Breaking News
light_mode
Kamis, 13 Agustus 2026
Beranda » Pemerintah » Masterplan Sidoarjo SERASI Senilai Rp5,8 M Membedah Pulihkan Akar Banjir Waru dan Tanggulangin?

Masterplan Sidoarjo SERASI Senilai Rp5,8 M Membedah Pulihkan Akar Banjir Waru dan Tanggulangin?

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Bupati Sidoarjo, Subandi, memimpin pematangan Masterplan Penataan Kota “SERASI” bersama tim ahli ITS di Opsroom Setda, Selasa (6/1/2026), guna membedah akar banjir kronis yang menyengsarakan warga Waru hingga Tanggulangin, demi mewujudkan tata ruang yang tangguh dan berkelanjutan.

Langkah ini notabene menurutnya menjadi jawaban, atas jeritan hati ribuan warga yang rumahnya terendam setiap kali hujan mengguyur.

Konsep SERASI yang merupakan akronim dari Sentosa, Ekologis, Resilien (memiliki kemampuan pulih kembali), Aksesibel (mudah dijangkau), Sinergis, dan ber-Identitas, kini ditetapkan menjadi panglima dalam arah pembangunan infrastruktur Sidoarjo.

Strategi ini menurutnya bukan hanya sebatas coretan di atas kertas, melainkan panduan operasional yang menyatu dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024–2044 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.

Bupati Subandi menganalogikan Masterplan Grand Desain penanggulangan banjir, laksana sebuah diagnosa atau semacam analisa pendeteksian, yang sejatinya bukan sebuah langkah keputusan solutif yang kongkret dalam menanggulangi banjir di Sidoarjo.

“Ibarat mengobati orang sakit, kita harus diagnosis dulu penyebabnya melalui masterplan (rencana induk) ini. Dengan pemetaan yang detail, kita bisa menentukan titik mana yang harus ditangani setiap tahunnya sesuai kemampuan anggaran,” tegas Bupati Subandi saat memberikan instruksi langsung di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Subandi membeberkan fakta lapangan, bahwa posisi geografis Sidoarjo di sisi paling timur membuatnya dikepung banyak sungai afvoer (saluran pembuangan air menuju laut). Masalah menjadi pelik saat air laut pasang atau fenomena rob terjadi, yang mengakibatkan air sungai tidak bisa mengalir ke laut dan justru berbalik membanjiri pemukiman.

Bupati Subandi menjelaskan bahwa anggaran Rp5,8 miliar saat ini digunakan sebagai stimulan untuk menentukan skala prioritas intervensi pada empat sektor kunci:

1. Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir: Fokus pada normalisasi saluran yang terhimpit bangunan liar.

2. Rehabilitasi Infrastruktur Jalan: Memastikan elevasi jalan selaras dengan sistem pembuangan air.

3. Fasilitas Pendidikan: Memulihkan sekolah-sekolah yang sering terendam agar siswa tidak merugi.

4. Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH): Mengembalikan fungsi resapan alami di tengah kepadatan kota.

Bupati menegaskan bahwa tanggung jawab ini adalah kerja kolektif. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpangku tangan.

“Semua stakeholder (pihak terkait) harus terlibat. Dengan adanya grand design (rancangan besar) ini, kita punya tahapan yang jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Melalui integrasi data valid dari ITS dan regulasi yang ketat, Pemkab Sidoarjo berupaya keras menyibak tabir kegagalan masa lalu.

Inisiatif ini menjadi bukti juang pemerintah dalam mengembalikan hak masyarakat atas lingkungan yang aman, kering, dan bermartabat. Sekaligus memastikan roda ekonomi di penyangga Surabaya ini, tetap berputar tanpa hambatan banjir.

Namun, optimisme Pemkab ini mendapat tamparan keras dari pengamat tata kota yang juga Jurnalis senior di Sidoarjo, Hadi Suyitno. Dalam sebuah opini ya di WAG Ia menyebut rencana tersebut berisiko hanya menjadi lips service (bicara manis di bibir saja), jika tidak segera ada tindakan nyata. Hadi menyoroti nasib warga di Wisma Tropodo, Desa Berbek, hingga Kepuh Kiriman yang setiap tahun harus berjibaku dengan air setinggi lutut.

