Persebaya Perkuat Fondasi Klub Menuju 100th Glory Bersama Bonek
- account_circle Ruang Wawan
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Launching Sinergi Persebaya 2026 di Balai Kota Surabaya bersama Azrul Ananda dan Bonek (Photo by : Official Persebaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Persebaya Surabaya menatap Super League 2026-2027 dengan visi membangun klub yang lebih kuat. CEO Persebaya Azrul Ananda menyampaikan hal itu saat Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tak hanya memperkenalkan skuad untuk musim baru, manajemen memaparkan sejumlah langkah strategis. Pembinaan pemain muda, pengembangan tim kepelatihan, sports science, scouting, dan departemen analis menjadi bagian dari rencana tersebut.
Azrul Ananda Ungkap Nilai Besar di Balik Pemain Muda
Menurut Azrul, kekuatan klub profesional tidak cukup dinilai dari market value pemain. Ia mengibaratkan nilai tersebut seperti gunung es yang hanya memperlihatkan sebagian kecil dari kekuatan sebenarnya.
“Bicara market value, Persebaya mungkin tak akan menjadi yang tertinggi. Sebab Persebaya selama ini fokus pada pembinaan pemain-pemain muda,” kata Azrul.
Di balik nilai pasar yang belum tinggi, lanjut dia, terdapat proses panjang dalam mengembangkan pemain dari level junior menuju kompetisi profesional. Karena itu, klub terus mengalokasikan investasi untuk berbagai kebutuhan pendukung tim.
Pengembangan kepelatihan, infrastruktur sports science, sistem scouting, dan departemen analis menjadi bagian dari investasi tersebut. Manajemen juga membangun sistem yang dapat menopang perkembangan pemain dan performa tim dalam jangka panjang.
Persebaya Ajak Bonek Bangun Dukungan Positif
Hubungan dengan Bonek turut mendapat perhatian dalam visi menuju 100th Glory. Manajemen ingin dukungan suporter terus berkembang tanpa menimbulkan kerugian bagi klub maupun Kota Surabaya.
“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter,” ujar Azrul.
Dalam sembilan tahun terakhir, berbagai kejadian yang merugikan klub disebut menimbulkan dampak finansial sekitar Rp20 miliar. Nilai tersebut mencakup denda, kehilangan pendapatan akibat laga tanpa penonton, serta biaya perbaikan fasilitas.
Salah satu contohnya berasal dari pelanggaran flare. Azrul menyebut denda paling kecil untuk pelanggaran tersebut mencapai sekitar Rp50 juta. Menurutnya, dana sebesar itu dapat memberikan manfaat lebih besar jika dialihkan untuk kegiatan sosial.
Partner Persebaya Masuk ke Ekosistem Klub
Hubungan dengan partner juga menjadi bagian dari strategi Persebaya. Manajemen tidak ingin kerja sama berhenti pada pemasangan logo di jersey atau kemunculan merek dalam konten digital.
“Bagi kami, partner bukan sekadar logo yang ditempel di jersey atau muncul di konten digital. Kami ingin partner benar-benar menjadi bagian dari ekosistem Persebaya,” tutur Azrul.
Karena itu, klub mendorong berbagai aktivasi yang melibatkan Bonek dan masyarakat Surabaya. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi partner sekaligus memperkuat ekosistem Persebaya.
Pemkot Surabaya Dukung Sinergi Menuju 100th Glory
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya melengkapi strategi tersebut. Persebaya ingin memanfaatkan kekuatan klub dan komunitasnya untuk mendukung berbagai program yang berdampak bagi masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah, masyarakat, serta Bonek dan Bonita dapat terus mengiringi perjalanan tim.
“Semoga langkah baik yang kita lakukan ini bisa mewujudkan apa yang kita harapkan bersama, yakni Persebaya juara,” ujar Eri.
Dengan dukungan berbagai pihak, Azrul menegaskan Persebaya ingin mengejar prestasi sekaligus membangun fondasi klub yang kuat.
“Sinergi inilah yang kami percaya akan membawa Persebaya menuju 100th Glory,” pungkas Azrul.
- Penulis: Ruang Wawan

