Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Ekbis » Rasio Pajak Indonesia Terus Menurun, Apa Jurus yang Bisa Diterapkan Selanjutnya?

Rasio Pajak Indonesia Terus Menurun, Apa Jurus yang Bisa Diterapkan Selanjutnya?

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Rasio pajak Indonesia tercatat terus mengalami penurunan meskipun pemerintah telah melakukan dua kali program pengampunan pajak (tax amnesty). Pada 2024, tax ratio Indonesia tercatat hanya sebesar 10,08%, menurun dibandingkan dengan angka pada 2023 yang mencapai 10,31%. Bahkan, rasio pajak yang dihitung berdasarkan penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ini sudah mengalami penurunan berturut-turut sejak 2022 yang sempat mencapai 10,39%.

Tax ratio atau rasio pajak adalah angka yang menggambarkan seberapa besar kontribusi sektor perpajakan terhadap perekonomian suatu negara. Perhitungan ini dilakukan dengan membagi total penerimaan perpajakan dengan nilai PDB, kemudian mengalikannya dengan 100%. Walau program tax amnesty sudah dijalankan dua kali, penerimaan pajak tetap menunjukkan penurunan yang signifikan.

Analisis Penurunan Rasio Pajak: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), PDB Indonesia atas dasar harga berlaku diperkirakan mencapai Rp22.139 triliun pada 2024. Sementara itu, penerimaan pajak yang tercatat oleh Kementerian Keuangan mencapai Rp2.232,7 triliun, yang terbagi menjadi penerimaan pajak sebesar Rp1.932,4 triliun dan penerimaan dari kepabeanan serta cukai senilai Rp300,2 triliun.

Namun, meski ada lonjakan penerimaan pajak di beberapa sektor, secara keseluruhan rasio pajak Indonesia tetap menurun. Mengapa ini bisa terjadi? Menurut Manajer Riset Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar, penurunan ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 5,03% pada 2024. Fenomena ini menunjukkan bahwa rasio pajak negara berkembang, termasuk Indonesia, cenderung bersifat procyclical, yang artinya ketika ekonomi melambat, rasio pajak juga akan ikut menurun.

Peningkatan penerimaan pajak juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti harga komoditas. Pada 2023, penerimaan PPh Badan masih cukup terdorong oleh lonjakan harga komoditas pada tahun sebelumnya. Namun, seiring dengan melemahnya kinerja korporasi, penerimaan PPh Badan pada 2024 justru terkontraksi sebesar 18,1%.

Baca Juga  High Plantation Zero Emission TPS Wujudkan Pelabuhan Hijau

Apakah Tax Amnesty Jilid III Bisa Menjadi Solusi?

Pemerintah Indonesia sudah dua kali menjalankan program tax amnesty, namun hasilnya masih belum optimal dalam meningkatkan rasio pajak. Pada tahun 2016, setelah tax amnesty jilid I, rasio pajak justru turun menjadi 10,36% dari tahun sebelumnya 10,76%. Demikian pula setelah program tax amnesty jilid II pada 2022, rasio pajak kembali menurun ke angka 10,08% pada 2024.

Meskipun demikian, pemerintah terus berupaya meningkatkan rasio pajak. Pada 2025, target rasiopajak pemerintah dipatok di kisaran 11,2% hingga 12%, dan dalam jangka panjang, rasio pajak Indonesia ditargetkan mencapai 18% hingga 20% pada tahun 2045.

Namun, beberapa pengamat menganggap penerapan tax amnesty jilid III tidaklah tepat. Ichwan Sukardi, Managing Partner Tax RSM Indonesia, berpendapat bahwa kebijakan tax amnesty ini tidak mendidik wajib pajak untuk patuh dan malah memberi kesempatan pada pengemplang pajak untuk lolos dari kewajibannya. Menurutnya, kebijakan ini hanya akan menurunkan level of compliance dan menciptakan ketidakadilan bagi wajib pajak yang sudah memenuhi kewajibannya.

Ekonom senior Fithra Faisal Hastiadi dari Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa penerapan tax amnesty yang berulang-ulang justru menunjukkan ketidakberhasilan sistem perpajakan. Oleh karena itu, kebijakan pengampunan pajak perlu dievaluasi agar tidak semakin memperburuk efektivitas sistem perpajakan Indonesia.

Langkah Apa yang Perlu Diambil untuk Meningkatkan Rasio Pajak?

Meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada tax amnesty. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan:

  • Peningkatan Transparansi dan Efisiensi Pengelolaan Pajak: Penggunaan teknologi seperti Coretax yang telah dibangun oleh Direktorat Jenderal Pajak dapat membantu mengurangi penghindaran pajak dengan membuat sistem lebih efisien dan transparan.
  • Perluasan Basis Wajib Pajak: Pemerintah harus fokus pada perluasan basis pajak dengan mendekati sektor-sektor yang selama ini belum optimal dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
  • Perbaikan Sistem Administrasi Perpajakan: Salah satu masalah utama dalam sistem perpajakan Indonesia adalah tingkat ketidakpatuhan yang tinggi. Oleh karena itu, perbaikan sistem administrasi pajak untuk mempermudah proses penghitungan dan pemungutan pajak sangat dibutuhkan.
  • Mendorong Kepatuhan Pajak Melalui Edukasi: Edukasi tentang pentingnya membayar pajak dengan adil harus terus dilakukan untuk menciptakan kesadaran pajak yang lebih luas di masyarakat.
Baca Juga  GoFood vs GrabFood vs ShopeeFood: Siapa Pemenang Hati Generasi di 2025?
  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Rekapitulasi KPU Sidoarjo 2024

    Rekapitulasi KPU Sidoarjo: Khofifah Unggul Tipis, Subandi Menang Telak

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo telah menyelesaikan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024. Dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Aula KPU Sidoarjo, pasangan Khofifah-Emil Dardak (nomor urut 2) dinyatakan unggul dengan 455.406 suara. Paslon Risma-Gus Hans (nomor urut 3) menyusul di posisi kedua dengan 449.507 suara, […]

  • Cara dapatkan tidur berkualitas saat bulan puasa ramadan

    Tips Tidur Berkualitas Saat Bulan Puasa Ramadan, Biar Gak Ngantuk Seharian!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Satu hal yang sering jadi tantangan di bulan Ramadan adalah menjaga kualitas tidur. Bayangkan, sahur harus bangun sebelum subuh, lalu tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Hasilnya? Mata sepet, kepala pening, dan rasa kantuk menyerang sepanjang hari. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas itu penting agar tubuh tetap segar dan ibadah berjalan maksimal. […]

  • Karakteristik Pembaca yang Berbeda dari lainnya

    Mengapa Pembaca Itu Berbeda? Mengungkap Karakteristik Uniknya

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Di tengah hiruk pikuk dunia digital, masih ada sekelompok orang yang memilih untuk menyelami dunia lain melalui buku. Mereka adalah para pembaca sejati, yang tak pernah kehabisan cerita untuk dinikmati. Membaca buku telah lama menjadi hobi yang digemari oleh banyak orang. Namun, di balik kebiasaan membaca ini, tersimpan karakteristik unik yang membedakan […]

  • Rekor serapan gabah BULOG Jatim 2025

    BULOG Jatim Pecahkan Rekor: 425.000 Ton Gabah Diserap, Tonggak Baru Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebuah tonggak bersejarah baru ditorehkan Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur (Kanwil Jatim). Di bawah kepemimpinan Langgeng Wisnu, BULOG Jatim mencatat rekor luar biasa dengan berhasil menyerap lebih dari 425.000 ton setara beras dari petani lokal hingga 13 Mei 2025. Angka ini bukan sekadar statistik biasa. Ini adalah capaian tertinggi yang pernah dicapai […]

  • pertandingan pekan ke-18 Liga 1 PSS Sleman vs Persebaya

    Duel Sengit di Solo, PSS Siap Revans, Persebaya Tak Gentar!

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Solo, Ruang.co.id – Pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025 akan menjadi ajang pembuktian antara PSS Sleman dan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/1/2025). Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga upaya PSS untuk membalas kekalahan 0-1 dari Persebaya di Gelora Bung Tomo, Surabaya. PSS Sleman hadir dengan kepercayaan diri tinggi setelah […]

  • Vonis Hudiyono

    Vonis 10 Tahun Hudiyono atas Skandal Korupsi Sistemik Dindik Jatim Anggaran 2017 Rugikan Keuangan Negara Rp157,6 miliar

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Poin Utama : Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta kepada Hudiyono atas korupsi pengadaan barang dan jasa SMK se-Jawa Timur. Hudiyono yang saat itu menjabat Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen dinyatakan aktif mengatur pemenang tender serta menerima […]

expand_less