Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Pemerintah » Polemik Dana Hibah Ormas Sidoarjo: APBD 2025 Jadi Sorotan

Polemik Dana Hibah Ormas Sidoarjo: APBD 2025 Jadi Sorotan

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Badan Penganggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo dikejutkan dengan laporan pengesahan hasil Sidang Paripurna yang juga dihadiri Pemkab Sidoarjo di DPRD Sidoarjo pada Sabtu siang (30/11) kemarin.

Dimana dalam Sidang Paripurna, sebelum dilakukan pengesahan tentang alokasi anggaran dana hibah untuk tiga Ormas Islam di Sidoarjo, tiba – tiba berubah dihapuskan yang dianggapnya tidak sesuai dengan rapat – rapat penganggaran sebelumnya di DPRD Sidoarjo.

Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dana hibah yang diberikan kepada tiga ormas yang dimaksudkannya tersebut, yakni Muslimat, Aisyiyah dan Fatayat NU di Kabupaten Sidoarjo untuk tahun 2025.

Oleh pihak Banggar, dinilai perubahan dokumen tersebut adanya dugaan kesalahan mekanisme persetujuan Rncangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kab. Sidoarjo tahun 2025.

Anggota Banggar DPRD Kab. Sidoarjo dari fraksi PKB, H. Usman, selanjutnya mendatangi kantor BK (Badan Kehormatan) DPRD Kab. Sidoarjo, untuk menyerahkan dokumen dugaan kesalahan mekanisme dalam proses persetujuan RAPBD Sidoarjo 2025.

Dugaan kesalahan tersebut, ditemukannya terkait pembahasan terakhir menjelang pembahasan terakhir APBD 2025, Sabtu (30/11) yang lalu.

Hal tersebut diakui Ketua BK, Dr. H. Emir Firdaus,ST.,MM., dimana kepada awak media pihaknya telah menerima berkas laporan Usman. Namun Ia mengaku belum membuka berkas yang tersimpan dalam amplop besar berwarna coklat yang diserahkannya.

Entah apa alasan yang mendasarinya, dari informasi yang didapatinya, Emir menegaskan poinnya adalah soal penghapusan dana hibah Muslimat, Fatayat dan Aisyiah. Berkas tersebut, katanya, nanti dibuka bersama 4 anggota BK lain, untuk dikaji bersama-sama. Ia berjanji dalam 2 atau 3 hari lagi akan mengadakan rapat BK untuk menyikapinya.

“Saya tidak tahu siapa saja penerima dana hibah yang dihapuskan. Setahun saya baru 3 Ormas. Mungkin ada Ormas lain yang juga dihapus setelah saya nanti buka dokumen laporan pak Usman, ” Tandasnya.

Baca Juga  Tak Komentari Kasus DPRD Sebelumnya, Musyafak Rouf Siap Perjuangkan Program 5 Tahun

Menurut Emir, laporan dugaan tersebut terkait mekanisme dalam proses persetujuan APBD, yang tidak melibatkan Banggar DPRD Sidoarjo dalam penghapusan hibah Ormas.

Dirinya sebagai anggota Banggar DPRD Sidoarjo tidak mengetahui tentang penghapusan itu, padahal alokasi dana hibah sudah dicantumkan dalam Kebijakan Umum APBD (KUA) – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), ” tandasnya. Karena Banggar belum sepakat dengan penghapusan hibah itu, pimpinan lalu menarik seluruh fraksi untuk dimintai persetujuan.

Sedangkan menurut Usman, kepada awak media mengatakan mekanisme rapat pimpinan dengan fraksi untuk membahas penghapusan hibah ini tidak sesuai PP 12/2018 dan Tata Tertib (Tatib) DPRD. Karena fraksi bukan alat kelengkapan dewan. “Kita punya Banggar, kenapa mengajak fraksi, ” jawab singkat Usman.

Dari informasi yang diperoleh, dana hibah yang dihapus dari Ormas, dialihkan untuk kepentingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kab. Sidoarjo.

“Padahal dana hibah ini tidak melanggar aturan, dari tahun ke tahun APBD sudah digunakan untuk dana hibah Muslimat dan aisyiah, kenapa baru sekarang dimasalahkan?” tanya Usman.

Anggota Banggar DPRD Kab. Sidoarjo dari PAN, Bangun Winarso, juga membenarkan bahwa hibah itu sudah masuk KUA-PPAS, untuk Muslimat Rp 6 miliar, Aisyiah Rp 4 miliar dan Fatayat Rp 4 miliar. Tapi Tim Anggaran Pemkab tidak mau memasukkan dana hibah dalam APBD. Kecuali bila dana itu untuk biaya kegiatan.

