Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Gold dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026. Penghargaan bergengsi di bidang tata kelola dan kepatuhan hukum ini diterima langsung oleh manajemen TPS di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (22/5). Pencapaian ini menjadi bukti nyata transformasi budaya perusahaan yang bergerak dari sekadar pemenuhan aturan menuju ketahanan bisnis berbasis integritas.
Penghargaan pada kategori Prosper D tersebut dianugerahkan oleh Hukumonline sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi TPS. Perusahaan dinilai berhasil mengintegrasikan budaya kepatuhan hukum dan prinsip Good Corporate Governance (GCG) ke dalam strategi bisnis inti, bukan hanya sebagai pelengkap administratif. Hasilnya, TPS mampu mencatatkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan rasa syukurnya dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen perusahaan. Ia menyebut pencapaian ini sebagai buah dari konsistensi.
“Penghargaan Gold di IRCA 2026 ini kembali menyadarkan kami bahwa tata kelola perusahaan yang baik hanya akan membuahkan hasil melalui budaya kepatuhan hukum yang dilaksanakan secara disiplin dan konsisten, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ini adalah fondasi utama kami untuk menjaga keberlanjutan bisnis, memitigasi risiko, serta meningkatkan daya saing perusahaan,” ujar Erika.
Ajang IRCA 2026 sendiri merupakan kompetisi ketat yang diikuti oleh 131 perusahaan dari 23 sektor industri di Indonesia. Proses penilaian berlangsung secara independen dan mendalam sejak Januari hingga Februari 2026. Dewan juri terdiri dari para ahli seperti advokat senior, pakar tata kelola, hingga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga kredibilitas hasil penilaiannya sangat terjamin.
Lebih lanjut, Erika menjelaskan bahwa TPS telah menanamkan kebijakan integrasi sebagai pedoman utama dalam setiap lini operasional. Kebijakan ini tidak hanya terpampang di seluruh media komunikasi perusahaan, tetapi lebih penting lagi, telah menjadi DNA dalam menjalankan amanah bisnis.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat implementasi sistem manajemen kepatuhan terintegrasi. Langkah konkretnya adalah dengan meningkatkan frekuensi audit internal berbasis risiko serta pelatihan berkelanjutan bagi seluruh insan TPS untuk memastikan standar GCG terus terjaga dan meningkat,” tambah Erika.
Dengan raihan ini, TPS semakin memantapkan posisinya sebagai operator terminal peti kemas yang tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga matang dalam tata kelola dan kepatuhan. Erika pun menutup dengan menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan.
“Penghargaan ini menambah semangat kami untuk terus melayani pelanggan dan pemangku kepentingan dengan lebih baik, transparan, dan akuntabel, demi mewujudkan visi sebagai terminal kelas dunia yang berkelanjutan,” pungkasnya.

