Breaking News
light_mode
Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda » Kolom » Peran Shopping Mall dalam Transformasi Ekonomi Kota Surabaya

Peran Shopping Mall dalam Transformasi Ekonomi Kota Surabaya

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Athaya Maheswari Jumhur

Ruang.co.id – Pusat perbelanjaan memiliki sejarah panjang yang berakar dari ruang-ruang niaga terbuka pada masa Yunani Kuno, seperti agora, serta forum di Romawi. Perkembangannya kemudian terlihat pada pasar beratap seperti Trajan’s Market, yang telah menaungi ratusan kios dan menyerupai konsep pusat perbelanjaan modern. Memasuki Abad Pertengahan hingga era Renaisans, alun-alun kota dan bazaar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang sosial dan budaya masyarakat. Pada abad ke-20, konsep pusat belanja tertutup mengalami evolusi signifikan menjadi shopping mall modern.

Transformasi ini terutama dipelopori oleh Victor Gruen di kawasan pinggiran kota Amerika Serikat, dengan menghadirkan pusat perbelanjaan yang terencana, dilengkapi sistem pendingin ruangan, serta mengutamakan kenyamanan pengunjung. Sejak dekade 1950-an, konsep ini menyebar secara global dan berkembang menjadi mega-mall yang tidak hanya menyediakan kebutuhan konsumsi, tetapi juga berfungsi sebagai destinasi wisata, penggerak investasi, pencipta lapangan kerja, serta indikator pembangunan infrastruktur perkotaan. Di Surabaya, yang sejak masa kolonial dikenal sebagai kota perdagangan, tradisi ruang niaga terus berlanjut dari aktivitas di pelabuhan dan pasar tradisional menuju hadirnya pusat perbelanjaan modern yang tersebar di kawasan pusat maupun pinggiran kota. Mal-mal tersebut kini berperan sebagai pusat aktivitas komersial, rekreasi, dan sosial yang memperkuat posisi Surabaya sebagai kota berskala nasional hingga internasional. Beberapa pusat perbelanjaan modern yang menjadi favorit konsumen sekaligus penggerak ekonomi di kota ini antara lain adalah Tunjungan Plaza.

Gambar 1. Trajan’s Market sebagai pusat perbelanjaan pertama di dunia.

Pasar modern di kawasan Tunjungan sebelum bertransformasi menjadi Tunjungan Plaza pada dasarnya merupakan kelanjutan dari fungsi historis Jalan Tunjungan sebagai pedestrian shopping street elit sejak masa pemerintahan Gemeente pada awal abad ke-20. Koridor ini dipenuhi deretan pertokoan, galeri, restoran, serta rumah usaha bergaya kolonial yang tersusun secara linear sepanjang jalan, dengan penekanan kuat pada pengalaman berbelanja sambil berjalan kaki. Sebagai jantung perekonomian kota Surabaya, kawasan ini menjadi simbol modernitas awal, sebuah pusat komersial yang mengintegrasikan aktivitas perdagangan, jasa, dan rekreasi dalam satu ruang perkotaan yang hidup. Jalan Tunjungan pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mencerminkan dinamika kehidupan urban masyarakat kolonial dan awal pascakolonial.

Foto: Istimewa

Gambar 2. Jalan Tunjungan, 1934. Sumber: Nationaal Archief.

Tunjungan Plaza resmi beroperasi pada tanggal 15 Desember 1986 di koridor Jalan Tunjungan, kawasan yang sejak era kolonial telah dikenal sebagai pusat perbelanjaan elit sekaligus jantung perekonomian Kota Surabaya. Keberadaannya menandai kelanjutan fungsi historis kawasan tersebut sebagai ruang niaga utama yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga  Mempelajari Tata Kelola Hutan di Kota Teh Hijau Shizuoka

