Breaking News
light_mode
Rabu, 9 September 2026
Beranda » Pendidikan » Dua tahun Empat Lulusan SMK PGRI 2 Sidoarjo Ijazahnya “Tertahan” di Sekolah, Ini Kisah Nasib Keluarganya Ungkap Faktanya

Dua tahun Empat Lulusan SMK PGRI 2 Sidoarjo Ijazahnya “Tertahan” di Sekolah, Ini Kisah Nasib Keluarganya Ungkap Faktanya

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Sebentar lagi, terdapat momen penting tentang kelulusan siswa sekolah, termasuk siswa SLTA dan Kejuruan maupun sederajatnya. Namun di tahun sebelumnya, di Sidoarjo, terdapat dugaan kasus “penahanan” ijazah dari pihak sekolah. Salah satunya terjadi di lingkungan SMK PGRI 2 Sidoarjo.

Muhammad Udin (45), orang tua almarhumah Tera Dinita Nurtanti, lulusan SMK PGRI 2 Sidoarjo tahun 2024, yang mengalami nasib anaknya, dan menceritakan kondisi ijazah anaknya yang tidak diambil, akibat sakit berat hingga wafat.

Sementara, di tempat terpisah, orang tua Revalina Ayu Dwiyanti, teman sekelas Tera Dinira yang sama – sama lulus di tahun yang sama, mengungkap ijazah anaknya belum dapat diambil karena tunggakan SPP, dengan dampak langsung pada akses mencari kerja bagi Reva, sapaan akrab Revalina.

Dua nama lulusan siswa itu, merupakan bagian dari sedikitnya empat lulusan siswa Ijazahnya “tertahan”, yang terjadi di SMK PGRI 2 Sidoarjo sejak kelulusan 2004, hingga 2026 dan menjadi perhatian keluarga siswa serta pihak sekolah.

Udin, sapaan akrab Muhammad Udin, yang saat itu tinggal di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, kepada Ruang.co.id telah menceritakan, anaknya lulus pada 2004 dalam kondisi sakit autoimun yang sudah diderita sejak SMP.

Selama masa sekolah di SMK PGRI 2, pihak guru, wali kelas, hingga kepala sekolah tersebut, telah mengetahui kondisi kesehatan Tera.

Ia menyatakan tidak pernah mengambil ijazah, karena fokus pada pengobatan anaknya, hingga Tuhan berkehendak berbeda akhirnya meninggal dunia beberapa bulan setelah kelulusan.

“Anak saya lulus, tapi kondisinya sudah sakit parah. Saya utamakan kesehatan dulu. Masalah ijazah saya pikir bisa diambil belakangan,” ujar Udin, kepada Ruang.co.id, Senin (13/4/2026).

Udin, yang kini hijrah tinggal di Kabupaten Ngawi bersama Farahdiniyati (37), istrinya, juga mengakui, masih terdapat tunggakan SPP sekitar tiga hingga empat bulan.

Namun, ia tidak pernah mengajukan pengambilan ijazah, maupun meminta keringanan secara formal kepada pihak sekolah.

Baca Juga  Mengenal Puncak Carstensz Pyramid, Puncak Tertinggi Indonesia yang Menantang

“Memang belum saya lunasi. Tapi saya tidak sempat mengurus, karena anak saya sakit. Saya fokus pada anak saya sejak masuk RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah meninggal, saya pikir ijazah itu sudah tidak ada manfaatnya,” kata bapak berprofesi pengaur penumpang bus di Terminal Purabaya Surabaya ini.

Dalam keterangannya, Udin menegaskan, juga tidak pernah ada komunikasi lanjutan dari pihak sekolah, terkait pengambilan ijazah, setelah anaknya wafat.

Bahkan, Ia juga menyebut, tidak ada kunjungan langsung semacam takziah dari pihak guru hingga kepala sekolah, sebagai bentuk kepedulian sekolah, ke rumah duka dari pihak sekolah saat masa duka, meskipun informasi telah disampaikan melalui grup komunikasi WA (WhatsApp).

“Mulai anak saya masuk sekolah, semua gurunya sudah mengetahui, sampai saat anak saya kontrol kesehatannya, kami juga berikan surat keterangan dari rumah sakit ke pihak sekolah. Saat kami mengabari anak saya meninggal di WA grup sekolahnya, memang sih ada guru yang membalas penyampaian turut duka cita lewat chat grup. Para guru maupun dari pihak sekolah tidak ada yang datang ke rumah untuk takziah,” ujarnya.

Yang ada hanya beberapa teman dekat mewakili siswa sekolah, terutama teman sekelas Tera, yang berkunjung takziah ke rumah duka. Termasuk Revalina yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir teman dekatnya hingga di pemakaman di TPU Delta Praloyo, Sidoarjo.