“Mau serius atau tidak Pemkab menyelesaikan banjir dengan membangun embung (kolam retensi/penampung air) di Tambak Sawah? Membangun embung seluas 5 hektar adalah pilihan terbaik untuk menyelamatkan pusat pendidikan dan ekonomi di Waru yang kini lumpuh,” kritik Hadi Sucipto dengan nada pedas.

Menurutnya, peninggian jalan selama ini terbukti tidak mempan karena posisi daratan Sidoarjo kini sudah berada di bawah ketinggian laut saat pasang.

Akankah dengan kemampuan anggaran yang cukup ironis itu mampu menjawab tantangan besar tahunan warga Sidoarjo yang dilanda terendam banjir?

Mampukah nila dana tersebut dapatlah membuka transparansi anggaran, yang cukup kontradiktif dinilai sejumlah aktivis Sidoarjo, diantaranya Hariadi dan Nanang Haromain, di sebuah acara aspirasi warga jelang pergantian tahun, yang menyebut PAD Sidoarjo mengapa Rp5,7 triliun di tahun kemarin.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film Erika Carlina Pengantin Setan Jadwal

    Kisah Hantu Jatuh Cinta Kepada Erika Carlina dalam Film Horor “Pengantin Setan”

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Film “Pengantin Setan” mengupas tuntas konflik batin seorang wanita yang harus memilih antara cinta duniawi dan ikatan gaib. (16/01) 2025. Mengangkat kisah nyata dari RJL yang pernah menggemparkan youtube, film “Pengantin Setan” menghadirkan pengalaman horor yang tak terlupakan. Azhar Kinoi Lubis, sebagai sutradara yang telah terkenal lewat beberapa karya film horornya. Dengan […]

  • prototipe gedung ramah lingkungan

    Inovasi Mahasiswa ITS Surabaya: Prototipe Gedung Tahan Gempa Berkonsep Eco-Quake

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berinovasi di sektor konstruksi berkelanjutan dengan merancang prototipe gedung tahan gempa ramah lingkungan bernama Eco-Quake. Inovasi ini merupakan konsep bangunan berkelanjutan yang didesain tidak hanya untuk menghadapi gempa bumi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dengan penggunaan bahan-bahan yang lebih efisien. Ketua Tim ASURA ITS, […]

  • KPU Sidoarjo raih penghargaan nasional

    Kinerja Gemilang KPU Sidoarjo: Penghargaan Nasional di Tangan!

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Ruang.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo kembali membuktikan kinerjanya yang unggul. Keberhasilan dalam menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024 secara aman dan damai telah membawa KPU Sidoarjo meraih penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Dalam acara Rapat Konsolidasi Nasional yang digelar oleh KPU RI di Jakarta, KPU Sidoarjo dianugerahi penghargaan Terbaik III untuk Kategori Perencanaan […]

  • Deadpool

    Siapa Sebenarnya yang Menari Lincah “Bye Bye Bye” di Balik Topeng Deadpool?

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa yang tidak terhibur dengan adegan pembuka film Deadpool & Wolverine yang menampilkan Deadpool menari dengan lincah mengikuti irama lagu “Bye Bye Bye” dari NSYNC? Adegan pembuka film Deadpool & Wolverine yang menampilkan Deadpool menari lincah mengikuti irama lagu “Bye Bye Bye” milik NSYNC menjadi salah satu momen paling ikonik. Gerakan dan […]

  • Kenapa Perusahaan Banyak Pecat Karyawan Gen Z

    Kenapa Banyak Perusahaan Pecat Gen Z? Yuk Ungkap Alasannya!

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dalam beberapa tahun terakhir, ada satu fenomena menarik di dunia kerja, perusahaan mulai banyak yang melepas karyawan dari generasi Z. Padahal, mereka adalah generasi digital yang katanya serba inovatif dan multitasking. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Apakah Gen Z memang kurang cocok di dunia kerja, atau ada faktor lain yang membuat mereka lebih […]

  • Faktor Perempuan Menunda Kehamilan

    Di Balik Angka 8,2%: Mengapa Perempuan Indonesia Memilih ‘Tunda Dulu’ untuk Hamil?

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Data BPS 2022 mengungkap fakta mengejutkan: 8,2% perempuan Indonesia usia subur memilih menunda atau menghindari kehamilan. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi cermin nyata dari tren fertility delay yang dipicu oleh tekanan ekonomi, kegamangan mental, dan minimnya dukungan sosial. Ekonomi vs Kehamilan: Pertaruhan yang Tak Sederhana Biaya hidup yang melambung tinggi menjadi hantu […]

expand_less