1300 Karyawan PT Pakerin Terancam PHK Massal

PHK massal PT Pakerin
Ancaman PHK massal 1300 karyawan PT Pakerin Mojokerto picu aksi unjuk rasa. Foto: Djayadi
Ruang redaksi
Print PDF

Mojokerto, Ruang.co.id – Puluhan perwakilan karyawan-karyawati PT Pakerin Mojokerto, kembali berkumpul di mess di Jalan Kartini Desa Bangun Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Beberapa karyawan sudah tampak di sekitar mess PT Pakerin sejak pukul 07.09 WIB. Personel Polisi juga tampak hadir dengan satu unit mobil dobel kabin bertuliskan Korps Sabhara 14.02 tampak parkir didepan tembok mess PT Pakerin.

Sekitar 20 menit kemudian, tampak rombongan menggunakan kendaraan jenis elf warna merah datang dari arah utara. Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Mojokerto, Eka Hernawati, bersama beberapa rekannya tiba di mess PT Pakerin sekitar pukul 07.37 WIB. Kemudian diikuti personel dari Polsek Pungging dan Polres Mojokerto masuk kedalam mess PT Pakerin. Satu unit mobil komando jenis truk bak terbuka warna putih juga tampak didalam mess yang dijaga beberapa petugas satuan pengamanan PT Pakerin.

Disisi utara dan barat halaman mess PT Pakerin, puluhan karyawan PT Pakerin juga bersiap diatas sepeda motor. Rencana aksi hari ini, awalnya akan menuju kantor Kanwil Kemenkum Jawa Timur tetapi dialihkan ke gedung Grahadi di Kota Surabaya. Koordinator aksi, Eka Hernawati, mengatakan kenapa ke Grahadi karena tujuannya meminta pemerintah untuk memanggil OJK, LPS, Bank Prima, juga tiga bersaudara. “Untuk menyelesaikan permasalahan ini. Terkait nanti, hasil kawan-kawan yang hari ini ke kementerian,” ujar Eka.

Mantan calon legislatif 2024 ini menambahkan, mereka harus dikumpulkan maka untuk itu semuanya hari ini saya instruksikan kepada anggota yang hari ini semuanya harus ikut aksi. “Maka untuk itu, yang kemarin WA dan DM saya. Hari ini saya jawab semuanya, ada surat bipartit dari pihak perusahaan terkait PHK 1300 berapa orang. Lupa saya, kurang lebih itulah,” ungkap Eka.

Baca Juga  Komisi D DPRD Jatim Tinjau Pengelolaan Limbah Medis RSUD Karsa Husada Batu

Eka berharap kawan-kawan FSPMI dan Kahutindo tidak takut dengan surat itu. “Jangan takut, jangan resah, ojo kakean takon. Menengo tok, lek entok surat kekno PUK ya. Jangan khawatir, ojo wedi mari demo terus entok surat PHK,” jelas Eka kepada perwakilan karyawan PT Pakerin. Eka menambahkan, bahwa yang mendapat surat cinta bahwa sampeyan diperhatikan perusahaan.

Selain Eka memastikan ada tim advokasi yang mendampingi karyawan PR Pakerin. “Jangan takut, jangan khawatir ya. Jangan resah, ada tim advokasi yang tetap akan membela sampeyan, membela hak sampeyan. Kita berusaha agar semuanya bisa bekerja kembali di PT Pakerin,” tegas Eka meyakinkan perwakilan karyawan PR Pakerin yang akan berangkat melakukan aksi didepan gedung Grahadi Kita Surabaya.

Menjawab pertanyaan nginap atau tidak dalam aksi hari ini, Eka mengutarakan bahwa nginap atau tidak itu kondisional. “Siap moleh, yo siap gak moleh, ngunu a,” pungkas Eka. (Djayadi)