik. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana menyambut hangat kedatangan Wakil Wali (Wawali) Kota Banjarmasin Ananda Krista Algani, untuk merajut kerja sama strategis, pembangunan ekonomi kerakyatan. Pertemuan penting ini difokuskan pada penguatan sektor […]

expand_less