Arus Peti Kemas TPS Naik 11,79% di Tengah Transisi Modernisasi
- account_circle Mascim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Aktivitas bongkar muat peti kemas ekspor impor di Terminal Petikemas Surabaya dengan latar peralatan Electric Quay Container Crane. (Dok TPS)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kenaikan volume arus peti kemas sebesar 11,79% pada bulan Juli 2026. Pertumbuhan month-on-month ini menandakan aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Tanjung Perak tetap bergairah di tengah proses modernisasi peralatan.
Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat (8/8), volume peti kemas meningkat dari 116 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) di bulan Juni menjadi 130 ribu TEUs pada bulan Juli. Kinerja positif ini sepenuhnya ditopang oleh kontribusi arus peti kemas internasional, yang pada Juni 2026 tercatat sebesar 116 ribu TEUs.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa capaian ini merefleksikan kepercayaan pasar yang tetap solid. “Pertumbuhan arus peti kemas sebesar 11,79% pada Juli 2026 menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan melalui TPS terus bergerak positif. Kenaikan ini terutama ditopang oleh peti kemas internasional, baik ekspor maupun impor, yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan dan kapasitas operasional TPS,” ujarnya.
Jika dirinci dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor mengalami pertumbuhan paling signifikan. Volume ekspor melonjak 20,54% secara month-on-month, dari 57 ribu TEUs di bulan Juni menjadi 68 ribu TEUs di bulan Juli. Di sisi impor, terjadi kenaikan 3,39% dari 59 ribu TEUs menjadi 61 ribu TEUs. Secara kumulatif sepanjang Januari-Juli 2026, komposisi ekspor dan impor cukup berimbang, yakni 49% untuk ekspor dan 51% untuk impor.
Meskipun kinerja bulanan menunjukan tren positif, secara year-on-year total arus peti kemas—domestik dan internasional—terkoreksi 8,59% dari 908 ribu TEUs menjadi 830 ribu TEUs. Koreksi ini merupakan konsekuensi dari proses transisi dan integrasi peralatan baru.
TPS saat ini tengah memasang 4 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Proses instalasi, pengujian, dan adaptasi operasional memerlukan waktu agar produktivitas mencapai titik optimal. Pengoperasian alat baru yang selaras dengan peralatan eksisting diyakini akan mendongkrak kapasitas secara berkelanjutan.
Di tengah proses modernisasi itu, produktivitas bongkar muat TPS tetap terjaga. Tercatat rata-rata kinerja mencapai 51 box/ship/hour, melebihi standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh KSOP Utama Tanjung Perak. TPS juga berhasil mempertahankan penguasaan pangsa pasar peti kemas internasional sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy G. Rahman, menilai peningkatan arus ekspor sebagai sinyal positif yang patut diapresiasi. “Kami mengapresiasi upaya TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik dan melakukan modernisasi peralatan terminal. Langkah tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya saing pelabuhan serta memberikan kepastian layanan bagi eksportir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara operator pelabuhan, pelaku usaha, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar momentum pertumbuhan ekspor dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. TPS pun berkomitmen menjaga performa tersebut dengan mengandalkan sistem operasional yang andal dan ramah lingkungan melalui penggunaan peralatan elektrik.
- Penulis: Mascim
