Mobilitas Warga Jatim Melonjak, Commuter Line Catat Lonjakan 8 Persen di Semester I 2026
- account_circle Mascim
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan dalam sesi doorstop KAI Commuter Area VIII Surabaya layani 8,5 juta pengguna di Semester I 2026. (ruangcoid)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pengguna di wilayah Area VIII Surabaya sepanjang Januari hingga Juni 2026. Total volume pengguna tercatat menyentuh angka 8.528.571 orang, naik 8,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya melayani 7.879.862 pengguna.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, memaparkan bahwa kenaikan ini menjadi bukti nyata penguatan mobilitas masyarakat Jawa Timur. Tren positif ini semakin terasa selama masa libur sekolah yang masih berlangsung hingga awal Juli.
“Untuk masa libur sekolah ini, total dari tanggal 20 sampai 30 Juni sudah di angka 529.000 pengguna, dan kami proyeksikan terus naik hingga menyentuh 588.000 orang,” ujar Leza Arlan, Senin, (6/7).
Berdasarkan data volume pengguna, tiga stasiun utama masih mendominasi. Stasiun Surabaya Gubeng memimpin dengan 1.094.313 pengguna, disusul Stasiun Wonokromo sebanyak 721.309 pengguna, serta Stasiun Malang yang mencatat 628.976 pengguna. Sementara untuk rata-rata harian, volume pengguna pada hari kerja mencapai 44.000 orang, sedangkan akhir pekan melonjak ke angka 51.000 orang.
Pertumbuhan ini turut ditopang oleh perpanjangan relasi Commuter Line Supas. Sejak resmi melayani lintas Surabaya–Pasuruan–Probolinggo per 1 Maret 2026, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hingga akhir Juni, Commuter Line Supas telah mengangkut 702.377 pengguna, dengan Stasiun Probolinggo menyumbang 57.832 pengguna.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi perseroan dalam menghadirkan layanan yang andal. Peningkatan tidak hanya dilakukan pada sisi operasional, tetapi juga pembenahan fisik stasiun.
“Layanan Commuter Line Supas menjadi salah satu faktor pendukung untuk memudahkan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” tegas Karina Amanda.
Sepanjang 2025 hingga 2026, KAI Commuter telah merenovasi sejumlah stasiun di Area VIII Surabaya. Renovasi mencakup Hall Stasiun Kediri, Stasiun Blitar, Stasiun Kepanjen, dan Stasiun Kandangan. Fasilitas penunjang seperti musala, toilet, ruang laktasi, guiding block untuk penyandang disabilitas, serta beautifikasi Stasiun Probolinggo juga menjadi prioritas.
Memasuki semester kedua, KAI Commuter optimistis tren pertumbuhan akan terus berlanjut. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan pemesanan tiket daring melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Jawa Timur yang terus memilih Commuter Line. KAI Commuter berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan,” tutup Karina Amanda.
- Penulis: Mascim

