Momen Sportivitas Mengharukan saat PSBS Biak Menyanyikan Song For Pride di GBT bersama Persebaya

Pemain Persebaya dan PSBS Biak berkumpul di tengah lapangan Stadion Gelora Bung Tomo
Pemain Persebaya dan PSBS Biak berkumpul di tengah lapangan Stadion Gelora Bung Tomo
Ruang Wawan
Ruang Wawan
Print PDF

Ruang.co.idPersebaya Surabaya tampil dominan saat menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo menang meyakinkan dengan skor 4-0. Di Laga Persebaya vs PSBS Biak, tercipta Empat gol dan memastikan Persebaya mengamankan tiga poin penting. Di sisi lain, hasil tersebut langsung mengunci nasib PSBS Biak ke Liga 2 musim depan.

Situasi ini jelas berat bagi tim tamu. Tekanan terlihat sejak peluit akhir dibunyikan, dan atmosfer sempat terasa cukup hening.

Aksi Sportivitas Jadi Sorotan Usai Laga

Namun, Persebaya tidak larut dalam selebrasi berlebihan. Para pemain justru mendekati skuad PSBS Biak dan mengajak mereka berkumpul di tengah lapangan.

Mereka saling berjabat tangan, berpelukan, bahkan menyanyikan lagu “Song For Pride” bersama. Momen ini terasa hangat dan cukup langka terjadi di sepak bola Indonesia.

Aksi tersebut langsung mencuri perhatian. Banyak pihak menilai Persebaya menunjukkan kelas sebagai tim besar, bukan hanya dari permainan, tapi juga sikap.

Pelatih dan Tim Tunjukkan Empati

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menegaskan bahwa rasa empati datang dari seluruh tim. Ia menyebut, pelatih juga ikut mengambil peran penting dalam momen tersebut.

Pelatih Bernardo Tavares bahkan menunggu pemain PSBS Biak keluar dari ruang ganti. Ia kemudian menyapa dan memberi semangat secara langsung kepada pemain serta ofisial tim tamu.

Gestur itu terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Dalam situasi sulit seperti degradasi, dukungan moral seperti ini sangat berarti.

Fransisco Rivera Pilih Tidak Selebrasi

Aksi sportivitas juga datang dari Fransisco Rivera. Gelandang Persebaya itu memilih tidak merayakan gol keduanya.

Ia tetap tenang setelah mencetak gol yang memastikan kemenangan 4-0. Keputusan ini menunjukkan rasa hormat terhadap lawan yang sedang terpuruk.

Baca Juga  Toni Firmansyah Soroti Performa Persebaya Usai Imbang Lawan Semen Padang

Tidak semua pemain bisa melakukan hal seperti itu. Apalagi di tengah tensi pertandingan yang tinggi, selebrasi biasanya sulit ditahan.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Momen ini memperlihatkan bahwa sepak bola tidak hanya soal skor. Persebaya menunjukkan bahwa respek dan kemanusiaan tetap jadi bagian penting dalam pertandingan.

Rivalitas memang terjadi selama 90 menit. Tapi setelah itu, para pemain tetap saling menghargai sebagai sesama profesional.

Apa yang ditunjukkan Persebaya bisa menjadi contoh positif bagi sepak bola Indonesia. Dan jujur saja, momen seperti ini justru lebih membekas dibanding hasil akhir di papan skor.