Peringati May Day Buruh ECCO Santuni Yatim dan Suarakan Tuntutan Hapus Ousorching

Buruh ECCO May Day Sidoarjo
SPN ECCO santuni 105 anak yatim di Sidoarjo saat May Day 2026, sekaligus menyuarakan tuntutan ketenagakerjaan nasional. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – May Day atau peringatan hari buruh internasional, kerap melakukan aksi unjuk rasa. Agak berbeda yang dilakukan SPN (Serikat Pekerja Nasional) PT ECCO Indonesia di Sidoarjo.

Di May Day kali ini mereka menyalurkan santunan kepada 105 anak yatim, dan menyampaikan tuntutan ketenagakerjaan kepada pemerintah. Acara ini berlangsung dan berjalan tertib dan damai di Paseban Alun-alun depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, pada (01/05/2026).

Kegiatan berlangsung sejak pagi. Puluhan pengurus serikat hadir. Sebanyak 105 Anak-anak yatim duduk berbaris. Mereka menerima santunan secara langsung. Panitia memastikan distribusi berjalan tertib. Aparat turut memantau jalannya acara.

Ketua SPN PT ECCO Indonesia, Eko Purwantoro, menyampaikan kegiatan sosial menjadi bagian dari peringatan Hari Buruh. Ia menegaskan, buruh tidak hanya menyuarakan tuntutan, tetapi juga berbagi.

“Ada sekitar 105 anak yatim piatu yang menerima santunan dari SPN. Ini bagian dari May Day sebagai hari perjuangan, bukan sekadar peringatan,” ujarnya.

Selain kegiatan sosial di Sidoarjo, SPN juga menggelar aksi di Surabaya. Massa bergerak menuju Tugu Pahlawan. Sebagian perwakilan bergabung dalam aksi nasional di Jakarta. Agenda ini berjalan serentak dengan peringatan May Day di berbagai daerah.

Dalam momentum tersebut, SPN menyampaikan sejumlah tuntutan. Organisasi buruh ini meminta pemerintah menghapus sistem outsourcing. Mereka juga mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023.

Selain itu, SPN meminta penghapusan pajak penghasilan pada gaji, tunjangan hari raya, pesangon, dan jaminan hari tua. Mereka juga mendesak pemerintah daerah menambah kuota afirmasi pendidikan bagi anak buruh dalam penerimaan siswa baru tahun 2026.

Eko menyebut tuntutan tersebut sebagai bagian dari aspirasi pekerja. Ia menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja. “May Day adalah suara buruh, dan suara itu tidak akan pernah diam,” katanya.

Baca Juga  Gelombang Buruh Sidoarjo Serbu Grahadi, Forkompimda Ikut Berkonvoi

Secara nasional, peringatan May Day 2026 diikuti ratusan ribu buruh. Aksi terpusat di Jakarta dan sejumlah kota besar. Isu kesejahteraan pekerja menjadi sorotan utama. Pemerintah dan aparat keamanan melakukan pengamanan di berbagai titik.

Di Jawa Timur, kepolisian menyiagakan personel untuk mengantisipasi pergerakan massa. Rekayasa lalu lintas diterapkan di jalur utama. Hingga siang hari, kegiatan berlangsung kondusif.

Aksi sosial di Sidoarjo menjadi bagian dari rangkaian peringatan tersebut. Kegiatan ini memperlihatkan keterlibatan buruh dalam aksi kemanusiaan. Penyaluran santunan berlangsung singkat dan selesai sesuai jadwal.