Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Dari Dongeng ke Gadget, Bergesernya Komunikasi dalam Pola Asuh Zaman Dulu vs Modern

Dari Dongeng ke Gadget, Bergesernya Komunikasi dalam Pola Asuh Zaman Dulu vs Modern

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Sebagai orang tua yang kerap berhadapan dengan tantangan komunikasi anak zaman sekarang, sering bertanya-tanya, “Kok dulu orang tua kita bisa ya bikin anak-anak nurut tanpa perlu banyak drama?”

Namun, ketika kita membandingkan perbedaan pola asuh zaman dulu dan sekarang, saya sadar bahwa kuncinya terletak pada cara komunikasi.

Dulu, anak-anak takut pada tatapan tajam ibu. Sekarang? Tatapan itu harus dibarengi dengan WiFi stabil supaya mereka mau mendengarkan.

Yuk, kita bahas lebih jauh apa saja beda pola asuh zama dulu dan modern ini!

Pola Asuh Zaman Dulu, Tegas Tapi Kurang Dialog

Jika kita bicara tentang pola asuh zaman dulu, satu hal yang jelas adalah kehadiran aturan tanpa banyak diskusi. “Kalau Mama bilang ‘tidak’, ya tidak!” Pernah dengar kalimat seperti itu? Orang tua zaman dulu mengutamakan kedisiplinan dan hierarki dalam keluarga.

Komunikasi yang terjadi cenderung satu arah. Anak-anak lebih sering mendengar nasihat atau teguran daripada dilibatkan dalam percakapan terbuka. Apakah ini efektif? Ya, dalam menciptakan rasa hormat dan patuh. Tapi di sisi lain, beberapa anak tumbuh dengan rasa takut mengungkapkan pendapat atau emosi mereka.

“Perbedaan keluarga zaman dulu dan sekarang terletak pada bagaimana orang tua membangun koneksi emosional dengan anak-anaknya.” Artinya, meskipun orang tua zaman dulu sukses membangun rasa tanggung jawab, seringkali mereka melupakan pentingnya komunikasi dua arah.

Pola Asuh Zaman Sekarang yang Lebih Terbuka, Tapi Rentan Konflik

Nah, sekarang kita beralih ke pola asuh zaman sekarang. Orang tua modern cenderung ingin menjadi sahabat bagi anak-anak mereka. Saya sendiri pernah mencoba metode ini, dan ternyata tidak selalu berjalan mulus. Alih-alih dihormati, anak saya malah merasa bisa “bernegosiasi” untuk tidur lebih larut hanya karena ia bilang, “Tapi, Bu, aku kan capek belajar seharian.”

Baca Juga  Sasaeng? Apa Sih Itu? Fenomena Penggemar Fanatik Korea yang Bikin Ngeri!

Komunikasi dalam pola asuh modern lebih terbuka dan fleksibel. Anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, bahkan di usia yang sangat muda. Tetapi ini juga memiliki risiko: batas antara orang tua dan anak menjadi samar. Tidak jarang kita mendengar anak-anak zaman sekarang berbicara dengan nada yang lebih santai, bahkan kadang terkesan kurang sopan.

Namun, ada sisi positifnya. Pola asuh modern memungkinkan anak-anak merasa didengar dan dihargai. Mereka tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih baik, sekaligus kemampuan untuk berpikir kritis. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara menjadi teman sekaligus tetap menjadi sosok otoritas.

Otoritas vs Kolaborasi

Jadi, apa sih sebenarnya perbedaan pola asuh zaman dulu dan sekarang? Intinya terletak pada pendekatan komunikasi. Pola asuh zaman dulu menekankan otoritas. Sedangkan, pola asuh zaman sekarang mengutamakan kolaborasi. Jika dulu orang tua mengatakan, “Kamu harus belajar supaya sukses,” kini orang tua mungkin berkata, “Apa menurutmu belajar ini bisa membantu masa depanmu?”

Perbedaan ini juga mencerminkan perubahan budaya. Di era digital, anak-anak lebih mudah mendapatkan informasi. Mereka tidak hanya mendengar dari orang tua, tetapi juga belajar dari internet, teman sebaya, bahkan media sosial. Jika orang tua tidak menyesuaikan gaya komunikasi, hubungan bisa menjadi renggang.

