Cak Yebe Minta Lurah hingga Kadis Perkuat Kontrol Jangan Tunggu Wali Kota Turun
- account_circle Mascim
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko meminta lurah, camat, dan OPD memperkuat fungsi kontrol agar pelayanan publik tidak bergantung pada turun langsung Wali Kota Eri Cahyadi. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya memperkuat fungsi pengawasan internal. Permintaan ini menyusul langkah Wali Kota Eri Cahyadi yang belakangan rutin turun langsung ke lapangan menyisir persoalan pelayanan publik dan menyampaikan temuannya melalui media sosial.
Politikus yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai kebiasaan wali kota turun langsung merupakan bentuk kepedulian terhadap keluhan warga. Meski demikian, ia menegaskan lurah, camat, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) semestinya lebih aktif mendeteksi persoalan sebelum ditemukan langsung oleh wali kota.
“Sejauh yang dilakukan wali kota merupakan bentuk kepeduliannya terhadap keluhan warga atas pelayanan birokrasi di bawah. Wali kota turun sendiri untuk memastikan kinerja aparatur pemerintah di lapangan berjalan sesuai tugas dan fungsinya, tentu itu hal yang baik,” kata Cak Yebe di Surabaya, Selasa (14/7/2026).
Ia mendorong jajaran kewilayahan menjadikan pola pengawasan wali kota sebagai peringatan untuk meningkatkan intensitas kontrol. Menurutnya, temuan berulang di lapangan menjadi indikator bahwa fungsi pengawasan pada tingkat pelaksana masih perlu dievaluasi secara sistemik.
“Tren yang dilakukan wali kota ini harus disikapi serius oleh jajaran di bawahnya, termasuk lurah dan camat. Mereka harus meningkatkan intensitas fungsi kontrol di lapangan agar persoalan masyarakat bisa segera diselesaikan sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Cak Yebe mengingatkan jangan sampai seluruh persoalan harus menunggu wali kota turun langsung. Birokrasi, tegasnya, harus bekerja sebagai sebuah sistem yang mandiri dan responsif. Di sisi lain, ia meminta penanganan terhadap aparatur yang diduga melanggar aturan tetap mengedepankan prosedur proporsional.
- Penulis: Mascim

