Gus Kikin Gagas Qanun Asasi dan Ekonomi Digital untuk Kuatkan Akar NU
- account_circle Mascim
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

Gus Kikin siap menghidupkan kembali Qanun Asasi NU dan memperkuat ekonomi warga berbasis digital jika terpilih menjadi Ketua Umum PBNU. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Ruang.co.id – Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyiapkan dua gagasan utama jika terpilih pada Muktamar ke-35 NU. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu berencana menghidupkan kembali Qanun Asasi sebagai rujukan organisasi dan memperkuat ekonomi warga berbasis pasar serta digital.
Gus Kikin menyatakan, langkah tersebut berangkat dari keprihatinan bahwa NU saat ini kehilangan pijakan asasi yang dahulu dirumuskan para pendiri. Ia menegaskan tidak mencalonkan diri, melainkan dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur.
“Saya sebetulnya bukan mencalonkan diri, saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur dan mereka menyambut dengan baik,” ujar Gus Kikin di Jombang. Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, Qanun Asasi yang disusun KH Hasyim Asy’ari telah ditemukan kembali dan dicetak menjadi buku sekitar tiga tahun lalu. Dokumen itu sempat dipakai hingga NU menjadi partai politik pada 1952, kemudian ditinggalkan.
“Nah, itu yang saya tawarkan. NU seyogyanya menggunakan rujukan-rujukan itu lagi supaya NU kembali seperti dulu awal digunakan,” katanya.
Pada sisi ekonomi, Gus Kikin menilai jumlah warga NU yang besar merupakan pasar potensial yang belum ditata optimal. Ia menyebut ekonomi digital bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi nahdliyin.
“Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya kan menjadi menarik,” terangnya.
Terkait posisi Rais Aam, Gus Kikin enggan menyebut nama. Ia hanya menekankan pentingnya sosok yang menjaga keilmuan melalui amalan sehari-hari.
“Ulama itu adalah yang menjaga keilmuannya, jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya berbasis dari keilmuannya,” pungkasnya.
- Penulis: Mascim

