Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Ekbis » Masalah dan Solusi dalam Penggunaan CoreTax DJP Evaluasi dan Rekomendasi 2025

Masalah dan Solusi dalam Penggunaan CoreTax DJP Evaluasi dan Rekomendasi 2025

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – CoreTax DJP adalah sistem administrasi pajak digital yang mulai diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak 1 Januari 2025. Sebagai bagian dari proyek pembaruan sistem administrasi pajak (PSIAP) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2018, CoreTax dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, dengan fitur seperti pendaftaran NPWP online, pembuatan faktur pajak digital, dan penerbitan Surat Keterangan Fiskal (SKF).

Namun, meskipun memiliki potensi besar, penerapan CoreTax tidak lepas dari masalah teknis dan keluhan dari pengguna yang merasa kesulitan dalam mengoperasikan sistem ini. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi masyarakat adalah antarmuka yang tidak ramah pengguna, yang membuat banyak orang merasa bingung dan kesulitan dalam mengakses berbagai fitur yang disediakan.

Sejak penerapannya, banyak masyarakat yang melaporkan berbagai kendala operasional terkait penggunaan sistem pajak digital CoreTax. Beberapa masalah utama yang ditemukan adalah:

1. Antarmuka yang Tidak Ramah Pengguna
Banyak pengguna mengeluhkan bahwa antarmuka CoreTax DJP sulit dipahami, terutama bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan teknologi digital. Terdapat banyak pilihan dan tools yang membingungkan, serta kurangnya panduan yang jelas dalam menggunakan sistem.

2. Kesulitan dalam Pendaftaran NPWP
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah pendaftaran NPWP online. Masyarakat melaporkan bahwa mereka kesulitan untuk membuat NPWP secara online melalui CoreTax, terutama ketika ditemukan adanya celah keamanannya. Bahkan, beberapa waktu lalu, seorang pengguna media sosial mengungkapkan bahwa mereka bisa membuat NPWP tanpa melalui validasi data tambahan, yang seharusnya menjadi salah satu mekanisme keamanan utama.

3. Masalah Keamanan Data
Seiring dengan penggunaan CoreTax, masalah keamanan data pajak juga muncul. Beberapa pengguna merasa khawatir bahwa data pribadi mereka bisa disalahgunakan, mengingat adanya celah yang ditemukan di dalam sistem. Keamanan menjadi hal yang sangat penting, terutama karena sistem ini menyimpan informasi sensitif terkait kewajiban pajak masyarakat.

Baca Juga  Konsistensi Penilaian GCG TPS Perkuat Pilar Keberlanjutan Bisnis

4. Kesulitan dalam Membuat Faktur Pajak
Pengguna juga mengeluhkan kesulitan dalam membuat faktur pajak digital, terutama pada masa transisi tarif PPN yang berubah dari 11% menjadi 12%. Proses pembuatan faktur transisi ini dianggap rumit, dan sering kali menimbulkan kesalahan penghitungan yang harus diperbaiki secara manual.

Agung Satryo Wibowo, pakar perpajakan dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG), mengungkapkan pandangannya mengenai berbagai kendala yang dihadapi oleh masyarakat terkait penggunaan CoreTax DJP. Menurut Agung, meskipun CoreTax dirancang dengan tujuan mempermudah administrasi pajak, penerapannya di lapangan belum sesuai harapan. Berikut adalah statement yang beliau sampaikan:

“Direktorat Jenderal Pajak sudah membuat sebuah terobosan luar biasa dengan meluncurkan CoreTax untuk memberikan kemudahan dalam administrasi perpajakan. Namun, implementasi sistem ini menunjukkan banyak kekurangan. Sistem yang tidak ramah pengguna ini membingungkan masyarakat, terutama mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi. Selain itu, kami juga menemukan celah dalam pendaftaran NPWP yang memungkinkan pembuatan NPWP tanpa validasi data yang memadai,” ujar Agung Satryo Wibowo.

Agung juga menyoroti masalah keamanan data dalam sistem ini, yang menjadi perhatian utama masyarakat. “Penting bagi DJP untuk memperkuat lapisan keamanan dalam sistem CoreTax ini. Masyarakat harus merasa aman dan percaya bahwa data pribadi mereka terlindungi dengan baik.”

Agung menyarankan agar DJP melakukan uji coba lebih lanjut di beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang telah dipilih sebagai percontohan. Langkah ini akan memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang ada sebelum CoreTax digunakan secara luas oleh masyarakat. “Sistem ini perlu diuji terlebih dahulu di beberapa KPP untuk memastikan bahwa kendala-kendala operasional yang muncul dapat segera diperbaiki,” tambah Agung.

