Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Kolom » Ketika Kursi Bupati Bergetar di Alun-Alun Pati

Ketika Kursi Bupati Bergetar di Alun-Alun Pati

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Sultoni Fikri

(Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Direktur Eksekutif di Nusantara Center for Social Research)

 

Ruang.co.id – Ada pepatah Jawa yang berbunyi “Aja gumunan, aja kagetan, aja dumeh”. Artinya, jangan mudah terkejut, jangan mudah heran, dan jangan merasa lebih tinggi hanya karena sedang berkuasa. Sepertinya, nasihat ini sedang “mengetuk” pintu pendengaran para pejabat publik melalui panggung besar yang sedang dimainkan di Kabupaten Pati.

Demonstrasi menuntut lengsernya Bupati Sudewo adalah episode yang menarik sekaligus menyentil. Bukan hanya karena kebijakan PBB-P2 yang naik 250%, itu hanyalah percikan api, karena sikap “tidak gentar” yang justru menyiram bensin ke bara. Mengutip gaya para penjual obat di pasar malam, “jangan tantang kalau tak siap ditebus.” Ketika pemimpin mengatakan “kerahkan 50.000 orang pun saya tidak akan gentar,” ternyata rakyat Pati mengambilnya sebagai undangan resmi untuk hadir berbondong-bondong.

Teori kontrak sosial Jean-Jacques Rousseau mengatakan bahwa kekuasaan hanya sah selama ia dijalankan sesuai general will. Begitu pemerintah dianggap menyimpang dari kepentingan rakyat, kontrak itu cacat, dan rakyat berhak menuntut perubahan. Dari sudut pandang teori legitimasi Max Weber, kekuasaan itu bertahan selama ada pengakuan moral dari yang diperintah. Begitu pengakuan itu pudar, kekuasaan hanya tinggal atribut seperti kemeja putih, kendaraan lapis baja, dan pidato di atas pagar yang memisahkan pemimpin dari rakyatnya. Dan pagar itu, meski besi, tidak lebih kuat dari pagar sosial yang sudah runtuh.

Memang benar bupati dipilih secara langsung dan tidak dapat digulingkan hanya karena tekanan massa. Ada mekanisme formal seperti hak angket DPRD, pansus, hingga putusan pemberhentian sesuai undang-undang. Tetapi mari bicara jujur, di negeri ini, mekanisme formal kerap menjadi payung yang baru dibuka ketika hujan sudah turun. Dan hujan di Pati hari ini bukan rintik-rintik, ia badai massa yang memaksa payung itu dibentangkan.

Baca Juga  Dua Jalan Menuju Pemakzulan Bagi Bupati Pati

Jika demonstrasi ini berhasil memakzulkan Bupati Pati, ia akan menjadi catatan penting di buku besar demokrasi local, bahwa kekuasaan bukanlah tiket sekali jalan menuju lima tahun aman sentosa. Sebaliknya, ia adalah kontrak kerja yang setiap saat bisa diputus bila “majikan” (baca: rakyat) menilai pegawainya gagal. Dan apabila pada akhirnya Bupati Pati benar-benar lengser akibat desakan rakyat, peristiwa ini akan menjadi semacam “prasasti” baru bagi politik local. Bukti bahwa people power tidak perlu menunggu 1998 untuk beraksi, dan bahwa jabatan hasil pemilihan langsung pun tetap bersifat by contract. Rakyat bisa mengangkat, rakyat bisa menurunkan. Bukan revolusi, tapi kontrak kerja yang diputus sepihak oleh majikan karena karyawan dinilai tidak perform.

Untuk para pejabat lain yang sedang duduk manis di kursinya, ingatlah bahwa setiap alun-alun bisa berubah menjadi ruang sidang rakyat. Dan suara rakyat, meski tanpa palu sidang, bisa lebih memekakkan telinga daripada ketukan Ketua DPRD.

Lord Acton bilang, “Power tends to corrupt”. Rakyat Pati menambahkan catatan kaki yang lebih actual, “Kekuasaan yang terlalu lama menutup telinga, akan dipaksa mendengar. Meski lewat suara teriakan dan asap gas air mata”. Singkatnya, jangan sampai kursi Anda nanti ikut bergetar, bukan karena gempa bumi, tapi karena langkah seribu orang yang datang menagih janji.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala SDN di Sidoarjo

    Dugaan Selewengkan Dana Revitalisasi, Kepala SDN 1 Wonokasian Sidoarjo Dilaporkan ke Polresta Sidoarjo

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Biro Hukum Barata Persada selaku pilar organisasi PT Cakrawala Globalsindo Persada, resmi melayangkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Polresta Sidoarjo pada Sabtu malam (3/10/2026). Langkah hukum ini ditempuhnya, sebagai bentuk komitmen dalam memperjuangkan keterbukaan informasi publik, serta memberikan perlindungan terhadap tugas-tugas jurnalistik di lapangan. Aduan tersebut dipicu oleh tindakan oknum Kepala Sekolah SDN […]

  • Kesenian Tradisional Sulawesi Selatan

    Mengenal Kesenian Tradisional Daerah Sulawesi Selatan

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sulawesi Selatan kaya akan budaya dan kesenian tradisional yang mencerminkan keunikan dari berbagai suku, seperti Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Budaya keseniannya  sangat kaya dan beragam, mencerminkan keunikan dari berbagai suku yang ada di wilayah ini. Tari Tradisional Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin dalam tarian tradisionalnya […]

  • Deep Sea Exploration

    Wow! Semakin Dekat Jelajahi Lautan Terdalam dengan Teknologi Deep Sea Exploration Makin Canggih

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lautan yang dalam masih menyimpan misteri terbesar di bumi kita, dan teknologi kini memungkinkan para peneliti mengungkap lebih banyak rahasia bawah laut. Ada yang disebut “mesin laut dalam” atau deep-sea rovers, yaitu alat yang mampu menjelajahi laut sampai kedalaman ribuan meter. Beberapa spesies baru bahkan ditemukan belum lama ini di dekat palung […]

  • Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Usman

    Dugaan Pungli di Pendidikan Sidoarjo: Fakta atau Fitnah?

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan Kabupaten Sidoarjo menyeruak setelah wali murid dari dua sekolah melaporkan kasus ini ke Komisi D DPRD Sidoarjo. SDN Sumput dan SMPN 2 Sidoarjo dituding melakukan pungutan yang memberatkan, memicu perdebatan publik yang semakin meluas. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Usman, dalam rapat […]

  • Film Hidup Ini terlalu banyak Kamu

    Film “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu” Adaptasi Novel Pidi Baiq Terbaru! Lebih Indah Cinta Bukittinggi atau Jogja?

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – MVP Pictures kembali mengadaptasi karya Pidi Baiq ke layar lebar. Kali ini, novel laris Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu terbitan Mizan Publishing tahun 2022 yang menjadi film. Film dengan judul yang sama seperti novelnya akan rilis pada 21 November mendatang. Buku ini, yang merupakan kumpulan kutipan dari berbagai karya dan cuitan Pidi […]

  • Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat via Bsinews.id)

    Kalah Gim Pertama, Hikmat/Leani Bangkit dan Rebut Emas Pertama Para Bulu Tangkis

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Kalah Gim Pertama, Hikmat/Leani Bangkit dan Rebut Emas Pertama Para Bulu Tangkis NAGOYA – Pasangan ganda campuran SL3-SU5 Indonesia, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, meraih medali emas Asian Para Games 2026. Mereka mengalahkan wakil India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, dengan skor 11-21, 21-19, 21-14 pada final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jumat (23/10/2026). Pasangan India mengendalikan […]

expand_less