Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Kesehatan » Anak Sering Lelah dan Nilai Turun? Awas, Tanda Kurang Zat Besi!

Anak Sering Lelah dan Nilai Turun? Awas, Tanda Kurang Zat Besi!

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pernahkah Anda memperhatikan anak tiba-tiba kehilangan semangat belajar, wajahnya pucat, atau nilai sekolahnya anjlok tanpa alasan jelas? Jangan buru-buru menyalahkan malas atau kurang motivasi. Bisa jadi ini adalah alarm tubuh bahwa si kecil mengalami defisiensi zat besi, masalah yang sering diabaikan padahal berdampak serius pada tumbuh kembang. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 3 dari 10 anak Indonesia usia sekolah menderita anemia, dengan 60% kasus disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Dari Otak Sampai Imun Tubuh: Dampak Mengkhawatirkan Defisiensi Zat Besi

Zat besi bukan sekadar komponen pembentuk darah. Mineral ini adalah kunci produksi hemoglobin, protein vital yang mengangkut oksigen ke seluruh organ—termasuk otak yang sedang berkembang. dr. Rizki Aryo Wicaksono, Sp.A dari RSIA Bina Medika Bintaro menjelaskan bahwa ketika pasokan oksigen ke otak tidak optimal, anak akan menunjukkan gejala seperti sulit fokus, daya ingat lemah, dan lambat memproses informasi. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian jurnal Nutrition Reviews membuktikan bahwa anak dengan anemia defisiensi besi kronis berisiko mengalami penurunan IQ hingga 5-10 poin.

Tidak berhenti di situ, sistem imun anak juga menjadi korban. Sel darah merah yang tidak sehat membuat pertahanan tubuh rapuh, sehingga si kecil mudah terserang infeksi berulang seperti flu atau diare. Dalam jangka panjang, organ-organ vital seperti jantung dan paru bisa mengalami gangguan fungsi karena terus bekerja ekstra keras mengompensasi kekurangan oksigen.

Mengenali Gejala yang Sering Disalahartikan

Kekurangan zat besi pada anak kerap terselubung karena gejalanya mirip dengan kelelahan biasa. Salah satu tanda khas yang jarang diketahui orang tua adalah pica syndrome, kondisi di anak memiliki keinginan mengonsumsi benda non-makanan seperti es batu, tanah, atau kapur. Perilaku ini adalah mekanisme alamiah tubuh mencari sumber zat besi.

Baca Juga  6 Bahaya Kebiasaan Begadang

Selain itu, waspadai perubahan fisik seperti kuku yang mudah patah atau rambut rontok berlebihan. Pada bayi dan balita, perkembangan motorik yang terlambat—seperti belum bisa duduk di usia 8 bulan atau berjalan di usia 18 bulan—bisa menjadi indikator. Sebuah studi di Pediatric Clinics of North America menemukan bahwa 58% anak dengan defisiensi besi menunjukkan gangguan koordinasi tubuh.

Strategi Cerdas Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Harian

Mengandalkan bayam saja tidak cukup. Zat besi dari sumber nabati (non-heme iron) hanya diserap tubuh 2-20%, jauh di bawah besi hewani (heme iron) yang mencapai 15-35%. dr. Rizki menyarankan kombinasi cerdas antara daging merah tanpa lemak, hati ayam, dan makanan laut seperti kerang atau ikan tuna. Untuk meningkatkan penyerapan, padukan dengan sumber vitamin C seperti jambu biji atau pepaya—kombinasi ini terbukti meningkatkan absorpsi zat besi hingga 3 kali lipat.

Bagi orang tua yang menghadapi kendala anak picky eater, fortifikasi nutrisi bisa menjadi solusi. Produk seperti sereal sarapan yang diperkaya zat besi atau susu formula khusus mengandung lactoferrin (protein penyerap besi) telah teruji klinis membantu mengatasi anemia. Namun, suplemen zat besi hanya boleh diberikan atas rekomendasi dokter setelah tes feritin serum untuk menghindari risiko keracunan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika anak menunjukkan gejala seperti sesak napas saat aktivitas ringan, denyut jantung cepat, atau pertumbuhan yang terhambat lebih dari 2 bulan, segera lakukan pemeriksaan darah lengkap. Kadar hemoglobin di bawah 11 g/dL dan feritin serum kurang dari 12 ng/mL adalah indikator kuat defisiensi besi. Intervensi dini sangat krusial karena penelitian membuktikan bahwa efek negatif anemia pada perkembangan kognitif bisa bersifat permanen jika tidak ditangani sebelum usia 2 tahun.