Baca Juga  UMKM Go Digital! Pasar Tradisional Kini Masuk Era AI, Omzet Siap Naik Berkali Lipat

Sebagai respon terhadap berbagai keluhan ini, Agung Satryo Wibowo menyarankan beberapa langkah konkret untuk memperbaiki dan memaksimalkan CoreTax DJP:

1. Penyederhanaan Antarmuka Pengguna
Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menyederhanakan antarmuka sistem agar lebih ramah pengguna. DJP bisa menyusun panduan penggunaan yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat awam, sehingga mereka bisa lebih mudah mengakses layanan perpajakan.

2. Memperkuat Sistem Keamanan
Keamanan data wajib pajak harus diperkuat dengan meningkatkan lapisan validasi data dan memastikan protokol keamanan yang lebih baik agar celah yang ada dapat ditutup. “DJP perlu menjamin bahwa setiap langkah pendaftaran, pembuatan NPWP, atau pengelolaan faktur pajak benar-benar aman dan terlindungi,” ujar Agung.

3. Uji Coba di Kantor Pelayanan Pajak
Sebelum sistem digunakan secara luas, DJP harus melakukan uji coba di beberapa KPP terlebih dahulu. Dengan melakukan evaluasi dan perbaikan berdasarkan feedback pengguna, DJP dapat memastikan bahwa sistem ini berfungsi dengan baik dan dapat diakses oleh masyarakat secara efektif.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Beasiswa Terbaik untuk Lulusan SNBP

    Lulus SNBP 2025? Segera Daftar 3 Beasiswa Ini untuk Bebas Biaya Kuliah!

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setelah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah mempersiapkan pembiayaan pendidikan. Jangan khawatir, pemerintah dan berbagai institusi menyediakan program beasiswa yang bisa menjadi solusi untuk meringankan biaya kuliah. Yuk, simak tiga beasiswa menarik yang bisa kamu daftar segera! 1. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) oleh Kemendikbudristek […]

  • kuota haji 2025

    Kuota Haji 2025: Jawa Barat Dominasi, NTT dan Bali Santai di Belakang

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Apa kabar persiapan Kuota Haji 2025? Kementerian Agama (Kemenag) sudah gerak cepat, selain nentuin biaya, mereka juga ngumumin kuota jemaah haji untuk tiap provinsi. Total jemaah Indonesia tahun ini mencapai 221.000. Nah, penasaran provinsi mana yang jadi “Raja Kuota”? Yuk, simak ulasannya! Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1196 Tahun 2024, Jawa […]

  • Yamaha Gear Ultima

    Yamaha Gear Ultima: Kuda Besi Multifungsi untuk Mobilitas Keluarga Urban

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali memukau pasar dengan meluncurkan Yamaha Gear Ultima, sebuah terobosan dalam dunia skutik modern yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dinamis keluarga masa kini. Kehadiran motor ini bukan sekadar tambahan varian, melainkan jawaban atas tuntutan gaya hidup urban yang semakin kompleks. Desain Ergonomis dengan Fitur Super […]

  • Tradisi Bekarang Iwak di Palembang

    Tradisi Bekarang Iwak di Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Tak Lekang oleh Waktu

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Hidup di daerah yang dialiri sungai besar seperti Palembang tentu membawa banyak cerita dan tradisi yang erat kaitannya dengan air. Salah satu yang paling seru dan tetap bertahan hingga sekarang adalah Bekarang Iwak—tradisi menangkap ikan secara massal yang melibatkan banyak orang dan penuh dengan nuansa kebersamaan. Kegiatan ini bukan sekadar cara mendapatkan ikan […]

  • BPJ Dahnil Anzar

    Dahnil Anzar: Optimalkan Asrama Haji untuk Ekonomi dan Peradaban Bangsa

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPJ), Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan kunjungan ke Asrama Haji Surabaya pada Selasa (7/1/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas dan pelayanan ibadah haji, sekaligus mendorong pengembangan fungsi asrama haji agar berdampak positif bagi perekonomian dan peradaban bangsa. Dahnil menyampaikan harapannya agar Asrama Haji Surabaya menjadi […]

  • Hari Musik Nasional

    Sejarah dan Makna Hari Musik Nasional 9 Maret: Menghormati W.R. Supratman dan Budaya Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setiap tanggal 9 Maret, Indonesia memperingati Hari Musik Nasional. Tanggal ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap Wage Rudolf Supratman, sang pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Namun, tahukah Anda bahwa penetapan tanggal ini sempat menimbulkan perdebatan? Yuk, simak sejarah dan makna di balik peringatan ini! Mengapa 9 Maret Dipilih sebagai Hari Musik Nasional? Penetapan […]

expand_less