Breaking News
light_mode
Kamis, 9 Juli 2026

Lewat Polantas Menyapa, Polres Gresik Bentuk Guru Sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Anak Usia Sekolah

  • account_circle W Wardhana
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gresik, ruang.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik Polda Jawa Timur menggelar sosialisasi keselamatan dan ketertiban lalu lintas bagi puluhan guru dan tenaga kependidikan di Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik, Selasa (7/7/2026). Kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa” ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa tertib di jalan raya adalah bentuk penghargaan terhadap nyawa manusia.

Materi yang disampaikan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) dikemas secara interaktif untuk menanamkan pemahaman bahwa budaya tertib lalu lintas harus dibentuk jauh sebelum seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Fokus utama kegiatan ini adalah menjadikan para pendidik sebagai pelopor keselamatan bagi anak usia sekolah.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi, menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak usia dini melalui pendidikan dan keteladanan. “Kami melibatkan para guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas. Tujuannya bukan sekadar menghindari tilang, tetapi menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain saat berkendara,” ujar Ipda Andreas.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif seputar safety riding dan defensive driving. Materi mencakup tata cara penggunaan helm berstandar nasional, kepatuhan terhadap marka jalan, serta kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya di jalan raya. Suasana diskusi berlangsung dinamis ketika para guru membagikan pengalaman nyata dan persoalan yang kerap mereka temui saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menyatakan bahwa pendekatan edukatif lebih strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. “Membangun budaya keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari menjadi teladan bagi siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Nur Arifin menegaskan bahwa perilaku sederhana guru seperti disiplin menggunakan helm atau mematuhi lampu lalu lintas menjadi contoh visual yang efektif bagi anak-anak. Ia berharap program ini menciptakan efek domino di masyarakat. “Kami berharap pesan-pesan keselamatan ini tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan begitu, budaya tertib ini akan mengakar dan diwariskan ke generasi mendatang,” tutupnya.

Melalui sinergi dengan institusi pendidikan, Polres Gresik berkomitmen menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai gerakan moral bersama yang dimulai dari ruang-ruang kelas.

  • Penulis: W Wardhana
expand_less