Memasuki era 1990-an, Surabaya mulai membangun citra sebagai kota perdagangan modern. Kehadiran Tunjungan Plaza, disusul Delta Plaza, menjadi landmark baru yang menandai pergeseran karakter kota dari “kota kerja” berbasis industri menuju ruang konsumsi yang lebih dinamis. Transformasi ini turut didukung oleh hadirnya hotel-hotel internasional seperti JW Marriott Hotel Surabaya, kawasan perkantoran, serta pusat perbelanjaan modern di pusat kota. Secara historis, perubahan wajah Jalan Tunjungan dari pusat perbelanjaan terbuka pada masa kolonial menjadi bangunan mall modern mencerminkan tekanan sekaligus tuntutan perkembangan ekonomi kota metropolitan. Pusat perbelanjaan tidak lagi sekadar tempat transaksi, melainkan juga simbol modernitas dan gaya hidup urban. Sebagai penggerak ekonomi, Tunjungan Plaza memiliki peran ganda. Pada tingkat mikro, keberadaannya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui peningkatan jumlah UMKM, berkembangnya usaha rumah kos, terbukanya lapangan kerja, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sementara itu, pada tingkat kota, Tunjungan Plaza menjadi magnet kunjungan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan. Penelitian mengenai ekuitas merek pusat perbelanjaan di Surabaya menunjukkan bahwa Tunjungan Plaza memiliki kekuatan brand equity yang paling dominan, ditandai dengan tingkat top of mind yang tinggi, asosiasi merek yang positif, serta loyalitas konsumen yang kuat. Posisi ini menjadikannya sebagai pusat perbelanjaan yang mampu mempercepat perputaran ekonomi sekaligus menarik investasi baru di sektor perdagangan. Dalam kerangka sejarah ekonomi kota, Tunjungan Plaza dapat dipandang sebagai kelanjutan tradisi Surabaya sebagai kota dagang, namun dalam bentuk pasar modern berskala besar yang menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat status Surabaya sebagai kota perdagangan.

Foto: Istimewa

Gambar 3. Tunjungan Plaza 1988. Sumber: Facebook.

Transformasi Tunjungan Plaza sebagai pasar modern bukanlah sebuah fenomena yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari garis panjang sejarah ekonomi Surabaya dari kota dagang. Dari pelabuhan, pasar tradisional, pedestrian shopping street jalan Tunjungan, hingga mall modern. Namun, seiring berkembangnya zaman, Seiring perkembangan zaman, pusat perbelanjaan modern telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat urban. Keberadaannya tidak lagi terpusat di kawasan inti atau jantung kota, melainkan menyebar mengikuti pertumbuhan wilayah dan pola permukiman. Fenomena ini mencerminkan pergeseran struktur ekonomi kota yang semakin terdesentralisasi, di mana aktivitas konsumsi dan jasa tidak lagi bergantung pada satu pusat utama.

Baca Juga  Dua Jalan Menuju Pemakzulan Bagi Bupati Pati

Di Surabaya, perkembangan tersebut terlihat jelas melalui hadirnya pusat-pusat perbelanjaan di berbagai kawasan, seperti Pakuwon Mall di Surabaya Barat dan Galaxy Mall di Surabaya Timur. Penyebaran ini menunjukkan bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai penopang pertumbuhan kawasan baru sekaligus penggerak ekonomi lokal di sekitarnya. Dalam perspektif sejarah ekonomi, pola ini menandai fase lanjutan dari evolusi ruang niaga di Surabaya, dari yang semula terpusat menjadi lebih menyebar dan terintegrasi dengan perkembangan kota. Ke depan, tren ini kemungkinan akan terus berlanjut, seiring dengan kebutuhan akan akses yang lebih dekat, efisiensi mobilitas, serta perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Transformasi pusat perbelanjaan di Surabaya menunjukkan bahwa shopping mall merupakan bagian dari kesinambungan sejarah ekonomi kota, bukan sekadar fenomena modern. Dari ruang niaga terbuka di Jalan Tunjungan hingga berkembang menjadi pusat perbelanjaan modern seperti Tunjungan Plaza, terlihat adanya perubahan bentuk tanpa menghilangkan fungsi utama Surabaya sebagai kota dagang, sekaligus mencerminkan pergeseran dari ekonomi berbasis distribusi menuju konsumsi dan jasa yang lebih kompleks. Penyebaran mall ke berbagai wilayah kota juga menandai terjadinya desentralisasi ekonomi, di mana aktivitas niaga tidak lagi terpusat, tetapi mengikuti perkembangan kawasan dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, peran pusat perbelanjaan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi dan digitalisasi, dengan bertransformasi dari sekadar ruang transaksi menjadi ruang pengalaman yang tetap relevan dalam dinamika ekonomi perkotaan yang terus berkembang.

Referensi

Alifia, R., & Kristiyanto, S. (2025). Dampak Mal Tunjungan Plaza Terhadap Sektor Ekonomi Masyarakat Sekita. Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan, 5(3).

https://journal.sinov.id/index.php/jurimbik/article/view/1407
Patriajaya, A. C., & Kusliansjah, Y. K. (2019). Hilangnya karakter pedestrian shopping street Jalan Tunjungan akibat transformasi Surabaya sebagai Kota Metropolitan.

