Breaking News
light_mode
Selasa, 7 Juli 2026

Tangis Ninawati Pecah di DPRD Sidoarjo, Ibu Korban Desak Kyai “Orang Sakti” Cabul Segera Ditahan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat sopir Radit sedang mencuci mobil majikannya, ia dihampiri Kastari, dan meminta tolong untuk membenahi motornya dan mengatakan yang tak lazimnya sosok kyai.

“Yang bikin saya curiga, Kastari menyuruh saya untuk gantian ikut mencabuli korban. Ya jelas saya kaget dan menolak, saat saya tanya (kebenaran Kastari mencabuli) tiba – tiba dia mengalihkan obrolan dan bilang, nggak nggak jadi, nggak apa – apa, Cuma bercanda aja,” ungkapnya lagi.

Yang lebih mengejutkannya lagi, sopir Radit pernah dikasih uang Rp5 juta oleh Kastari, saat jelang lebaran kemarin. “Dua bilang uang Rp5 juta itu buat kebutuhan saya lebaran. Mungkin uang itu uang tutup mulut supaya saya tidak melaporkan obrolan Kastari sebelumnya,” pungkas cerita sopir Radit.

Ratusan massa simpatisan korban pencabulan sebelum mengadu di DPRD, sempat mendatangi Polresta Sidoarjo untuk menuntut Kastari ditangkap dan ditahan.

Namun hasilnya sia – sia dan dianggap mengecewakan mereka. “Kami di Polresta ditemui Kasat Intel dan Kasat PPA. Dalam pembicaraan, mereka mengaku pihak Polresta belum mengeluarkan surat penangkapan resmi. Hanya saja mereka bilang, kalau ada warga yang menemukan Kastari, silakan langsung tangkap dan bawa ke Polsek terdekat, untuk diproses selanjutnya,” ujar Hendy menirukan ucapan dua Kasat tersebut.

Uniknya, dalam perkembangan terbaru, Kastari melalui tim kuasa hukumnya, mengajukan ora peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

“Polresta baru bisa mengeluarkan surat resmi penangkapan dan penahanan, setelah proses pra peradilan,” pungkas Hendy lagi menirukan ucapan Kasat tersebut.

Kasus ini menjadi cermin, betapa rapuhnya perlindungan anak di tengah masyarakat Sidoarjo. Dukungan simpatisan yang melakukan aksi tersebut, diharapkan mampu menekan aparat agar segera menahan Kastari. Bagi Ninawati, keadilan adalah satu-satunya harapan untuk menyelamatkan masa depan putrinya.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less