Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Peristiwa » Demo Jurnalis Jatim Memanggil, Wabup Sidoarjo Minta Maaf Usai Algojonya Berulah

Demo Jurnalis Jatim Memanggil, Wabup Sidoarjo Minta Maaf Usai Algojonya Berulah

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id — Tangis tak terlihat, tapi luka itu terasa. Bukan di tubuh, melainkan di profesi. Hari Kamis, 26 Juni 2025, menjadi titik balik bagi insan pers di Jawa Timur. Lebih dari 50 insan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo memadati halaman Kantor Pemkab Sidoarjo, membentangkan poster, mencopot kartu identitas, dan menyuarakan satu hal: “Hentikan kekerasan terhadap jurnalis”.

Aksi yang diberi tajuk “Jurnalis Jatim Memanggil” ini bukan sekadar reaksi emosional. Ia lahir dari luka mendalam, setelah tujuh wartawan mengalami intimidasi saat meliput dugaan penipuan oleh PT. SGM pada 13 Juni lalu. Salah satunya, Bayu dari media Siber Berita Cakrawala, bahkan mengalami kekerasan fisik oleh pria berinisial U, yang mengaku sebagai relawan Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana.

“Saya dipiting, baju saya ditarik dari belakang, dn saya diintimidasi. Saat itu saya hanya pegang ponsel, merekam suasana mediasi. Tidak ada perlakuan kasar secara fisik melukai bagian tubuh saya, tapi yang saya terima sangat tidak pantas,” ujar Bayu dengan suara berat, saat menyampaikan testimoni dalam aksi damai tersebut.

Belakangan juga diketahui, sangat disayangkan pula ada jurnalis yng merangkap bagian dari algojo Wabup Mimik Idayana, yang juga tampak dalam rekaman potret kejadian itu.

Video kekerasan itu sempat viral di TikTok, memantik gelombang empati dari jurnalis seluruh Jatim. Di tengah arus digital yang deras, ini menjadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman. Ia membantah tegas tuduhan yang menyebut media tempatnya bekerja mencabut berita (take down).

“Kami tidak pernah take down berita. Kalau ada yang bilang begitu, tolong bantu tunjukkan siapa orangnya. Laporan polisi masih berjalan dan akan terus dikawal,” tegas Bayu saat diwawancara Ruang.co.id.

Baca Juga  30 Karyawan Garmen Disandera Sengketa Gono Gini di Surabaya

Salah satu orasi lainnya, Nurudin dari Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPC PWDPI) Sidoarjo, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengamanan pejabat daerah.

“Sudah saatnya relawan tanpa status resmi tidak lagi diperbolehkan menjaga pejabat dan tempat – tempat vital simbol negara. Serahkan pada ASN atau APH yang memang ditugaskan negara. Negara punya sistem. Hormati itu,” kata Nurudin, yang juga jurnalis Ruang.co.id.

Puncak aksi terjadi ketika Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana, akhirnya turun langsung menemui massa aksi. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyerahkan surat resmi kepada perwakilan aksi demo jurnalis.

“Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi saya. Saya menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan tidak pernah memberi perintah atau persetujuan atas tindakan kekerasan,” ucap Mimik, didampingi sejumlah pejabat Pemkab, dengan nada menyesal.

Meski aksi berakhir damai, para jurnalis sepakat bahwa permintaan maaf bukanlah akhir. Mereka menuntut tindakan konkret, mulai dari penertiban relawan tak resmi, hingga jaminan ruang kerja aman bagi jurnalis.

Agus Subakti, Ketua DPC PWDPI Sidoarjo, menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis bukan sekadar pelanggaran etik, tapi ancaman serius terhadap demokrasi.

“Kami hanya pegang pena dan kamera, tapi suara kami bisa menembus tembok kekuasaan. Kami tidak boleh dibungkam, dan tak akan mundur,” ujarnya lantang.

Aksi “Jurnalis Jatim Memanggil” bukan hanya tentang solidaritas, tetapi juga tentang harga diri profesi. Tentang nyala nurani yang menolak tunduk pada intimidasi.

Di tengah terik matahari terpantul di aspal Sidoarjo, para jurnalis menulis sejarah: bahwa mereka bukan musuh kekuasaan, tapi mitra demokrasi yang tak bisa diabaikan.

