Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Pemerintah » Catat, Pemerintah Kota Surabaya Bangun Wisata Rakyat di 8 Lokasi

Catat, Pemerintah Kota Surabaya Bangun Wisata Rakyat di 8 Lokasi

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pemerintah Kota Surabaya saat ini sedang memanfaatkan sejumlah asetnya untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan lapangan kerja. Oleh sebab itu, pemkot sedang membangun Wisata Rakyat di 8 lokasi, di antaranaya berada di kawasan Sememi, Bangkingan, Sumur Welut, Made, Jeruk, Kandangan, Nambangan, dan Ampel.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan bahwa berdasarkan kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, salah satunya adalah pemanfaatan aset yang harus dikelola dengan baik untuk kesejahteraan dan kemakmuran warga Kota Surabaya.

“Karena aset pemkot banyak, apalagi setelah ada penyerahan PSU atau fasum/fasos oleh pengembang, aset kita ini menjadi banyak. Pada pemanfaatan aset yang ada, khususnya di Surabaya Barat bersama BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah), kami telah memetakan aset untuk difungsikan sebagai pemberdayaan ekonomi sekaligus mewujudkan Surabaya Compact City,” kata Irvan, Senin (22/4/2024).

Irvan menerangkan, kawasan Surabaya yang memiliki fasum dan fasos berdekatan, memudahkan warga untuk saling berinteraksi dengan sesama warga sekitar. Apalagi kawasan tersebut memenuhi kebutuhan dasar warga, seperti adanya sekolah, sentra wisata kuliner (SWK), tempat olahraga, maupun taman. Karenanya, Pemkot Surabaya juga berupaya mempermudah dan mendekatkan warga pada kebutuhan wisata dengan membangun Wisata Rakyat.

“Pemkot berencana memanfaatkan aset-aset di Surabaya Barat, antara lain di Bangkingan, Sumur Welut, Made, Jeruk, Sememi, dan Kandangan difungsikan untuk menjadi Wisata Rakyat dengan tematik yang masing-masing berbeda. Ada yang tematik kampung Asia, Rustic, maupun wisata air. Tergantung kondisi aset yang ada di situ,” terangnya.

Nantinya, apabila di Wisata Rakyat berdekatan atau terdapat danau maka akan diprioritaskan pada wisata air dengan menyediakan wahana air. Tentunya akan ditambah fasilitas penunjang, yakni taman, akses parkir, toilet, dan mushola. Wisata Rakyat itu, juga akan dikelola oleh warga setempat dengan didampingi oleh Pemkot Surabaya.

Baca Juga  Sembilan Pilar Strategis Dongkrak Pendapatan Daerah Jatim 2026

“Sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan akan wisata tapi juga masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi dengan mengelola aset-aset itu. Seperti untuk pengolahan wahana, parkir, maupun fasilitas pendukung lainnya untuk menggiatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar dia.

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah melakukan sejumlah persiapan. Mulai dari pematangan lahan, pengerukan, pemasangan box culvert untuk aksesibilitas, hingga pemasangan paving untuk area parkir. Pemkot pun menargetkan di akhir bulan Mei 2024, Wisata Rakyat telah selesai dan dapat segera diresmikan oleh Wali Kota Eri.

“Ini bertahap, pengelolaan juga perlu proses, diharapkan itu semua akhir Mei sudah trial (dicoba) dan diresmikan. Jadi masyarakat bisa menikmati wisata, tidak perlu jauh-jauh, bisa mengunjungi Wisata Rakyat,” terang dia.

Irvan menambahkan, meski saat ini pengembangan aset pada sektor pariwisata berada di wilayah Surabaya Barat dan Utara sebagai lokasi Wisata Rakyat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa Pemkot Surabaya juga akan membangun Wisata Rakyat di semua wilayah di Kota Pahlawan.

“Idealnya semua wilayah, selama itu ada aset pemkot yang belum termanfaatkan maka akan kita manfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, maupun sebagai wisata,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penggusuran PKL Pepelegi

    Tolak Penggusuran Balai Besar Brantas, PKL Pepelegi Gelar Istighotsah untuk Menuntut Solusi yang Adil

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang tepi sungai Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo, menggelar acara Istighotsah bersama pada Senin malam (17/2/2025). Acara ini merupakan bentuk protes terhadap upaya penggusuran yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Dalam doa bersama tersebut, mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dapat […]

  • Arogansi APH Surabaya

    Tim Advokat PHN Bongkar Dugaan Arogansi APH: Soroti Kriminalisasi Sengketa Perdata di PN Surabaya

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tabir hukum yang krusial mulai terkuak dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (7/1/2026). Tim Penasihat Hukum dari kantor advokat Palenggahan Hukum Nusantara (PHN), mengungkap indikasi kuat adanya dugaan arogansi Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari unsur kepolisian maupun kejaksaan. Persidangan yang digelar di ruang Tirta dan Sari 2 ini mengagendakan […]

  • 20 tahun Lumpur Lapindo

    20 Tahun Lumpur Lapindo 232 Warga Masih Menunggu Hak Ganti Rugi, Wabup Mimik Sampaikan ini Progresnya

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Dua dekade berlalu, luka korban lumpur Lapindo belum sembuh. Sebanyak 232 berkas ganti rugi masih menggantung. Forum Korban Lumpur Sidoarjo (FKLS) mencatat nilai kewajiban mencapai Rp 1,5 triliun. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, mengatakan baik terhadap warga korban lumpur yang belum selesai maupun kondisi tanggul lumpur, sedang berproses pengerjaannya. “Pemerintah pusat […]

  • Bantuan Kursi Roda

    Bantuan Dua Kursi Roda dari Bupati Sidoarjo, Penyemangat Hidup Kakak Beradik Difabel Sejak Lahir

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Dua anak kakak beradik kandung bernama Aulia Widayanti (35) dan Siti Ismiyah (30), penyandang difabel lumpuh kaki sejak lahir. Kedua anak perempuan disabilitas ini, anak Munaim dan Senimah, Warga Desa Karangbong, Kec. Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Aulia dan Siti, sapaan akrab kedua putri ini, sejak lahir sudah terlalu kenyang menghabiskan waktu hidupnya, dengan […]

  • hotel

    Okupansi Hotel di Jawa Timur Momen Lebaran Idul Fitri Capai 90 Persen

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Momen lebaran Idul Fitri 1445 H, Okupansi hotel di Jawa Timur diperkirakan mencapai hingga 90 persen. Apalagi daerah yang menjadi tujuan masyarakat untuk mudik maupun berlibur (wisata) seperti Pasuruan, Malang, Batu, Kediri, Jombang, Blitar, Madiun, hingga Banyuwangi. Okupansi Momen lebaran Idul Fitri 1445 H tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) […]

  • ALFI Jatim diskusi guyub di TPS Surabaya

    Diskusi Guyub ALFI Jatim di TPS Surabaya, Sinergi Pemangku Kepentingan untuk Efisiensi Pelabuhan

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menjadi tuan rumah dalam acara diskusi guyub bertajuk “Coffee Morning” yang diselenggarakan oleh DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur pada Rabu (19/2/2025). Acara ini dihadiri oleh 100 orang perwakilan perusahaan forwarder yang menjadi anggota ALFI, serta para pemangku kepentingan seperti Kepala Kantor Kesyahbandaran dan […]

expand_less