35 CPMI Asal Medan dan Aceh Ikuti Uji Kompetensi di TUK Putri Mandiri
- account_circle Mascim
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur LSP Cleaning Service Nusantara, Hesnud Daulah Menguji langsung CPMI asal Medan dan Aceh dalam uji kompetensi cleaning service di TUK Putri Mandiri. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, Ruang.co.id – Sebanyak 35 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bidang cleaning service menjalani uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Putri Mandiri, Medan, Sumatra Utara. Para peserta berasal dari Medan, wilayah sekitarnya, dan sebagian dari Aceh. Mereka dipersiapkan untuk bekerja di sektor cleaning service di Malaysia. Selasa, (01/9).
Direktur LSP Cleaning Service Nusantara, Hesnud Daulah, hadir langsung dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran lembaganya bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan setiap peserta benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan di lapangan kerja.
“Kami selaku LSP Cleaning Service Nusantara hadir di Medan ini sekaligus untuk memastikan 35 CPMI ini betul-betul kompeten di bidang cleaning,” ujar Hesnud Daulah di sela kegiatan.
Hesnud menjelaskan, para peserta telah menjalani pelatihan intensif selama dua hari di LPK Putri Mandiri sebelum menghadapi uji kompetensi. Pelatihan tersebut menjadi fondasi penting agar mereka siap menghadapi penilaian dari asesor yang telah ditunjuk.
Baca Juga : 43 CPMI Ikuti Uji Kompetensi Cleaning Service di Medan untuk Syarat Kerja ke Malaysia
Selain pelatihan, setiap CPMI juga diwajibkan memiliki akun SIAPkerja sebagai syarat administratif. Hesnud menyebut akun tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendaftaran uji kompetensi di LSP Cleaning Service Nusantara.
“Tentunya sebelum melakukan uji itu mereka harus mendaftar ke LSP Cleaning Service Nusantara. Seluruh peserta wajib memiliki akun SIAPkerja. Itu menjadikan satu persyaratan yang wajib dimiliki oleh setiap calon peserta dan calon PMI,” jelasnya.
Pelaksanaan uji kompetensi di TUK Putri Mandiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama tiga hari di Medan. Sebelumnya, LSP Cleaning Service Nusantara telah menguji 43 CPMI di TUK Lonari. Dengan demikian, total 78 CPMI bidang cleaning service telah mengikuti uji kompetensi dalam periode tersebut.

Peserta uji kompetensi CPMI cleaning service mengikuti penilaian asesor di TUK Putri Mandiri, Medan, Sumatra Utara. (Ist)
Hesnud juga menyoroti terobosan baru dari BNSP berupa penerbitan e-certificate yang berlaku efektif mulai 10 Agustus 2026. Kebijakan ini dinilai mampu memangkas waktu tunggu penerbitan sertifikat yang selama ini kerap menjadi kendala bagi para pekerja migran.
“Harapannya dengan melalui e-certificate ini, sertifikat bisa cepat sampai ke peserta yang dinyatakan kompeten. CPMI tidak perlu menunggu lama-lama blangko dari BNSP. Ini adalah hal yang luar biasa, percepatan yang dilakukan oleh BNSP,” tuturnya.
Dengan penerbitan sertifikat elektronik tersebut, para CPMI yang lulus uji kompetensi dapat segera melengkapi dokumen keberangkatan mereka. Hal ini menjadi angin segar bagi para calon pekerja migran yang sebelumnya kerap menghadapi kendala administrasi.
LSP Cleaning Service Nusantara memastikan seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan. Para asesor menilai kemampuan peserta mulai dari penguasaan teknik kebersihan, penggunaan alat, hingga pemahaman keselamatan kerja sesuai standar industri.
Hesnud menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan LPK dan instansi terkait agar setiap CPMI yang berangkat ke luar negeri telah memenuhi standar kompetensi yang berlaku. Menurutnya, perlindungan terbaik bagi pekerja migran dimulai dari pembekalan dan sertifikasi yang layak.
“Kami berkomitmen memastikan semua CPMI yang kami uji benar-benar layak dan siap bekerja. Sertifikat ini bukan sekadar formalitas, tapi bukti bahwa negara hadir melindungi pekerjanya,” pungkas Hesnud Daulah.
- Penulis: Mascim