Aksi demo Jurnalis Jatim Memanggil bukan lantaran sekadar urusan individu jurnalis dan medianya yang terlukai. Aksi demo ini merupakan panggilan nurani para jurnalis yang juga ikut merasakan profesinya dan media pers sudah dilukai atau diciderai.

Baca Juga  Gercep Gus Fawait: Tiket Pulang untuk Dua PMI Jember Tuntas!

Urusan korban yang dilukai silahkan diselesaikan secara internalnya. Bila memang masih berlanjut di kepolisian, itu jugaenjadu hak hukumnya dan media sibernya.

Tapi luka terhadap profesi jurnalis di demo itu merupakan kecaman keras bagi siapapun, bahwa jangan pernah ada kekerasan dalam bentuk apapun terhadap jurnalis.

Karena sejatinya jurnalis hanya mengandalkan sebuah karya jurnalistik sebagai senjata bertahan dan bila perlu dalam perlawanannya.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liponsos Sidoarjo

    Kabar Baik, Dinsos Sidoarjo Siapkan Liponsos Baru 2 Hektare di Pilang Wonoayu

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, R. Martha Wara Kusuma, memastikan pembangunan gedung Lingkungan Pondok Sosial atau Liponsos baru di Desa Pilang, segera terealisasi guna menggantikan fasilitas lama yang kini tidak layak. Rencana strategis ini mencuat usai rapat dengar pendapat atau Hearing bersama Komisi D DPRD Sidoarjo, Jumat (13/2/2026). Martha menegaskan bahwa penyediaan sarana […]

  • Drakor No Gain No Love

    Drakor No Gain No Love Mulai Tayang Hari Ini

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Drama korea (Drakor) terbaru tayang mulai hari ini, tanggal 26 Agustus 2024, No Gain No Love. Drakor yang menghadirkan kembali Shin Min-ah ini akan beradu acting dengan Kim Young-dae. Memiliki gendre drama komedi, drakor ini akan menghibur para pecinta drakor. Sinopsis No Gain No Love Drama ini mengisahkan tentang Son Hae-young (Shin […]

  • DJP Jawa Timur II Tax Gathering 2024

    DJP Jawa Timur II Gelar Tax Gathering 2024: Sinergi Bersama Pembayar Pajak

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II kembali mengadakan acara Tax Gathering 2024, yang dihadiri oleh 100 Wajib Pajak prominen dari wilayah Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan pada Selasa (15/10/2024) di Surabaya dengan mengusung tema “Eratkan Sinergi, Wujudkan Harmoni, Bersama Membangun Negeri.” Kegiatan yang mengambil simbol “ARTALASENA” ini bertujuan untuk […]

  • Infografis hasil undian babak 16 besar Liga Champions 2024/2025

    Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2024/2025: Derby Madrid di Babak 16 Besar!

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – UEFA baru saja menggelar undian babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 di markas besarnya di Nyon, Swiss, pada Jumat (21/2/2025). Undian ini menghadirkan sejumlah pertandingan menarik, termasuk duel sengit antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Fase knockout playoff telah usai, dan delapan tim berhasil melaju ke babak 16 besar. Mereka akan menantang delapan […]

  • anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan

    Banjir dan Longsor di Bondowoso, Krisis Air Bersih Ancam Ribuan Warga

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Bondowoso dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan ribuan warga mengalami krisis air bersih. Infrastruktur yang hancur dan sumur-sumur yang tercemar lumpur membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, memaksa mereka menggunakan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi ini mendorong anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, […]

  • Pemkot Surabaya Survei Ulang Desil Kemensos

    Perubahan Desil Kemensos Resahkan Jutaan Rakyat, Pemkot Surabaya Survei Ulang Selamatkan Warga Miskin

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ketika jutaan warga Indonesia menjerit, karena terjadi anomali perubahan desil Kemensos yang janggal, pusat hanya bergeming tanpa sanksi tegas bagi pihak yang lalai. Jeritan nurani rakyat menggema se-Indonesia, akibat anjloknya status sosial secara sepihak. Hasil survei Data DTKS Kemensos pusat dianggap tidak valid tersebut, mencerminkan kegagalan realitas kemiskinan di lapangan yang sesungguhnya. […]

expand_less