Breaking News
light_mode
Rabu, 1 Juli 2026

Hancurnya Tembok Berlin: Berkaitan dengan Sejarah Hari Buah Sedunia

  • account_circle Syarif Wajabae
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Perubahan politik radikal terjadi pada tahun 1989 di Jerman. Dilaporkan kurang lebih dua juta orang berkumpul, memanjat, dan merobohkan Tembok Berlin.

Menurut artikel Washington Post, yang dibuat pada Jumat (8/11/2019), aksi ini didasari oleh pengumuman Pemerintah Jerman Timur pada pagi hari tanggal 9 November 1989, yang mengumumkan bahwa rakyatnya diperbolehkan pergi ke Jerman Barat dan Berlin Barat. Begitu pula yang dilakukan warga Jerman Barat.

Berita kebebasan kala itu tersebar ke seluruh dunia. Hingga Beberapa minggu, publik Jerman meretakkan bagian-bagian tembok yang panjangnya kurang lebih 140km (87mil) itu. Orang-orang Berlin sendiri menyebut mereka yang meruntuhkan tembok sebagai Mauerspechte atau para pelatuk tembok. Kemudian oleh pemerintah setempat dihancurkan menggunakan alat berat. Peristiwa itu merupakan awal komunikasi terbentuknya Jerman Deutsche Wiedervereinigung atau Reunifikasi Jerman (Penyatuan Kembali Jerman), Pada 3 Oktober 1990.

Kawasan yang dulu menjadi awal mula titik kumpul publik dalam peristiwa robohnya Tembok Berlin itu telah menjadi Gedenkstätte Berliner Mauer (Monumen Tembok Berlin, untuk memperingati peristiwa Tembok Berlin dan korban-korban tewas karena konflik disana). Monumen tersebut didirikan pada 1998 oleh Republik Federal Jerman dan Negara Bagian Federal Berlin. Terletak di Bernauer Straße, di persimpangan Ackerstraße yang meliputi Kapel Rekonsiliasi dan Pusat Dokumentasi Tembok Berlin.

Baca Juga : Ada Apa dengan 3 Juni? Kisah di Balik Peringatan Hari Sepeda Sedunia

Setahun setelah itu (1999), di sekitar Monumen (yang juga masih dalam kawasan Tembok Berlin), didirikan Taman yang luas. Taman yang sangat populer. Tempat berkumpulnya anak muda Jerman. Namanya Mauerpark, Prenzlauer Berg, Berlin. Lengkap dengan panggung arena, tempat olah raga, dan flea market (pasar loak). Di taman itulah sejarah Hari Buah Sedunia bermula.

Diawali oleh sejumlah sarjana dari Alice Salomon University of Applied Sciences Berlin yang bersua dalam suatu pesta di tahun 2007 di Taman itu. Terjadilah interaksi. Bermacam informasi, seperti pengalaman kerja, dan beberapa projek yang pernah dan sedang mereka tangani, merupakan isi dialog yang sudah jadi kebiasaan mereka saat bertemu. Dalam pesta itu tercetuslah kesepakatan yang sehat, bahagia, dan mulia. Yakni menyatukan masyarakat dengan kalangan komunitas serta organisasi untuk saling berbagi pangan kepada teman, kerabat, saudara, dan pengunjung yang ada di Mauerpark. Dan yang paling banyak dibagikan saat itu adalah buah-buahan.

  • Penulis: Syarif Wajabae
expand_less