Baca Juga  Debt Collector Garang di Jalan Bisa Kena Pasal KUHP

ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 4(1). 10.30822/arteks.v4i1.81
Peters, R. (2013). Surabaya, 1945-2010: Neighbourhood, State and Economy in Indonesia’s City of Struggle. Asian Studies Association of Australia.
Redyantanu, B. P. (2017). KETERPADUAN BLOK TUNJUNGAN DALAM KONTEKS PERENCANAAN KOTA YANG IDEAL. RUAS, 15(2). 10.21776/ub.ruas.2017.015.02.2
Sthyre, A. (2018).

The invention of the shopping mall: Victor Gruen and production of the high-liquidity, capitalist space. Journal of Engineering, Design and Technology, 17(2). 10.1108/JEDT-08-2018-0139

Zuhri, S., & Ghozali, I. (2020). Architectural Design Practices in Surabaya: Shopping Mall Design with Biophilic Design Approach. Science Publishing Group, 6(2). https://www.sciencepg.com/article/10.11648/j.ijaaa.20200602.11

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja Tetap Optimal Saat Puasa Tanpa Loyo dan Ngantuk Sepanjang Hari

    Kerja Tetap Optimal Saat Puasa Tanpa Loyo dan Ngantuk Sepanjang Hari

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Ramadan sering dianggap sebagai tantangan bagi banyak pekerja. Rasa lapar mulai terasa sejak pagi, mata mulai berat menjelang siang, dan jam kerja terasa lebih panjang dari biasanya. Tapi, apakah puasa harus selalu identik dengan lemas dan kurang produktif? Faktanya, banyak orang tetap bisa bekerja dengan optimal saat puasa tanpa kehilangan fokus atau […]

  • PMII Jatim Transparan Korupsi Batu Bara

    “Jangan Ada Kebal Hukum” PKC PMII Jatim Desak Ungkap Korupsi Tata Kelola Batubara Demi Keadilan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Perkembangan penanganan dugaan korupsi tata kelola batu bara, kini menjadi sorotan PKC PMII Jawa Timur. Momentum ini dianggapnya penting, untuk membuktikan negara hadir menegakkan hukum. Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa, menyerukan penegakan hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan kelompok tertentu. “Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak […]

  • Lengsernya Bupati Pati

    Ketika Kursi Bupati Bergetar di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Sultoni Fikri (Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Direktur Eksekutif di Nusantara Center for Social Research)   Ruang.co.id – Ada pepatah Jawa yang berbunyi “Aja gumunan, aja kagetan, aja dumeh”. Artinya, jangan mudah terkejut, jangan mudah heran, dan jangan merasa lebih tinggi hanya karena sedang berkuasa. Sepertinya, nasihat ini sedang “mengetuk” […]

  • Jadwal Film 1 Kakak 7 Ponakan di surabaya

    Jadwal Tayang Film 1 Kakak 7 Ponakan di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Film 1 Kakak 7 Ponakan ini mengisahkan tentang Moko, seorang arsitek muda yang hidupnya berubah drastis setelah harus mengasuh tujuh keponakan. Dari seorang profesional yang sibuk dengan proyek bangunan, Moko kini harus bergelut dengan dinamika keluarga yang kompleks. Tantangan ini tidak hanya menguji kesabarannya, tetapi juga mengajarkannya arti cinta, tanggung jawab, dan kebersamaan. […]

  • TNI Bersatu Lewat Domino Sidoarjo

    Piala Panglima ORADO Cup 2026 Sidoarjo, Pemersatu TNI dan Masyarakat Sekaligus Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Suasana semarak dan penuh kebersamaan menyelimuti Kedai Alas Kutho, Sidoarjo kota, tatkala 128 peserta serta ratusan penonton berkumpul memeriahkan Turnamen Piala Panglima ORADO Cup 2026. Ajang bergengsi yang dihelat di bawah rindangnya pepohonan jati ini, tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara […]

  • Wabub Mimik eSports Sidoarjo

    Kompetisi eSport Sidoarjo Menggila, Wabup Mimik Ingatkan Gamer Jangan Sampai Lupa Kewajibannya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Turnamen eSports Kabupaten Sidoarjo di sebuah mall di kawasan Kavling DPR, berlangsung meriah dan penuh semangat, Jumat pagi (29/5/3026). Yel-yel “Salam olahraga! Jaya! Sidoarjo wayahe juara!” menggema sejak pembukaan acara, menandai optimisme besar, terhadap perkembangan olahraga digital di Kota Delta. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan […]

expand_less