Kasus berbeda dialami Revalina Ayu Dwiyanti, lulusan tahun 2024 dari jurusan akuntansi di jurusan dan sekolah yang sama dengan Tera. Hingga 2026, ijazahnya masih berada di sekolah karena tunggakan SPP selama empat bulan.

Mengutip pernyataan ayah Revalina yang menceritakan kepada wartawan yang meliput, Mardjadi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada peluang kerja anaknya. Ia menyebut berbagai lamaran kerja yang diajukan tidak membuahkan hasil karena hanya menggunakan ijazah SMP.

“Anak saya sulit dapat kerja karena ijazah SMK-nya belum diambil. Sudah melamar ke banyak tempat, tapi belum ada panggilan,” ujar kecewa Mardjadi kepada wartawan (9/4/2026).

Baca Juga  Dorong Ekonomi Syariah, ITS Luncurkan Platform Digital HalalWave

Ia mengungkap, pelbagai jalan telah ditempuhnya, mulai berupaya berkomunikasi dengan pihak sekolah, namun belum menemukan solusi. Bahkan, menurutnya, anaknya pernah mengalami tekanan saat proses penagihan tunggakan di lingkungan sekolah.

“Saya diminta melunasi tunggakan. Karena belum mampu, anak saya yang ditegur di kelas sampai menangis,” ungkap perasaan sedih mendalamnya.

Mardjadi merinci, jumlah tunggakan sekitar Rp1.128.000, hasil dari SPP bulanan Rp282.000 selama empat bulan. Ia mengaku sebelumnya mampu membayar seluruh kebutuhan sekolah, namun kondisi ekonomi menurun saat usaha dagang sayur sedang sepi.

“Dulu jualan sayur lancar, semua biaya sekolah terpenuhi. Tapi saat kelas tiga, penghasilan turun dan mulai nunggak,” ujarnya.

“Pihak sekolah yang bilang anak saya dikasih copy SKL (Standar Kompetensi Lulusan/ Surat Keterangan Lulus) yang di legalisir itu tidak benar. Anan saya tak dikasih selembar apapun bukti kelulusan dari pihak sekolahannya,” pungkasnya.

Ia juga menyebut, selain anaknya terdapat beberapa siswa lain dalam satu kelas, yang mengalami kondisi serupa, dengan ijazah belum diambil karena tunggakan biaya pendidikan.

Secara regulasi, ketentuan mengenai penyerahan ijazah diatur dalam berbagai kebijakan pendidikan. Dalam praktiknya, ijazah merupakan dokumen negara yang menjadi hak peserta didik setelah dinyatakan lulus.

Sejumlah kebijakan daerah dan surat edaran kementerian pendidikan dalam beberapa tahun terakhir, menekankan bahwa sekolah tidak diperkenankan menahan ijazah sebagai jaminan pembayaran.

Namun, implementasi di lapangan masih menunjukkan variasi, terutama pada sekolah swasta yang memiliki ketergantungan tinggi pada pembiayaan mandiri. Hal ini menjadi perhatian dalam konteks akses pendidikan, dan keberlanjutan masa depan lulusan.

Untuk mendapatkan keterangan dari pihak sekolah, Ruang.co.id mendatangi SMK PGRI 2 pada Senin siang (13/4)2026). Namun, tidak mendapatkan konfirmasi apapun dari Kepala SMK tersebut, hanya Lia yang mengaku guru dan guru yang mengurusi MBG (Makanan Bergizi Gratis) di sekolah, menemui dan dengan kalimat jawaban konfirmasi terbatas.

Baca Juga  Unusa Perkuat Riset Perkembangan Otak Janin Bersama University of Manchester

“Lhaiya, anak (siswi bernama Tera) sejak masuk kelas satu disini sudah dalam keadaan sakit, sakit leukimia, sudah ditolong pihak sekolah, kok malah ditulis media begitu, ijazahnya ditahan sekolah sampa dia meninggal. Dia pas lulus digondol arek lanang,” ujar singkat Lia kepada Ruang.co.id, Senin siang (13/4/2026).

Menanggapi hal tersebut mengutip unggahan Petisi.co, pihak sekolah melalui kepala sekolah menyatakan bahwa, kebijakan tidak menyerahkan ijazah siswa, berkaitan dengan kewajiban administrasi yang belum diselesaikan oleh orang tua siswa.

“Banyak siswa yang memiliki tunggakan. Namun mereka tetap kami beri kesempatan mengikuti ujian sampai lulus,” ujar Ida Rahmatiyah, kepala sekolah, kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa sekolah swasta mengandalkan biaya operasional dari SPP, sehingga tidak dapat sepenuhnya membebaskan kewajiban pembayaran, kecuali dalam kondisi tertentu seperti siswa yatim piatu.