Pelajaran dari Kedua Pola Asuh

Meskipun ada perbedaan keluarga zaman dulu dan sekarang, sebenarnya kita bisa belajar banyak dari kedua gaya tersebut. Dari pola asuh tradisional, kita bisa mengambil nilai kedisiplinan dan rasa hormat. Sementara dari pola asuh modern, kita bisa belajar pentingnya empati dan komunikasi dua arah.

Sebagai orang tua, mungkin yang perlu kita lakukan adalah menggabungkan keduanya. Tidak apa-apa menjadi orang tua yang tegas, tetapi jangan lupa untuk mendengarkan. Dan tentu saja, tetap siapkan WiFi yang stabil agar negosiasi lebih lancar (karena, ya, anak-anak zaman sekarang memang beda level!).

Baca Juga  Jadwal Tayang Film 1 Kakak 7 Ponakan di Bioskop Surabaya Hari Ini dan Harga Tiketnya

Dalam memahami perbedaan pola asuh zaman dulu dan zaman modern, kita tidak perlu memihak. Sebaliknya, mari kita ambil yang terbaik dari keduanya untuk menciptakan generasi yang lebih baik.

Karena pada akhirnya, yang terpenting bukanlah siapa yang benar, tetapi bagaimana kita bisa menjadi orang tua yang memberikan kasih sayang, arahan, dan kepercayaan untuk anak-anak kita.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disperpusip Jatim

    Catat, Disperpusip Jatim Bareng Perpusnas Press Gelar Lomba Esai Ragam Pesona Jatim

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim bersama Perpusnas Press, jaring para penulis berbakat di Jatim dalam lomba menulis esai. Acara yang dikemas dalam kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) Jawa Timur tahun 2024 itu mengangkat tema “Ragam Pesona Jatim”. Mengawali pelaksanaanya, kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi ILPN Jatim tahun 2024 di Graha […]

  • Pencalonan Gus Kikin Ketum PBNU 2026

    Ra Nasih Apresiasi Pencalonan Gus Kikin Dalam Bursa Ketua Umum NU

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pencalonan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam bursa Ketua Umum NU dalam Muktamar NU 27-31 agustus 2026 nanti memberikan harapan cerah bagi segenap warga Nahdliyin di Jawa Timur maupun nasional. Karena dengan majunya cicit pendiri NU Hadratussyikh KH Hasyim Asy’ari itu diharapkan mampu membawa NU kembali ke […]

  • manfaat jus buah

    Minum Jus Buah, Pelepas Dahaga Kaya Manfaat untuk Imunitas dan Pencernaan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Poin Utama : Jus buah kaya vitamin C, serat, dan enzim papain bermanfaat memperkuat imunitas serta melancarkan sistem pencernaan. Jus buah segar menjadi alternatif praktis mencukupi asupan nutrisi harian bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi yang sulit mengonsumsi buah utuh. Buah dengan kandungan air hingga 90 persen, seperti melon, efektif menghidrasi tubuh dan memulihkan cairan yang […]

  • simfoni metal terbaik

    Simfoni Metal: 6 Band Legendaris yang Mengubah Heavy Metal Jadi Mahakarya Orkestral

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi yang belum familiar, simfoni metal adalah jawaban bagi mereka yang mengira musik metal hanya tentang distorsi gitar dan teriakan primal. Genre ini menghadirkan perpaduan menakjubkan antara kekuatan heavy metal dan kecanggihan aransemen orkestra klasik. Dengan vokal sopran yang memukau, melodi biola yang dramatis, dan lirik bertema epik, simfoni metal menawarkan pengalaman mendengarkan […]

  • ekonomi kreatif Jatim

    Gebrakan Ekonomi Kreatif Jatim: Konten Kreator Jadi Ujung Tombak Pertumbuhan 8%

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Geliat ekonomi kreatif di Jawa Timur semakin menguat setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan seminar khusus bagi generasi Z di Surabaya. Acara yang dihadiri oleh Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur sekaligus mempersiapkan talenta digital lokal. […]

  • turnamen catur junior

    Garam Cap Kapal Kembali Gelar Turnamen Catur Junior Surabaya

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gelaran turnamen catur junior Checkmate Junior Triple Chess Championship 2025 berlangsung sukses dan lancar. Garam Cap Kapal sebagai sponsor utama kembali menunjukkan komitmennya dalam konsisten menyelenggarakan event olahraga catur bagi generasi muda di Kota Surabaya. Event ini menjadi bukti nyata dedikasi mereka dalam membina bakat-bakat muda dunia percaturan di Jawa Timur. Senin, (15/9/2025). […]

expand_less