Baca Juga  Kenali Perubahan Mata di Usia 40 Tahun yang Harus Kamu Ketahui
  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olahraga ringan di rumah yang praktis

    Jenis Olahraga Ringan di Rumah yang Efektif untuk Membakar Kalori

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapa yang pernah bertekad olahraga rutin, tapi akhirnya rebahan lagi? Jangan khawatir, kamu nggak sendirian! Kadang niat sudah menggebu-gebu, tapi begitu lihat kasur, rasanya lebih menggoda daripada treadmill. Nah, kalau kamu ingin tetap aktif tanpa perlu ke gym, ada banyak olahraga ringan di rumah yang bisa membakar kalori dengan efektif. (Surabaya, 10/02/2025) Nggak […]

  • Tuntutan terdakwa Entalsewu

    Tuntutan 4,5 Tahun Penjara 7 Terdakwa Klaster 2 Desa Entalsewu Gegerkan Warga, Tuntutan Berat Jaksa Ambiguitas antara Kompensasi atau CSR

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Rabu (5/8/2026), ruang Cakra dipenuhi ketegangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo membacakan tuntutan terhadap tujuh terdakwa klaster dua kasus ambigu dan abu – abu antara uang kompensasi atau dana CSR di Dusun Pendopo, Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Mereka tidak terbukti dalam dakwaan primer, namun tetap dijerat dakwaan subsider. Hukuman yang […]

  • Sidang Tipikor Ponorogo Kembali Memanas, Hakim dan Jaksa Soroti Dalih Hutang Piutang 5 Saksi

    Sidang Tipikor Ponorogo Kembali Memanas, Hakim dan Jaksa Soroti Dalih Hutang Piutang 5 Saksi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sidang mengungkap dugaan gratifikasi proyek di lingkungan RSUD Harjono Ponorogo, kembali cukup memanas. Sidang itu berlangsung di ruang Cakra, Tipikor PN Kelas I Surabaya, di Jalan raya Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Selasa (26/5/2026). Sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi itu, dipimpin Hakim Ketua I Made Yuliada, besta dua anggotanya yakni Manambus […]

  • CSR PT DLU khitan gratis

    Komitmen Sosial PT DLU: Program Khitanan Gratis untuk Generasi Sehat

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – PT Dharma Lautan Utama (DLU) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pada Jumat (27/12), perusahaan menggelar program khitanan gratis massal di Hotel Sahid, Surabaya. Program ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali, dan rencananya akan ditingkatkan frekuensinya menjadi empat kali dalam setahun. […]

  • jadwal kapal Bahtera Nusantara 01

    Lautan Waktu Terbentang! Jadwal Kapal Bahtera Nusantara 01 yang Wajib Disimak

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi para pelancong dan warga Kepulauan Riau, kapal ferry bukan sekadar alat transportasi, melainkan urat nadi penghubung antar-pulau. Kini, PT ASDP Indonesia Ferry kembali mengoperasikan KMP Bahtera Nusantara 01 dengan rute istimewa yang menjangkau destinasi terpencil seperti Matak, Midai, hingga Serasan. Jika Anda berencana berlayar pada 22–29 April 2025, simak panduan lengkapnya berikut […]

  • kebijakan mutasi ASN

    Cak Yebe Kritik Kebijakan Mutasi bagi ASN Pelaku Pungli

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, secara tegas menyoroti kebijakan mutasi yang dinilai tidak efektif untuk menangani aparatur sipil negara pelaku pungutan liar. Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini menilai kebijakan mutasi ASN tidak memberikan dampak jera yang cukup bagi pelaku pungli di lingkungan pemerintah kota. Senin, […]

expand_less