“Kami tidak pernah menolak pemberian hibah, justru Tim anggaran Pemkab yang menolak setelah dapat masukan petinggi aparat hukum di Sidoarjo, ” Ujarnya.

Menurut Bangun, jika penghapusan tersebut digunakan ata dialihkan untuk kegiatan OPD, itu akan menyulitkan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). “Itu nanti membuat repot OPD, ” ujar Bangun lagi.

Baca Juga  Mentan Amran Buktikan Kritikan Swasembada Beras: Gudang Terbuka, Data Diuji, Beras Dibuktikan

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penjelasan resmi tentang terjadinya perubahan yang diduganya sebagai kesalahan prosedur penetapan tersebut. (DIN)

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • skandal korupsi Dindik Jatim

    Skandal Korupsi Dindik Jatim, Vonis 12 Tahun Jimmy Tanaya: Siapa Tanggung Jawab Rp157,6 M Uang Rakyat?

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Poin Utama : Majelis Hakim menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta kepada Jimmy Tanaya, namun menolak tuntutan uang pengganti atas kerugian negara. Skandal pengadaan sarpras SMK ini menimbulkan kerugian negara fantastis sebesar Rp157,6 miliar yang tidak dibebankan pemulihannya kepada para terpidana. Hakim menilai Jimmy Tanaya sebagai aktor sentral yang mengondisikan tender bersama […]

  • KPU Jatim monitoring TPS

    KPU Jatim Pantau 60 Ribu TPS Pilkada 2024 di 38 Kabupaten dan Kota

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 3Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pemungutan suara Pilkada Jawa Timur 2024 akan digelar Rabu, 27 November 2024, mulai pukul 07.00 WIB. Sebanyak 60.750 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 666 kecamatan telah disiapkan untuk melayani pemilih di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan, TPS khusus juga telah disiapkan untuk menjamin kelancaran proses pemilu. Dalam konferensi pers yang digelar […]

  • konsistensi shalat Tarawih dan Tahajud

    Tips Jitu Menjaga Konsistensi Shalat Tarawih dan Tahajud di 10 Hari Kedua Ramadan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ramadan adalah bulan penuh berkah yang memberikan kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah, termasuk shalat sunnah seperti Tarawih dan Tahajud. Namun, memasuki 10 hari kedua Ramadan, banyak orang mulai kehilangan semangat dan kesulitan menjaga konsistensi. Nah, bagaimana cara tetap konsisten shalat Tarawih? Simak tips berikut! 1. Tetapkan Niat yang Kuat dan Ikhlas Konsistensi dalam […]

  • Berbagi takjil Ramadan

    Balehinggil Apartemen Gelar Berbagi Takjil Ramadan! Wujudkan Solidaritas dan Kebersamaan Antarwarga

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Balehinggil Apartemen kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan solidaritas antarwarga melalui kegiatan berbagi takjil Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga sebagai wujud nyata dalam mempererat tali silaturahmi antarpenghuni dan warga sekitar. Menurut Oky Mukhtar, Building Manager Balehinggil, kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari rangkaian […]

  • Kenaikan tarif bongkar muat Pelabuhan Probolinggo

    Kenaikan Tarif Bongkar Muat Pelabuhan Probolinggo Picu Polemik Regulasi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Polemik kenaikan tarif layanan pelabuhan Probolinggo akhirnya menemui titik terang setelah Komisi C DPRD Jawa Timur turun tangan sebagai fasilitator. Dialog yang melibatkan perwakilan asosiasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan manajemen PT Delta Artha Bahari Nusantara (PT DABN) ini berhasil mengurai benang kusut kesalahpahaman regulasi yang memicu ketegangan di kalangan pelaku usaha. […]

  • Korupsi Dindik Jatim

    Korupsi Pengadaan di SMK Kadindik Jatim Syaiful Rachman dan PPK Hudiyono Dituntut 16 Tahun, Jimmy Tanaya 18 Tahun

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan SMK Dindik Jawa Timur, Jumat pagi (3/7/2026), berlangsung tegang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak pelimpahan Kejati, menuntut hukuman berat terhadap tiga terdakwa. Sidang tuntutan ini dipimpin Hakim Cokia Ana Pontia Oppusinggu,SH.,MH., beserta anggotanya, […]

expand_less