Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Crotalus: Bisik Kayu Sakral yang Menggema di Malam Tuguran Kamis Putih

Crotalus: Bisik Kayu Sakral yang Menggema di Malam Tuguran Kamis Putih

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ketika lonceng logam Gereja berhenti berbunyi sejak Kamis Putih hingga Sabtu Suci, sebuah alat kayu sederhana bernama Crotalus mengambil alih perannya. Bagi umat Katolik, benda ini bukan sekadar pengganti lonceng, melainkan simbol keheningan yang mengajak mereka menyelami makna terdalam pengorbanan Yesus.
Di balik bunyinya yang khas—seperti derakan kayu yang diputar—tersimpan filosofi liturgi yang jarang terungkap. Mari kita telusuri mengapa Crotalus menjadi elemen krusial dalam Tuguran, momen berjaga-jaga umat Katolik di malam Kamis Putih.

Fungsi Spiritual Crotalus dalam Liturgi

Crotalus memiliki peran unik dalam tradisi liturgi Katolik. Alat ini digunakan secara eksklusif selama Trihari Suci, khususnya saat prosesi pemindahan Hosti Kudus ke Altar Tuguran. Bunyinya yang sederhana sengaja dirancang untuk tidak mengganggu kesakralan momen, namun tetap menjadi penanda transisi ritual.

Gereja sengaja menghindari bunyi logam selama masa ini sebagai bentuk penghormatan atas duka kematian Yesus. Crotalus, dengan material kayunya, mewakili kerendahan hati dan kesederhanaan—sifat yang dijalankan Kristus hingga akhir hayat-Nya. Di beberapa paroki seperti Gereja Katedral Jakarta, misdinar akrab menyebutnya pletekan, istilah yang mencerminkan kekhasan lokal.

Asal-Usul dan Makna Filosofis

Dari Krotalon Yunani ke Altar Modern

Nama Crotalus berasal dari bahasa Yunani krotalon, yang merujuk pada alat musik kuno berbentuk kayu. Dalam konteks liturgi Katolik, alat ini mengalami transformasi makna. Ia tidak lagi sekadar alat musik, melainkan media partisipasi aktif umat dalam ibadah.

Bunyi yang Mengajak Kontemplasi

Berbeda dengan lonceng logam yang nyaring, suara Crotalus cenderung lembut dan berirama. Desainnya yang sederhana—biasanya terdiri dari dua bilah kayu yang saling beradu—menciptakan efek suara tek-tok yang khas. Bunyi ini dirancang untuk mengajak umat berhenti sejenak dan merenungkan makna pengorbanan Kristus.

Baca Juga  Tak Hanya Pura Duo Kakak Adik Made Satria dan Ketut Leo Bantu Keluarga Miskin dan Carikan Pekerjaan Layak
Keunikan Crotalus dalam Tradisi Lokal

Tidak semua umat Katolik menyadari bahwa Crotalus memiliki sebutan berbeda di tiap daerah. Di Jawa, alat ini sering disebut klotokan atau keprak, sementara di kalangan misdinar Jakarta, istilah pletekan lebih populer.

Variasi nama ini menunjukkan bagaimana budaya lokal berpadu dengan liturgi universal. Meski namanya berbeda, fungsinya tetap sama: menjadi penanda sakralitas dalam momen-momen paling khusyuk di tahun liturgi.

  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Paripurna DPRD Sidoarjo

    Kisruh di Paripurna DPRD Sidoarjo: Bupati Swasta Menyatir, Budayawan Serukan Rekonsiliasi, Rakyat Butuh Solusi

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang co.id – Ketegangan politik kembali menghangat di Gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (17/6/2025), setelah aksi “Walk Out” atau WO massal anggota dewan saat rapat paripurna yang diwarnai permintaan maaf Bupati Subandi. Namun, reaksi publik justru mengarah pada kritik tajam terhadap sikap para legislator, salah satunya dari sosok yang dikenal luas dengan julukan “Bupati Swasta”, […]

  • Film Horor Petaka Gunung Gede di Bioskop Surabaya

    Jadwal Pemutaran Film Petaka Gunung Gede, Horor di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Selami misteri kelam Gunung Gede dalam film “Petaka Gunung Gede”, sebuah film horor yang terinspirasi dari peristiwa nyata yang menggemparkan. Film ini mengisahkan perjalanan Maya dan Ita, dua sahabat yang tidak menyangka bahwa liburan mereka akan berubah menjadi pengalaman supranatural yang menakutkan. Dengan penampilan prima dari Arla Ailani dan Adzana Ashel, film ini […]

  • RPS Award 2024, Penghargaan Tokoh Inspiratif Sidoarjo

    RPS Award 2024: Penghargaan untuk Tokoh Inspiratif Sidoarjo Kembali Digelar

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kabupaten Sidoarjo kembali bersiap untuk menyambut acara tahunan RPS Award 2024, sebuah penghargaan prestisius yang bertujuan mengapresiasi tokoh-tokoh inspiratif di berbagai bidang. Acara ini akan digelar pada 15 Desember 2024 di Pendopo Delta Wibawa, pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo. RPS Award merupakan gagasan Ruang Publik Sidoarjo (RPS), sebuah grup WhatsApp (WAG) yang diciptakan […]

  • seruan bubarkan DPR

    Prof. Dr. Hufron Ingatkan DPR Kembali ke Jati Diri

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Seruan “bubarkan DPR” yang kerap bergema di ruang publik mendapat sorotan khusus dari pakar hukum tata negara. Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Profesor Doktor Hufron, memberikan penjelasan mendalam bahwa seruan ini tidak boleh dimaknai secara harfiah. “Seruan untuk membubarkan DPR itu jangan dibaca secara harfiah karena sebenarnya ini lebih merupakan protes […]

  • Fokus Group Discussion mafia tanah

    Mafia Tanah Makin Meresahkan, Fokus Group Discussion Dalami Masalah Ini Karena menelikung Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Mafia tanah harus diganyang karena menelikung hukum, menimbulkan ketidakpastian hukum, dan menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat pemilik tanah yang sah. Mafia tanah tidak pandang bulu merongrong korban dari masyarakat umum bahkan pemerintah. Demikian simpulan hasil diskusi terpandu atau Focus Group Discussion (FGD) tentang Mafia Tanah, yang berlangsung di Surabaya, Selasa (21/5/2024). Diskusi ini […]

  • Hindari Makanan Ini Biar Awet Muda Saat Usia 40-an

    Hindari Makanan Ini Biar Awet Muda Saat Usia 40-an!

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Banyak orang ingin tetap terlihat muda, segar, dan bugar di usia 40-an, tapi tanpa sadar masih mengonsumsi makanan yang justru mempercepat penuaan. Krim anti-aging? Check. Perawatan wajah rutin? Check. Skincare mahal? Check. Tapi kalau masih makan sembarangan, hasilnya nihil! Menjaga pola makan itu sama pentingnya dengan skincare, karena kulit yang sehat datang dari […]

expand_less