“Kami tidak bisa membebaskan biaya secara umum, karena operasional sekolah bergantung pada SPP,” katanya.

Bahkan pihak sekolah mengklarifikasi, bahwa pihaknya telah memberikan copy SKL di legalisir, terhadap siswanya yang ijazahnya masih belum diambil, untuk kebutuhan keberlanjutannya.

Kasus yang dialami dua keluarga ini, memperlihatkan kondisi berbeda. Pada satu sisi, ijazah tidak diambil karena faktor kesehatan dan situasi keluarga. Di sisi lain, ijazah tidak dapat diambil karena kendala ekonomi yang berdampak langsung pada akses kerja.

Perbedaan latar belakang tersebut menunjukkan kompleksitas persoalan administrasi pendidikan, khususnya pada sekolah swasta.

Data yang dihimpun Ruang.co.id menunjukkan, terdapat beberapa siswa dalam kondisi serupa, dengan faktor utama berupa tunggakan biaya.

Hingga kini, belum ada solusi konkret yang disepakati antara pihak sekolah dan keluarga siswa terkait penyelesaian ijazah yang belum diambil.

Situasi ini masih berlangsung dan menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam kaitannya dengan hak pendidikan dan kesempatan kerja lulusan.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konser Nicky Astria Meets Atiek CB di Surabaya, Nostalgia Seru dengan Bintang Tamu Spesial

    Konser Nicky Astria Meets Atiek CB di Surabaya, Nostalgia Seru dengan Bintang Tamu Spesial

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Surabaya bergemuruh pada 21 Desember 2024 saat dua ikon musik Indonesia, Nicky Astria dan Atiek CB, berbagi panggung dalam konser nostalgia bertajuk Nicky Astria Meets Atiek CB. Acara yang digelar di Grand City Convex ini berhasil memikat para penggemar lintas generasi. Tidak hanya mengandalkan suara emas mereka, interaksi lucu di antara keduanya […]

  • Tiga Pemain Naturalisasi Gabung

    Timnas Indonesia Tambah Amunisi! Tiga Pemain Naturalisasi Bergabung, Skuad Resmi Jadi 30 Pemain untuk Hadapi Australia dan Bahrain

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Timnas Indonesia semakin menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan besar melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025. Pelatih Patrick Kluivert telah mengumumkan 27 pemain yang akan memperkuat skuad, namun kabar terbaru menyebutkan bahwa tim ini akan bertambah menjadi 30 pemain. Proses naturalisasi tiga nama tambahan tersebut sedang berlangsung, dan mereka diharapkan segera bergabung. Ketua […]

  • Fun Football Ditresnarkoba dan wartawan

    Perkuat Sinergitas, Ditresnarkoba Polda Jatim dan Wartawan Gelar Fun Football

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ditresnarkoba Polda Jatim menggelar Fun Football bersama jurnalis Kelompok Kerja (Pokja) Polda Jatim pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergitas antara institusi kepolisian dan media. Dalam dunia yang semakin dinamis, kolaborasi antara penegak hukum dan wartawan menjadi kunci dalam menyampaikan […]

  • santunan JKSN

    Berikan Santunan, JKSN Siapkan Umroh Gratis untuk Korban Musibah Ponpes Sidoarjo

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Duka masih menyelimuti keluarga korban musibah ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Dalam situasi penuh kepiluan ini, Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mengambil peran aktif melalui penyaluran santunan tunai dan persiapan ibadah umroh gratis. Langkah konkret ini menunjukkan komitmen organisasi dalam meringankan beban keluarga yang terdampak musibah ponpes Sidoarjo. […]

  • harga tiket konser Guns N' Roses Jakarta

    Kantong Siap? Ini Dia Harga Tiket Konser Guns N’ Roses di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Promotor Rajawali Indonesia resmi mengumumkan harga dan jadwal penjualan tiket konser Guns N’ Roses di Jakarta. Band rock legendaris asal Amerika Serikat itu akan tampil di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) pada November 2026 mendatang. Kamis, (02/7/2026). Enam kategori tiket disediakan untuk mengakomodasi antusiasme penggemar yang sudah meluap. Harga paling terjangkau dibanderol […]

  • Protes Driver Online Soal Potongan Tarif Ilegal

    Aplikasi Nakal Main Kucing-Kucingan, Driver Wadul ke DPRD Jatim

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Merasa dicurangi oleh pihak aplikasi yang menaunginya, Forum Driver Online Tolak Aplikasi Nakal ( Frontal ) temui komisi E DPRD Jatim untuk mengadukan nasibnya, karena banyaknya potongan dari tarif yang didapatkan dari penumpang. Dalam rapat audensi yang berlangsung di ruang Bamus DPRD Jatim, senin(19/5) tersebut, puluhan anggota Frontal yang tergabung dalam beberapa aplikasi […]

expand_less