Unusa Gandeng Kampus Informatika Jepang, Pacu Kolaborasi Riset dan Pertukaran Mahasiswa
- account_circle Mascim
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya teken MoU dengan KCGI Jepang. Fokus pada kolaborasi riset berdampak dan pertukaran akademik demi lulusan berdaya saing global. (Dok Humas Unusa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Utama :
- Unusa resmi menandatangani MoU secara virtual dengan KCGI dan KCG Jepang untuk memperkuat kolaborasi di bidang riset, pendidikan, dan pertukaran akademik.
- Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono dan Presiden KCGI sekaligus Principal KCG Dr. Yoichi Terashita memimpin langsung prosesi penandatanganan kemitraan strategis tersebut.
- Kemitraan ini didorong oleh kebutuhan sinergi global dalam menghadapi kompleksitas abad ke-21 dan akan membuka peluang pertukaran mahasiswa-dosen, riset bersama, serta pengembangan kurikulum berorientasi internasional.
Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menggandeng The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG) dalam sebuah kemitraan strategis. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan secara virtual pada Jumat (31/7), menandai langkah konkret perluasan jejaring global di bidang pendidikan dan penelitian.
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, dan Presiden KCGI sekaligus Principal KCG, Dr. Yoichi Terashita, memimpin langsung prosesi penandatanganan tersebut. Kesepakatan ini menjadi fondasi bagi kedua institusi untuk mempererat kolaborasi di bidang akademik, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan program internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Tri Yogi menekankan urgensi sinergi lintas negara dalam menghadapi kompleksitas abad ke-21. Ia menyebut bahwa institusi pendidikan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri untuk memecahkan tantangan global yang semakin rumit.
“Meski dipisahkan oleh ribuan kilometer dan samudra, teknologi telah mempertemukan visi kita. Hari ini kita membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun kolaborasi yang bermakna,” ujar Prof. Tri Yogi.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan riset bersama yang inovatif dan berdampak. Infrastruktur penelitian KCGI akan dipadukan dengan kekuatan Unusa dalam pengembangan masyarakat. Prof. Tri Yogi menegaskan bahwa kolaborasi tidak akan berhenti pada seremoni, melainkan langsung diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kolaborasi ini bukan sekadar memperkaya literatur akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset yang relevan dan berdampak,” menegaskan komitmen tersebut.
Kemitraan ini juga membuka jalan bagi mobilitas akademik. Kedua kampus akan menjajaki program pertukaran mahasiswa dan dosen, baik secara virtual maupun langsung. Penyusunan kurikulum berorientasi global, kuliah tamu internasional, dan webinar bersama menjadi agenda lanjutan yang akan segera direalisasikan.
Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga adaptabilitas lintas budaya serta kesiapan bersaing di pasar kerja internasional. Prof. Tri Yogi menutup sambutannya dengan sebuah harapan besar agar momentum ini menjadi titik tolak hubungan yang lebih erat.
“Mari kita jadikan penandatanganan MoU ini sebagai simbol terbangunnya jembatan persahabatan, kolaborasi akademik, dan inovasi yang akan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas,” tuturnya.
- Penulis: Mascim

Saat ini belum ada komentar